Catatan BYD di Pasar EV Nasional
23 April 2026, 19:17 WIB
Masa depan mobil listrik China jadi perhatian, hanya sedikit merek lokal mampu bertahan hadapi perang harga
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Beragam manufaktur mobil listrik China berlomba memenangkan pasar dengan perkenalkan model-model terbaru dan berteknologi tinggi. Daya tarik lain ditawarkan adalah harga kompetitif.
Namun menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Alixpartners, masa depan mobil listrik China tidak sebaik itu. Dari 137 merek di Negeri Tirai Bambu, hanya 19 bisa bertahan menghasilkan keuntungan di akhir dekade ini.
Dilansir dari Carscoops, Senin (15/7) banyak merek domestik di Tiongkok mengalami tekanan kuat dari sesama manufaktur lain di dalam negeri. Secara keseluruhan hanya ada satu dari tujuh pabrikan bisa bertahan sampai 2030.
Perang harga yang dimulai pabrikan China tidak cuma di pasar global namun domestik. Hal itu membuat persaingan antar brand jadi semakin kuat.
Hal itu tidak terlalu berdampak ke merek besar seperti BYD (Build Your Dreams. BYD diklaim memiliki selisih biaya produksi dan harga jual yang masih bisa ditekan, sehingga banderolnya semakin kompetitif dibanding mobil lain di segmen sama.
Seiring berjalannya waktu, raksasa otomotif BYD dan Tesla bakal tetap memperkuat posisi mereka di segmen kendaraan listrik. Bahkan BYD diproyeksikan menyumbang 33 persen penjualan mobil global di 2030.
Per 2023 sudah ada beberapa manufaktur menyatakan bangkrut akibat tidak mampu bersaing, seperti WM Motor. Alixpartners memperkirakan masih ada banyak produsen lain menyusul nasib WM Motor di masa mendatang.
Alixpartners mengatakan bahwa ada banyak start-up EV (Electric Vehicle) tidak mampu bertahan dalam jangka waktu panjang. Hal ini disampaikan oleh Stephen Dyer, Alixpartners Greater China Co-Leader.
Ia menekankan manufaktur terbaik pun harus catat angka produksi tahunan sampai 400.000 unit untuk mencapai titik impas alias balik modal.
"Lebih dari dua pertiga merek kendaraan listrik Tiongkok sekarang belum mencapai penjualan apapun pada tahun lalu, apalagi mencapai volume skala besar," tegas Dyer dalam keterangan resmi Alixpartners.
Buat produsen yang skalanya masih berada di bawah BYD ataupun Tesla di China tentu tantangannya terbilang lebih sulit. Namun Dyer optimistis masih ada pemenang global di antara seluruh pabrik Tiongkok.
Bicara secara keseluruhan, hasil studi mengungkapkan jumlah penjualan kendaraan di Tiongkok akan terus bertumbuh sampai 50 juta unit terjual per 2050. Proyeksinya, mobil listrik menyumbang angka terbanyak di berbagai negara pada 2035.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 April 2026, 19:17 WIB
23 April 2026, 17:39 WIB
22 April 2026, 15:00 WIB
20 April 2026, 21:19 WIB
20 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
24 April 2026, 20:33 WIB
Jetour Zongheng G700 jadi salah satu kandidat SUV PHEV baru di RI, mengisi kelas yang sama dengan Denza B5
24 April 2026, 17:30 WIB
Jetour G700 dan T2 i-DM dicoba oleh seluruh jurnalis dan influencer yang mengikuti ajang test drive eksklusif
24 April 2026, 15:00 WIB
Peraturan baru mengenai insentif EV tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 900.1.13.1/3764/SJ
24 April 2026, 13:00 WIB
Changan Group baru saja mengumumkan strategi besarnya untuk pasar global untuk meningkatkan penjualan
24 April 2026, 11:00 WIB
Fokus menjual SUV bergaya boxy, Jetour buka suara soal kelanjutan penjualan dua model perdana mereka di RI
24 April 2026, 09:00 WIB
Tahun ini Ducati merayakan satu abad eksistensinya di dunia otomotif, gelar kegiatan yang melibatkan pengguna
24 April 2026, 07:00 WIB
Penjualan Daihatsu Gran Max tembus 5.000 unit di periode Maret 2026, kendaraan komersial terlaris di RI
24 April 2026, 06:14 WIB
Kepolisian tidak mengendurkan layanan SIM keliling Bandung agar para pengendara motor dan mobil bisa terbantu