Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Masa depan mobil listrik China jadi perhatian, hanya sedikit merek lokal mampu bertahan hadapi perang harga
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Beragam manufaktur mobil listrik China berlomba memenangkan pasar dengan perkenalkan model-model terbaru dan berteknologi tinggi. Daya tarik lain ditawarkan adalah harga kompetitif.
Namun menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Alixpartners, masa depan mobil listrik China tidak sebaik itu. Dari 137 merek di Negeri Tirai Bambu, hanya 19 bisa bertahan menghasilkan keuntungan di akhir dekade ini.
Dilansir dari Carscoops, Senin (15/7) banyak merek domestik di Tiongkok mengalami tekanan kuat dari sesama manufaktur lain di dalam negeri. Secara keseluruhan hanya ada satu dari tujuh pabrikan bisa bertahan sampai 2030.
Perang harga yang dimulai pabrikan China tidak cuma di pasar global namun domestik. Hal itu membuat persaingan antar brand jadi semakin kuat.
Hal itu tidak terlalu berdampak ke merek besar seperti BYD (Build Your Dreams. BYD diklaim memiliki selisih biaya produksi dan harga jual yang masih bisa ditekan, sehingga banderolnya semakin kompetitif dibanding mobil lain di segmen sama.
Seiring berjalannya waktu, raksasa otomotif BYD dan Tesla bakal tetap memperkuat posisi mereka di segmen kendaraan listrik. Bahkan BYD diproyeksikan menyumbang 33 persen penjualan mobil global di 2030.
Per 2023 sudah ada beberapa manufaktur menyatakan bangkrut akibat tidak mampu bersaing, seperti WM Motor. Alixpartners memperkirakan masih ada banyak produsen lain menyusul nasib WM Motor di masa mendatang.
Alixpartners mengatakan bahwa ada banyak start-up EV (Electric Vehicle) tidak mampu bertahan dalam jangka waktu panjang. Hal ini disampaikan oleh Stephen Dyer, Alixpartners Greater China Co-Leader.
Ia menekankan manufaktur terbaik pun harus catat angka produksi tahunan sampai 400.000 unit untuk mencapai titik impas alias balik modal.
"Lebih dari dua pertiga merek kendaraan listrik Tiongkok sekarang belum mencapai penjualan apapun pada tahun lalu, apalagi mencapai volume skala besar," tegas Dyer dalam keterangan resmi Alixpartners.
Buat produsen yang skalanya masih berada di bawah BYD ataupun Tesla di China tentu tantangannya terbilang lebih sulit. Namun Dyer optimistis masih ada pemenang global di antara seluruh pabrik Tiongkok.
Bicara secara keseluruhan, hasil studi mengungkapkan jumlah penjualan kendaraan di Tiongkok akan terus bertumbuh sampai 50 juta unit terjual per 2050. Proyeksinya, mobil listrik menyumbang angka terbanyak di berbagai negara pada 2035.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
03 September 2026, 16:02 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
Terkini
07 September 2026, 21:43 WIB
Chery Q menjadi mobil listrik pendatang baru yang menawarkan berbagai fitur kekinian kepada para konsumen
07 September 2026, 12:34 WIB
Gelaran Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi wadah untuk anak bersama keluarga menikmati akhir pekan
07 September 2026, 10:16 WIB
Robot AiMOGA Mornine kembali mendapatkan sertifikasi dari benua Uni Eropa di aspek hardware dan software
07 September 2026, 06:00 WIB
Hari ini kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk membantu masyarakat di wilayah Kota Kembang
07 September 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa melakukan perjalanan di jalan Ibu Kota dengan nyaman, simak puluhan titik ganjil genap Jakarta
06 September 2026, 12:15 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi tempat mengekspresikan bakat, wadah berkumpul masyarakat dan komunitas
06 September 2026, 01:22 WIB
BYD terus memperkuat komitmen mereka untuk memajukan industri otomotif di Indonesia usai mendirikan pabrik
05 September 2026, 19:21 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi wadah silaturahmi dan unjuk kreativitas masyarakat dan anak-anak muda