Suzuki e Sky Terdaftar di Indonesia yang Tengah Ramai EV Mungil
17 September 2026, 13:00 WIB
Mobil mesin bensin masih diminati masyarakat, kehadiran mobil listrik tak jamin kenaikan penjualan domestik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Tahun ini pasar otomotif Tanah Air kedatangan beragam model mobil listrik baru. Beberapa di antaranya akan debut di pameran GIIAS 2024 (Gaikindo Indonesia International Auto Show).
Kehadiran beragam mobil hybrid maupun BEV (Battery Electric Vehicle) tidak menjamin bahwa penjualan mobil domestik dapat meningkat. Namun menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membantu.
Riyanto, Pengamat Otomotif LPEM UI (Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia) mengungkapkan kendaraan konvensional masih lebih diminati oleh masyarakat.
“Kalau kita lihat (penjualan) BEV kira-kira 17 ribu di 2023, hybrid-nya 52 ribu. Yang menyusut turun itu ICE 100 ribu lebih,” ungkap Riyanto di kantor Kemenperin belum lama ini.
Ia menjelaskan bahwa seiring menurunnya angka penjualan mobil bermesin bensin, hanya sedikit merupakan ‘pindahan’ dari ICE ke kendaraan ramah lingkungan seperti hybrid maupun mobil listrik.
“Jadi sebenarnya yang bahaya itu ICE karena daya beli masyarakat kita sebagian besar di situ. Pasar kita 90-91 persen masih di ICE,” lanjut Riyanto.
Sehingga satu hal dinilai lebih efektif mendorong penjualan mobil domestik adalah insentif buat LCGC (Low Cost Green Car). Menurutnya lebih tepat ketimbang diberikan ke mobil hybrid.
“Saya lebih senang sih insentifnya umum ya untuk ICE, karena marketnya kita masih di situ kok,” kata Riyanto.
Menurut dia sampai saat ini banyak konsumen masih menggunakan LCGC karena berbagai alasan, seperti harga kompetitif dan sesuai buat mobilitas sehari-hari.
Ada beberapa wilayah yang cukup didominasi jenis tersebut seperti kawasan Sumatera. Bahkan apabila penjualan tidak termasuk LCGC angkanya diklaim minus.
“Mungkin harus dipulihkan nol persen kembali (program LCGC). Karena ini (sasarannya) kelompok yang baru masuk mau beli mobil, harga belum sampai Rp 200 juta,” tegas dia
Di Indonesia sendiri ada beberapa LCGC masih dilego di bawah Rp 200 jutaan. Misal Toyota Agya, Daihatsu Ayla dan Honda Brio Satya buat opsi 5-seater.
Sedangkan yang berkapasitas lebih banyak 7-seater konsumen bisa pilih antara Toyota Calya ataupun Daihatsu Sigra.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 September 2026, 13:00 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
15 September 2026, 09:00 WIB
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
Terkini
18 September 2026, 22:02 WIB
Automechanika 2026 akan digelar di Jakarta, diharapkan bisa gairahkan pasar komponen kendaraan di Indonesia
18 September 2026, 17:00 WIB
Jorge Martin mengaku siap untuk kembali bersaing dengan Marc Marquez di MotoGP Austria 2026 di akhir pekan
18 September 2026, 16:50 WIB
Penjualan Honda pulih di Agustus 2026, namun masih ada PR besar untuk kembali ke lima besar merek terlaris
18 September 2026, 09:36 WIB
Wuling Eksion PHEV hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tidak hanya bermobilitas di dalam kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Mobil pribadi dengan pelat nomor yang tidak sesuai diharapkan tidak melintas area Ganjil Genap Jakarta
18 September 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tetap beroperasi di lima lokasi di sekitar ibu kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang
17 September 2026, 22:00 WIB
Sejumlah motor matic murah dari Suzuki dan TVS mengalami kenaikan bervariasi pada periode September 2026