Kecelakaan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Diklaim Turun
29 Maret 2026, 11:44 WIB
Sebuah Lamborghini berkelir putih terlibat kecelakaan ketika konvoi melewati jalan Tol Kunciran, Serpong
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu sosial media digegerkan oleh aksi konvoi mobil mewah di ruas Tol Kunciran, Serpong pada Minggu (17/08).
Rombongan yang terdiri dari berbagai supercar ini mengalami kecelakaan fatal. Menyebabkan kerugian cukup besar, sebab ada Lamborghini Murcielago remuk.
Melansir akun TikTok @Vanndev hari ini, Selasa (19/08), nampak Lamborghini berkelir putih hancur pada bagian depan.
Menurut beberapa sumber, mobil asal Ita tersebut dikemudikan oleh pria berinisial ES berumur 37 tahun.
Awalnya ES bersama rekan-rekannya melakukan konvoi dari arah Benda menuju Serpong. Ia diduga memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sesampainya di jalan Tol Kunciran KM 15.2000 arah Serpong, Lamborghini tersebut oleng dan kehilangan kendali. Lalu menambrak guardrail di kiri jalan.
Kemudian pengemudi banting setir ke kanan lalu menghantam pembatas jalan. Sehingga supercar tersebut hancur berantakan.
Para pemilik kendaraan yang berada dalam satu rombongan langsung turung melihat kondisi dari Lamborghini Murcielago tersebut.
Sayang belum diketahui secara pasti penyebab kenapa kendaraan roda empat asal Negeri Pizza itu bisa kehilangan kendali serta terlibat kecelakaan.
Di sisi lain kejadian tersebut membuat sebagian orang berkomentar. Seperti datang dari Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).
“Memang dimensi, harga, brand suara kendaraan dan profil dari satu mobil kadang-kadang bisa mempengaruhi psikologis kita,” ungkap Jusri kepada KatadaOTO beberapa waktu lalu.
Jusri menuturkan biasanya para pemilik supercar selalu identik dengan kecepatan ketika mengendarai mobil mereka.
Mereka ingin terlihat lebih dari pengendara-pengendara lain. Sehingga kondisi tersebut sangat mempengaruhi ketika membawa mobil di jalan raya.
“Jadi nilai-nilai psikologis itu sangat dipengaruhi dengan situasi kognitif yang ada. Misal dia gembira, stress serta tertekan, itu akan mengubah seseorang ketika berada di jalan,” tutur dia.
Lebih jauh Jusri mengungkapkan seharusnya setiap orang yang mengendarai motor maupun mobil harus berorientasi pada keselamatan.
Selain itu juga wajib mengutamakan etika berlalu lintas. Sehingga memahami apa yang harus dilakukan selama di jalan raya.
Dengan begitu dapat meminimalisir risiko kecelakaan fatal yang sewaktu-waktu bisa terjadi ke siapa saja.
“Kalau di jalan itu bukan (mengandalkan) keterampilan, tetapi pengetahuan yang mencakup attitude” Jusri menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Maret 2026, 11:44 WIB
11 Maret 2026, 09:00 WIB
02 Maret 2026, 16:06 WIB
03 Februari 2026, 13:00 WIB
03 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
30 Maret 2026, 14:00 WIB
Pemesanan Denza D9 resmi dibuka di Cina dengan beragam ubahan menarik untuk menarik minat para pelanggan
30 Maret 2026, 11:00 WIB
Toyota menjadi produsen mobil terbesar di Indonesia pada Februari 2026 disusul Mitsubishi Motors dan Daihatsu
30 Maret 2026, 09:53 WIB
Bezzecchi dan Martin berhasil mempertahankan posisi mereka di klasemen sementara MotoGP 2026 usai seri Amerika
30 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di sejumlah lokasi yang kerap terjadi kemacetan lalu lintas
30 Maret 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali dioperasikan seperti biasa di awal pekan, simak lokasi serta persyaratannya
30 Maret 2026, 06:00 WIB
Jelang akhir bulan, SIM keliling Bandung tetap melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
30 Maret 2026, 03:55 WIB
Marco Bezzecchi memenangkan MotoGP Amerika 2026 ditemani rekan segarasinya, Jorge Martin di urutan kedua
29 Maret 2026, 16:08 WIB
Mobil listrik Denza Z bakal mengisi kelas yang sama dengan Porsche 911, gandeng Daniel Craig untuk promosinya