Lamborghini Temerario Resmi Masuk Indonesia, Incar Orang Have
13 Agustus 2026, 21:34 WIB
Sebuah Lamborghini berkelir putih terlibat kecelakaan ketika konvoi melewati jalan Tol Kunciran, Serpong
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu sosial media digegerkan oleh aksi konvoi mobil mewah di ruas Tol Kunciran, Serpong pada Minggu (17/08).
Rombongan yang terdiri dari berbagai supercar ini mengalami kecelakaan fatal. Menyebabkan kerugian cukup besar, sebab ada Lamborghini Murcielago remuk.
Melansir akun TikTok @Vanndev hari ini, Selasa (19/08), nampak Lamborghini berkelir putih hancur pada bagian depan.
Menurut beberapa sumber, mobil asal Ita tersebut dikemudikan oleh pria berinisial ES berumur 37 tahun.
Awalnya ES bersama rekan-rekannya melakukan konvoi dari arah Benda menuju Serpong. Ia diduga memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sesampainya di jalan Tol Kunciran KM 15.2000 arah Serpong, Lamborghini tersebut oleng dan kehilangan kendali. Lalu menambrak guardrail di kiri jalan.
Kemudian pengemudi banting setir ke kanan lalu menghantam pembatas jalan. Sehingga supercar tersebut hancur berantakan.
Para pemilik kendaraan yang berada dalam satu rombongan langsung turung melihat kondisi dari Lamborghini Murcielago tersebut.
Sayang belum diketahui secara pasti penyebab kenapa kendaraan roda empat asal Negeri Pizza itu bisa kehilangan kendali serta terlibat kecelakaan.
Di sisi lain kejadian tersebut membuat sebagian orang berkomentar. Seperti datang dari Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).
“Memang dimensi, harga, brand suara kendaraan dan profil dari satu mobil kadang-kadang bisa mempengaruhi psikologis kita,” ungkap Jusri kepada KatadaOTO beberapa waktu lalu.
Jusri menuturkan biasanya para pemilik supercar selalu identik dengan kecepatan ketika mengendarai mobil mereka.
Mereka ingin terlihat lebih dari pengendara-pengendara lain. Sehingga kondisi tersebut sangat mempengaruhi ketika membawa mobil di jalan raya.
“Jadi nilai-nilai psikologis itu sangat dipengaruhi dengan situasi kognitif yang ada. Misal dia gembira, stress serta tertekan, itu akan mengubah seseorang ketika berada di jalan,” tutur dia.
Lebih jauh Jusri mengungkapkan seharusnya setiap orang yang mengendarai motor maupun mobil harus berorientasi pada keselamatan.
Selain itu juga wajib mengutamakan etika berlalu lintas. Sehingga memahami apa yang harus dilakukan selama di jalan raya.
Dengan begitu dapat meminimalisir risiko kecelakaan fatal yang sewaktu-waktu bisa terjadi ke siapa saja.
“Kalau di jalan itu bukan (mengandalkan) keterampilan, tetapi pengetahuan yang mencakup attitude” Jusri menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 21:34 WIB
11 Juli 2026, 07:00 WIB
24 Juni 2026, 06:00 WIB
29 Maret 2026, 11:44 WIB
11 Maret 2026, 09:00 WIB
Terkini
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
FIFGroup rayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara melakukan perjalanan panjang dan bermakna
24 Agustus 2026, 18:22 WIB
Avatr 07L siap menjadi rival setara buat Denza, tawarkan kendaraan premium ramah lingkungan di Indonesia
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pergeseran minat pelaku usaha menuju kendaraan elektrifikasi, khususnya hybrid, sudah mulai terlihat
24 Agustus 2026, 06:20 WIB
Untuk bisa nyaman menggunakan kendaraan pribadi di Ibu Kota, Ikuti aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini