Manuver Berbahaya Dua Bus Damri di Jalan Tol, Sopir Diberi Sanksi
29 Desember 2025, 13:00 WIB
Sebuah Lamborghini berkelir putih terlibat kecelakaan ketika konvoi melewati jalan Tol Kunciran, Serpong
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu sosial media digegerkan oleh aksi konvoi mobil mewah di ruas Tol Kunciran, Serpong pada Minggu (17/08).
Rombongan yang terdiri dari berbagai supercar ini mengalami kecelakaan fatal. Menyebabkan kerugian cukup besar, sebab ada Lamborghini Murcielago remuk.
Melansir akun TikTok @Vanndev hari ini, Selasa (19/08), nampak Lamborghini berkelir putih hancur pada bagian depan.
Menurut beberapa sumber, mobil asal Ita tersebut dikemudikan oleh pria berinisial ES berumur 37 tahun.
Awalnya ES bersama rekan-rekannya melakukan konvoi dari arah Benda menuju Serpong. Ia diduga memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sesampainya di jalan Tol Kunciran KM 15.2000 arah Serpong, Lamborghini tersebut oleng dan kehilangan kendali. Lalu menambrak guardrail di kiri jalan.
Kemudian pengemudi banting setir ke kanan lalu menghantam pembatas jalan. Sehingga supercar tersebut hancur berantakan.
Para pemilik kendaraan yang berada dalam satu rombongan langsung turung melihat kondisi dari Lamborghini Murcielago tersebut.
Sayang belum diketahui secara pasti penyebab kenapa kendaraan roda empat asal Negeri Pizza itu bisa kehilangan kendali serta terlibat kecelakaan.
Di sisi lain kejadian tersebut membuat sebagian orang berkomentar. Seperti datang dari Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).
“Memang dimensi, harga, brand suara kendaraan dan profil dari satu mobil kadang-kadang bisa mempengaruhi psikologis kita,” ungkap Jusri kepada KatadaOTO beberapa waktu lalu.
Jusri menuturkan biasanya para pemilik supercar selalu identik dengan kecepatan ketika mengendarai mobil mereka.
Mereka ingin terlihat lebih dari pengendara-pengendara lain. Sehingga kondisi tersebut sangat mempengaruhi ketika membawa mobil di jalan raya.
“Jadi nilai-nilai psikologis itu sangat dipengaruhi dengan situasi kognitif yang ada. Misal dia gembira, stress serta tertekan, itu akan mengubah seseorang ketika berada di jalan,” tutur dia.
Lebih jauh Jusri mengungkapkan seharusnya setiap orang yang mengendarai motor maupun mobil harus berorientasi pada keselamatan.
Selain itu juga wajib mengutamakan etika berlalu lintas. Sehingga memahami apa yang harus dilakukan selama di jalan raya.
Dengan begitu dapat meminimalisir risiko kecelakaan fatal yang sewaktu-waktu bisa terjadi ke siapa saja.
“Kalau di jalan itu bukan (mengandalkan) keterampilan, tetapi pengetahuan yang mencakup attitude” Jusri menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Desember 2025, 13:00 WIB
26 Desember 2025, 07:00 WIB
19 Desember 2025, 07:00 WIB
12 Desember 2025, 19:00 WIB
09 Desember 2025, 12:03 WIB
Terkini
02 Januari 2026, 10:00 WIB
Geely berniat membawa mobil bermesin konvensional ke Indonesia, diyakini merupakan Monjaro dan Okavango
02 Januari 2026, 09:00 WIB
Menurut Aismoli ada beberapa faktor pendukung yang membuat pasar motor listrik bisa bergairah di tahun ini
02 Januari 2026, 08:00 WIB
Kepolisian memperkenalkan Mandala Quick Response sebagai program baru untuk atasi kemacetan Jakarta di 2026
02 Januari 2026, 07:00 WIB
Penjualan BYD berhasil alami peningkatan 7,1 persen bila dibandingkan dengan pencapaian mereka di 2024
02 Januari 2026, 06:00 WIB
Ada dispensasi perpanjangan dengan persyaratan tertentu, simak informasi SIM keliling Jakarta hari ini
02 Januari 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta 2 Januari 2026 menjadi pembatasan kendaraan pertama yang dilakukan Polda Metro Jaya
02 Januari 2026, 06:00 WIB
Ketika ingin mengurus dokumen berkendara, masyarakat bisa memanfaatkan kehadiran SIM keliling Bandung hari ini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara