Jetour Investigasi T2 yang Terbakar Akibat Kecelakaan dengan BMW
03 Februari 2026, 13:00 WIB
Sebuah Lamborghini berkelir putih terlibat kecelakaan ketika konvoi melewati jalan Tol Kunciran, Serpong
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu sosial media digegerkan oleh aksi konvoi mobil mewah di ruas Tol Kunciran, Serpong pada Minggu (17/08).
Rombongan yang terdiri dari berbagai supercar ini mengalami kecelakaan fatal. Menyebabkan kerugian cukup besar, sebab ada Lamborghini Murcielago remuk.
Melansir akun TikTok @Vanndev hari ini, Selasa (19/08), nampak Lamborghini berkelir putih hancur pada bagian depan.
Menurut beberapa sumber, mobil asal Ita tersebut dikemudikan oleh pria berinisial ES berumur 37 tahun.
Awalnya ES bersama rekan-rekannya melakukan konvoi dari arah Benda menuju Serpong. Ia diduga memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sesampainya di jalan Tol Kunciran KM 15.2000 arah Serpong, Lamborghini tersebut oleng dan kehilangan kendali. Lalu menambrak guardrail di kiri jalan.
Kemudian pengemudi banting setir ke kanan lalu menghantam pembatas jalan. Sehingga supercar tersebut hancur berantakan.
Para pemilik kendaraan yang berada dalam satu rombongan langsung turung melihat kondisi dari Lamborghini Murcielago tersebut.
Sayang belum diketahui secara pasti penyebab kenapa kendaraan roda empat asal Negeri Pizza itu bisa kehilangan kendali serta terlibat kecelakaan.
Di sisi lain kejadian tersebut membuat sebagian orang berkomentar. Seperti datang dari Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).
“Memang dimensi, harga, brand suara kendaraan dan profil dari satu mobil kadang-kadang bisa mempengaruhi psikologis kita,” ungkap Jusri kepada KatadaOTO beberapa waktu lalu.
Jusri menuturkan biasanya para pemilik supercar selalu identik dengan kecepatan ketika mengendarai mobil mereka.
Mereka ingin terlihat lebih dari pengendara-pengendara lain. Sehingga kondisi tersebut sangat mempengaruhi ketika membawa mobil di jalan raya.
“Jadi nilai-nilai psikologis itu sangat dipengaruhi dengan situasi kognitif yang ada. Misal dia gembira, stress serta tertekan, itu akan mengubah seseorang ketika berada di jalan,” tutur dia.
Lebih jauh Jusri mengungkapkan seharusnya setiap orang yang mengendarai motor maupun mobil harus berorientasi pada keselamatan.
Selain itu juga wajib mengutamakan etika berlalu lintas. Sehingga memahami apa yang harus dilakukan selama di jalan raya.
Dengan begitu dapat meminimalisir risiko kecelakaan fatal yang sewaktu-waktu bisa terjadi ke siapa saja.
“Kalau di jalan itu bukan (mengandalkan) keterampilan, tetapi pengetahuan yang mencakup attitude” Jusri menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Februari 2026, 13:00 WIB
03 Februari 2026, 07:00 WIB
06 Januari 2026, 15:24 WIB
29 Desember 2025, 13:00 WIB
26 Desember 2025, 07:00 WIB
Terkini
16 Februari 2026, 13:52 WIB
Menurut data milik Gaikindo, sepanjang Januari 2026 wholesales mobil LCGC hanya berkisar 10.694 unit saja
16 Februari 2026, 11:00 WIB
Per Januari 2026 wholesales dan retail sales Neta nol unit, tidak ada rencana peluncuran produk baru
16 Februari 2026, 11:00 WIB
DFSK Indonesia siapkan model baru di pertengahan 2026 untuk menjangkau pasar yang lebih luas dibanding sekarang
16 Februari 2026, 09:00 WIB
Penjualan LCGC Daihatsu di Indonesia tergerus karena sejumlah faktor yang termasuk yang mempengaruhi
16 Februari 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 PHEV dipastikan akan meluncur dan dipasarkan ke konsumen di Indonesia pada semester kedua tahun ini
16 Februari 2026, 06:09 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di layanan SIM keliling Jakarta hari ini, simak informasinya
16 Februari 2026, 06:08 WIB
Kepolisian tetap menghadirkan layanan SIM keliling Bandung agar masyarakat dapat mengurus dokumen berkendara
16 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta ditiadakan dua hari untuk menyambut libur Imlek yang berlangsung hari ini dan besok.