Kecelakaan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Diklaim Turun
29 Maret 2026, 11:44 WIB
Kecelakaan dikarenakan truk mengalami rem blong kerap terulang di Indonesia, terutama sepanjang 2025
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kecelakaan yang diakibatkan oleh truk, seperti malaikat pencabut nyawa. Sebab insiden ini kerap terjadi di Indonesia pada 2025.
Terkini ada kecelakaan truk kontainer di Gerbang Tol (GT) Ciawi 2 pada Kamis (04/09) dini hari tadi.
Kendaraan pengangkut tersebut diduga mengalami rem blong. Sehingga melaju tidak terkendali dan menghantam kendaraan lain di depannya.
Truk itu baru berhenti setelah terbalik akibat menabrak gardu nomor 11. Akibat peristiwa ini, satu orang penjaga gerbang tol mengalami luka-luka.
Sebelumnya kecelakaan akibat truk mengalami rem blong turut terjadi di Lampu Merah Tiban Centre, Kota Batam pada pekan lalu.
Peristiwa maut tersebut melibatkan sejumlah kendaraan. Mulai dari satu Sport Utility Vehicle (SUV) serta tiga motor.
Disebutkan kalau truk crane bernomor polisi BP 9764 ZE ingin melintasi persimpangan tersebut. Namun kendaraan besar itu dalam kecepatan tinggi.
Setibanya di lampu merah Tiban Centre, Batam truk tersebut mengalami rem blong. Sehingga menghantam sejumlah kendaraan di depannya.
Kecelakaan maut ini, turut menyebabkan satu orang wanita meregang nyawa di lokasi kejadian. Korban merupakan penumpang dari SUV yang terjepit.
Di sisi lain kecelakaan truk pembawa galon di GT Ciawi pada 5 Februari 2025 belum hilang dari ingatan masyarakat.
Pada saat itu ada delapan korban meninggal dunia. Lalu belasan mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut.
Berangkat dari sederet kejadian di atas, pemerintah dinilai tidak serius dalam meminimalisir kecelakaan karena kendaraan besar.
“Di sini kita bisa lihat, ada ketidakmampuan pemerintah dalam mengeksekusi keputusan untuk keselamatan,” ungkap Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) kepada KatadataOTO hari ini, Kamis (04/09).
Menurut Sony pemerintah tidak bisa berdiam diri melihat kecelakaan truk yang terus berulang. Bahkan memakan banyak korban jiwa.
Harus ada tindakan nyata dari para pemangku kebijakan. Tidak hanya sekadar seremonial saja dalam setiap kejadian.
“Sebagai praktisi keselamatan, saya miris melihat hal ini berulang dan sering mendapatkan berita yang sama. Seolah tidak ada action dari pemerintah,” ia melanjutkan.
Sony meminta pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) maupun kepolisian, melakukan tindakan preventif atau pencegahan.
Sehingga dapat mencegah maupun meminimalisir kecelakaan serupa terulang di masa depan. Dengan begitu masyarakat serta pengguna jalan tidak jadi korban lagi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Maret 2026, 11:44 WIB
11 Maret 2026, 09:00 WIB
03 Februari 2026, 13:00 WIB
03 Februari 2026, 07:00 WIB
06 Januari 2026, 15:24 WIB
Terkini
27 April 2026, 11:00 WIB
SUV kompak yang kerap menjadi andalan anak muda Tanah Air merujuk pada Wuling New Alvez karena fiturnya
27 April 2026, 09:10 WIB
Marco Bezzecchi tidak tergoyahkan di persaingan papan atas klasemen sementara MotoGP 2026 usai seri Spanyol
27 April 2026, 06:14 WIB
ETLE statis maupun mobile akan mendukung operasional ganjil genap Jakarta haari ini untuk mengurai kemacetan
27 April 2026, 06:01 WIB
Menjelang akhir April, SIM keliling Jakarta masih melayani perpanjangan SIM seperti biasa di lima lokasi
27 April 2026, 06:00 WIB
Kehadiran SIM keliling Bandung menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk mengurus dokumen berkendara
26 April 2026, 20:41 WIB
Alex Marquez berhasil tampil mendominasi balapan di sirkuit Jerez dalam seri lanjutan MotoGP Spanyol 2026
26 April 2026, 13:00 WIB
Konsumen Indonesia dinilai lebih menyukai mobil listrik berukuran kecil, Jetour masih melakukan studi
26 April 2026, 11:00 WIB
Changan Lumin versi 4 pintu diyakini akan menyapa Indonesia untuk konsumen yang membutuhkan ruang lebih lapang