Praktisi Tanggapi Kecelakaan McLaren: Modal Nyetir Saja Tak Cukup
11 Juli 2026, 07:00 WIB
Kecelakaan dikarenakan truk mengalami rem blong kerap terulang di Indonesia, terutama sepanjang 2025
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kecelakaan yang diakibatkan oleh truk, seperti malaikat pencabut nyawa. Sebab insiden ini kerap terjadi di Indonesia pada 2025.
Terkini ada kecelakaan truk kontainer di Gerbang Tol (GT) Ciawi 2 pada Kamis (04/09) dini hari tadi.
Kendaraan pengangkut tersebut diduga mengalami rem blong. Sehingga melaju tidak terkendali dan menghantam kendaraan lain di depannya.
Truk itu baru berhenti setelah terbalik akibat menabrak gardu nomor 11. Akibat peristiwa ini, satu orang penjaga gerbang tol mengalami luka-luka.
Sebelumnya kecelakaan akibat truk mengalami rem blong turut terjadi di Lampu Merah Tiban Centre, Kota Batam pada pekan lalu.
Peristiwa maut tersebut melibatkan sejumlah kendaraan. Mulai dari satu Sport Utility Vehicle (SUV) serta tiga motor.
Disebutkan kalau truk crane bernomor polisi BP 9764 ZE ingin melintasi persimpangan tersebut. Namun kendaraan besar itu dalam kecepatan tinggi.
Setibanya di lampu merah Tiban Centre, Batam truk tersebut mengalami rem blong. Sehingga menghantam sejumlah kendaraan di depannya.
Kecelakaan maut ini, turut menyebabkan satu orang wanita meregang nyawa di lokasi kejadian. Korban merupakan penumpang dari SUV yang terjepit.
Di sisi lain kecelakaan truk pembawa galon di GT Ciawi pada 5 Februari 2025 belum hilang dari ingatan masyarakat.
Pada saat itu ada delapan korban meninggal dunia. Lalu belasan mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut.
Berangkat dari sederet kejadian di atas, pemerintah dinilai tidak serius dalam meminimalisir kecelakaan karena kendaraan besar.
“Di sini kita bisa lihat, ada ketidakmampuan pemerintah dalam mengeksekusi keputusan untuk keselamatan,” ungkap Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) kepada KatadataOTO hari ini, Kamis (04/09).
Menurut Sony pemerintah tidak bisa berdiam diri melihat kecelakaan truk yang terus berulang. Bahkan memakan banyak korban jiwa.
Harus ada tindakan nyata dari para pemangku kebijakan. Tidak hanya sekadar seremonial saja dalam setiap kejadian.
“Sebagai praktisi keselamatan, saya miris melihat hal ini berulang dan sering mendapatkan berita yang sama. Seolah tidak ada action dari pemerintah,” ia melanjutkan.
Sony meminta pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) maupun kepolisian, melakukan tindakan preventif atau pencegahan.
Sehingga dapat mencegah maupun meminimalisir kecelakaan serupa terulang di masa depan. Dengan begitu masyarakat serta pengguna jalan tidak jadi korban lagi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Juli 2026, 07:00 WIB
29 Maret 2026, 11:44 WIB
11 Maret 2026, 09:00 WIB
03 Februari 2026, 13:00 WIB
03 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
27 Juli 2026, 06:39 WIB
SIM keliling Bandung bisa memudahkan Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara untuk golongan A dan C
27 Juli 2026, 06:38 WIB
Tersebar di lima lokasi berbeda, berikut informasi tempat, persyaratan dan biaya SIM keliling Jakarta
27 Juli 2026, 06:00 WIB
KadatadataOTO merangkum jadwal dan lokasi ganjil genap Jakarta hari ini lengkap hingga gerbang tolnya
26 Juli 2026, 22:05 WIB
IDRS ingin meningkatkan standar keselamatan pengujian pada setiap motor baru yang ada dipasarkan di Tanah Air
26 Juli 2026, 16:28 WIB
Apabila dikembangkan di masa mendatang, Geely membuka peluang menghadirkan Lynk & Co ke pasar Indonesia
25 Juli 2026, 22:44 WIB
Toyota terus menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan vokasi dengan menyumbangkan mesin mobil
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Penjualan mobil tampak kembali pulih di Juni 2026, Kemenperin yakin bisa tembus 1 juta unit di akhir 2026
25 Juli 2026, 08:00 WIB
Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia