Wholesales Motor Baru September 2026 Kian Subur, Naik 9,7 Persen
11 Oktober 2026, 09:00 WIB
Penerapan kebijakan opsen PKB dan BBNKB di beberapa daerah di Indonesia berpotensi mengalami perubahan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), kembali menjadi sorotan bagi sejumlah pihak pada 2026.
Sebab beberapa Pemerintah Provinsi (Pemprov) di Indonesia, hanya memberikan relaksasi bagi kebijakan satu ini di tahun lalu.
Sedangkan pada 2026 penerapan opsen bisa saja berubah, membuat harga motor baru bakal terkerek.
Hal ini membuat opsen BBNKB serta PKB, berpeluang kembali menghantui industri otomotif di Tanah Air.
Melihat fakta di atas, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memberikan pendapat mengenai peraturan di atas.
“Kembali kami mengimbau kepada pemerintah daerah, hati-hati kalau mau punya rencana menaikkan (opsen),” kata Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Sigit menilai kalau kondisi ekonomi di Indonesia pada 2026 belum sepenuhnya pulih. Sehingga penerapan aturan baru sangat berpengaruh.
Terutama dalam hal daya beli masyarakat. Sebab berpotensi mengalami penurunan kembali sepanjang 2026.
“Harus dipikirkan, kalau industri meradang pasti ancamannya penjualan turun,” Sigit menambahkan.
Kemudian Sigit mengatakan, kalau penjualan motor baru sampai turun maka bakal memengaruhi pendapatan daerah.
Tentu itu tidak akan baik bagi pemerintah daerah dan provinsi. Pasalnya pemasukan untuk melakukan pembangunan pasti terhambat.
“Kedua kalau terjadinya pengurangan shift ya pasti korbannya adalah karyawan,” pungkas Sigit.
Oleh sebab itu, Sigit berharap relaksasi opsen PKB dan BBNKB kembali diterapkan demi menjaga daya beli masyarakat.
Sehingga industri otomotif, terkhusus pasar kendaraan roda dua anyar bisa terjaga atau bahkan bertumbuh.
Dengan begitu dapat membawa efek positif, baik bagi industri maupun pemerintah daerah setempat.
Sebagai informasi, Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri bakal melakukan evaluasi kedua kebijakan di atas.
Evaluasi ini diharapkan bisa memberi informasi, terkait pelaksanaan opsen PKB serta BBNKB di seluruh daerah.
Termasuk juga melihat sinergi yang telah dilakukan antara pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota, dalam mengoptimalkan penerimaan pendapatan daerah.
Perlu diketahui bahwa PKB dan BBNKB, merupakan jenis pajak yang dipungut oleh pemerintah provinsi sehingga menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pungutan tersebut akan digunakan untuk membiayai pemerintahan maupun pembangunan daerah.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Oktober 2026, 09:00 WIB
12 September 2026, 11:00 WIB
12 September 2026, 08:14 WIB
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
10 Juli 2026, 11:00 WIB
Terkini
27 Oktober 2026, 13:00 WIB
Try Mandala Putra menjadi konsumen yang berhasil memenangkan hadiah utama Daihatsu Mid Year Surprise Deals
27 Oktober 2026, 11:00 WIB
Piaggio Indonesia menawarkan banyak model Vespa matic, sesuai dengan kebutuhan dan minat para konsumen
27 Oktober 2026, 09:00 WIB
Setelah Phillip Island MotoGP Australia akan beralih ke Adelaide Circuit, trek jalan raya alias street circuit
27 Oktober 2026, 07:00 WIB
Kia Carens EV dibuka keran pemesanannya dan prediksi harganya mulai dari Rp 300 jutaan hingga Rp 400 jutaan
26 Oktober 2026, 17:17 WIB
PT CSI mulai melakukan distribusi mobil listrik Chery Q, tuai respons positif sejak debutnya di GIIAS 2026
26 Oktober 2026, 15:00 WIB
Robot Humanoid AiMOGA teranyar yang dikembangkan anak perusahaan Chery Group ini memiliki banyak kemampuan
26 Oktober 2026, 14:15 WIB
Final Battle Honda Modif Contest 2026 menjadi acara yang paling mencuri perhatian di HBD Ambarawa, Jawa Tengah
26 Oktober 2026, 11:00 WIB
Periklindo berharap pemerintah turut memberikan perhatian untuk kendaraan niaga listrik agar semakin diminati