GAC Aion Kejar TKDN 60 Persen Untuk 2027
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
Mobil listrik jadi salah satu upaya menuju Net Zero Emission, dibarengi implementasi Biodiesel dan Bioetanol
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Ada beragam cara dilakukan pemerintah untuk mendukung komitmen NZE (Net Zero Emission) dalam rangka membantu mengurangi polusi udara. Mobil listrik jadi salah satu bentuk upayanya.
Hanya saja persebaran mobil listrik masih belum merata. BEV (Battery Electric Vehicle) dibanderol di kisaran Rp180 jutaan sampai Rp700 jutaan ke atas masih belum bisa menjangkau first buyer.
Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo dalam Forum Diskusi Denpasar 12 beberapa waktu lalu mengatakan, upaya menuju net zero emission perlu dilakukan secara bertahap alias butuh transisi.
“Masyarakat cukup antusias namun kembali lagi yang membeli kendaraan listrik ini umumnya bukan first time buyer,” ungkap Kukuh.
Untuk diketahui beberapa mobil listrik sudah dirakit lokal sehingga banderol bisa ditekan seperti Wuling dan Hyundai. Kukuh menyebut pangsa pasar kedua brand tersebut berbeda dilihat dari sisi harga dan kebanyakan pembeli menjadikan mobil listrik sebagai alternatif saja.
“Mereka adalah konsumen yang sudah memiliki lebih dari satu kendaraan bermotor roda empat,” ujar dia.
Memang ada beberapa alasan dibalik keraguan masyarakat mulai dari harga, layanan purnajual sampai infrastruktur. Maka dari itu perlu ada transisi secara perlahan dan ada beberapa opsi lain di samping mobil listrik.
Misalnya konsistensi penggunaan bahan bakar Bioetanol, Biodiesel. Menurut Kukuh, Indonesia bisa belajar dari keberhasilan Brazil dalam mengimplementasikan etanol.
“Biodiesel kita ini sudah paling tinggi campurannya di seluruh dunia B35. Sayangnya etanol kita masih sampai E5 walaupun mungkin sudah cukup lama lebih dari 15 tahun yang lalu diperkenalkan di Indonesia,” ujar dia.
Ia menegaskan konsistensi dalam penggunaan bahan bakar tersebut bisa membantu menurunkan emisi gas buang dan bisa mengurangi impor bahan bakar.
Pengenalan terhadap mobil listrik baik itu hybrid maupun BEV (Battery Electric Vehicle) bisa diiringi dengan pemakaian bahan bakar lebih ramah lingkungan.
“Ini hanya sebagai gambaran umum saja. Ada 75 persen kendaraan di Indonesia menggunakan gasoline, kalau bisa perkenalkan etanol itu merupakan upaya penghematan impor fossil fuel,” tegas Kukuh.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi