Perawatan Berkala Jadi Kunci Menjaga Efisiensi Kendaraan Diesel
02 Agustus 2026, 12:27 WIB
Kementerian ESDM resmi keluarkan aturan terkait spesifikasi BBM RON 95 Pertamina yang dicampur bioetanol
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 252.K/HK.02/DJM/2023. Aturan ini mengatur tentang standar serta mutu dari bensin yang telah dicampur bioetanol lima persen.
Produk ini diklaim dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sehingga lebih ramah lingkungan. Namun performa kendaraan diyakini tidak akan berkurang.
“Kepdirjen ini menetapkan serta memberlakukan ketentuan standar maupun mutu bensin dengan RON 95 dan campuran 5 persen bioetanol. Spesifikasinya ditetapkan sesuai pada lampiran, salah satunya diatur angka oktana minimal 95,” ungkap Agung Pribadi, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM (22/07).
Sejalan dengan adanya keputusan ini, PT Pertamina akan meluncurkan produk terbarunya pada akhir Juli 2023. Nantinya bensin akan memiliki spesifikasi BBM RON 95 Pertamina dicampur bioetanol lima persen yang terbuat dari molases tebu singkong.
Rencananya peluncuran dilakukan di Surabaya. Dipilihnya kota tersebut karena produsen bahan baku bioetanol lokasinya dekat yaitu di Kabupaten Mojokerto serta Malang.
Meski belum ada keterangan resmi namun beredar kabar bahwa produk dijual sesuai harga pasar yaitu sekitar Rp13.500 per liter. Nilai tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan Pertamax yang kini dibanderol Rp12.400.
Dilansir dari siaran pers Kementerian ESDM, kajian untuk mengembangkan bahan bakar ini sudah dilakukan sejak 2008. Namun sayangnya dari segi keekonomian tidak sesuai sehingga terhenti di tengah jalan.
“Presiden meminta untuk berjalan serta Perpres sudah ditandatangani. Mudah-mudahan di awal Juli kita bisa melaksanakan (komersialisasi) di wilayah yang terbatas,” Dadan Kusdiana, tutur Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) (22/06).
Sebelumnya diberitakan bahwa pabrikan mobil asal Jepang, Toyota menyambut produk baru tersebut. Mereka bahkan yakin bahwa model yang mereka jual sekarang bisa menggunakan bahan bakar tanpa kendala.
Dengan demikian masyarakat tak perlu khawatir ada penurunan performa bila menggunakan BBM tersebut. Hal ini disampaikan Anton Jimmy Suwandi, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) beberapa waktu lalu.
“Saya rasa tidak akan ada masalah pada mobil Toyota. Spesifikasi produk sudah cocok dengan E5, bahkan teknologi kami sudah sampai E100,” ungkap Anton di Malang (04/07).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Agustus 2026, 12:27 WIB
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
03 Juli 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 14:57 WIB
10 Juni 2026, 07:00 WIB
Terkini
21 Agustus 2026, 19:08 WIB
Robot Aimoga, hasil kolaborasi dengan Chery hadirkan inovasi di pameran robot di Beijing, 19-23 Agustus 2026
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
Yamaha sampai Honda terpantau tidak menaikan harga motor matic 150 cc, konsumen berkesempatan meminang unit.
21 Agustus 2026, 14:16 WIB
Changan tuai respons positif berkat Nevo Q05, kontribusinya 80 persen dari total 1.120 SPK di GIIAS 2026
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta hari ini (21/08) kembali diandalkan untuk bisa memecah kebuntuan di jalanan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih ada di lima lokasi berbeda dan melayani perpanjangan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Layanan kepolisian tidak dikendurkan jelang akhir pekan, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
BAIC mengaku memiliki rencana membangun pabrik mandiri, namun sekarang sedang fokus meningkatkan penjualan
20 Agustus 2026, 19:19 WIB
Freelander 8 tengah menjadi perbincangan para pencinta otomotif, bahkan berhasil mencatatkan 10 ribu pemesanan