Simak Lokasi Pembatasan Angkutan Barang saat Nataru 2025-2026
18 Desember 2025, 15:00 WIB
Menhub antisipasi lonjakan pemudik karena ada potensi 193 juta orang melakukan pergerakan saat Lebaran 2024
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Budi Karya Sumadi, Menhub (Menteri Perhubungan) mengungkapkan ada potensi lonjakan pemudik pada Lebaran 2024. Hal tersebut diketahui dari hasil survei yang dilakukan pihaknya bersama BPS (Badan Pusat Statistik).
Menurut data tersebut penggerakan masyarakat secara nasional berpotensi mencapai 71,7 persen. Bisa dibilang sebanyak 193,6 juta orang dari jumlah penduduk di Indonesia.
Angka di atas meningkat dibanding potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2023 yakni 123,8 juta orang.
Sehingga Menhub antisipasi lonjakan pemudik pada Lebaran 2024. Bahkan hasil survei itu sudah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta sejumlah pemangku kepentingan.
"Melihat gambaran kondisi tersebut, kami melakukan langkah persiapan baik secara operasional maupun kebijakan dalam pengendalian, pengaturan transportasi dan penanganan secara komprehensif,” ungkap Budi Karya Sumadi.
Lebih jauh Menhub menuturkan kalau pemerintah akan memberlakukan kebijakan yang efektif untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan pemudik. Sehingga kepadatan di beberapa simpul kemacetan juga ruas jalan dapat diantisipasi.
“Seperti pengaturan waktu mudik, penyelenggaraan diskon tarif transportasi massal untuk mudik lebih dini, mudik gratis, rekayasa lalu lintas, diskon tarif jalan tol hingga pengaturan lalu lintas terutama pada daerah yang beresiko terjadi kepadatan luar biasa akan kami lakukan,” tegas dia.
Sementara itu Jawa Timur menjadi daerah asal perjalan terbanyak pada Lebaran 2024. Sebab bakal ada 16,2 persen atau 31,3 juta pergerekan di sana.
Kemudian Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) sebesar 14,7 persen (28,43 juta orang). Diikuti Jawa Tengah mencapai 13,5 persen (26,11 juta orang).
Sedangkan buat daerah tujuan terbanyak, yaitu Jawa Tengah 31,8 persen (61,6 juta orang), Jawa Timur 19,4 persen (37,6 juta orang) dan Jawa Barat 16,6 persen (32,1 juta orang).
Dalam kesempatan berbeda, Irjen Pol Aan Suhanan, Kakorlantas bersama Menhub meninjau Gerbang Tol Cisumdawu Utama Km 153 juga Gerbang Tol Palimanan Km 188.
Hal itu guna memastikan pengelolaan pada saat puncak arus mudik dan balik berjalan maksimal. Sehingga dapat mengantisipasi titik-titik krusial yang ada di Gerbang Tol Cisumdawu.
“Dari cisumdawu ada dua lajur kemudian bertemu di Cipali dua lajur sehingga ini akan menjadi empat. Kami memastikan pertemuan kendaraan bisa berjalan lancar, perlambatan pun bisa dikurangi,” kata Kakorlantas.
Menurut Aan, Gerbang tol Palimanan Km 188 tetap lokasi titik krusial yang masih sering terjadi kecelakaan dan perhatian pada nanti arus mudik-balik nanti.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
18 Desember 2025, 15:00 WIB
01 Oktober 2025, 21:00 WIB
10 Mei 2025, 12:00 WIB
15 April 2025, 09:00 WIB
12 April 2025, 16:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV