Menteri PU Ungkap Trans Jawa Jadi Kunci Lancarnya Mudik Lebaran
03 April 2026, 15:39 WIB
Menhub antisipasi lonjakan pemudik karena ada potensi 193 juta orang melakukan pergerakan saat Lebaran 2024
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Budi Karya Sumadi, Menhub (Menteri Perhubungan) mengungkapkan ada potensi lonjakan pemudik pada Lebaran 2024. Hal tersebut diketahui dari hasil survei yang dilakukan pihaknya bersama BPS (Badan Pusat Statistik).
Menurut data tersebut penggerakan masyarakat secara nasional berpotensi mencapai 71,7 persen. Bisa dibilang sebanyak 193,6 juta orang dari jumlah penduduk di Indonesia.
Angka di atas meningkat dibanding potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2023 yakni 123,8 juta orang.
Sehingga Menhub antisipasi lonjakan pemudik pada Lebaran 2024. Bahkan hasil survei itu sudah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta sejumlah pemangku kepentingan.
"Melihat gambaran kondisi tersebut, kami melakukan langkah persiapan baik secara operasional maupun kebijakan dalam pengendalian, pengaturan transportasi dan penanganan secara komprehensif,” ungkap Budi Karya Sumadi.
Lebih jauh Menhub menuturkan kalau pemerintah akan memberlakukan kebijakan yang efektif untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan pemudik. Sehingga kepadatan di beberapa simpul kemacetan juga ruas jalan dapat diantisipasi.
“Seperti pengaturan waktu mudik, penyelenggaraan diskon tarif transportasi massal untuk mudik lebih dini, mudik gratis, rekayasa lalu lintas, diskon tarif jalan tol hingga pengaturan lalu lintas terutama pada daerah yang beresiko terjadi kepadatan luar biasa akan kami lakukan,” tegas dia.
Sementara itu Jawa Timur menjadi daerah asal perjalan terbanyak pada Lebaran 2024. Sebab bakal ada 16,2 persen atau 31,3 juta pergerekan di sana.
Kemudian Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) sebesar 14,7 persen (28,43 juta orang). Diikuti Jawa Tengah mencapai 13,5 persen (26,11 juta orang).
Sedangkan buat daerah tujuan terbanyak, yaitu Jawa Tengah 31,8 persen (61,6 juta orang), Jawa Timur 19,4 persen (37,6 juta orang) dan Jawa Barat 16,6 persen (32,1 juta orang).
Dalam kesempatan berbeda, Irjen Pol Aan Suhanan, Kakorlantas bersama Menhub meninjau Gerbang Tol Cisumdawu Utama Km 153 juga Gerbang Tol Palimanan Km 188.
Hal itu guna memastikan pengelolaan pada saat puncak arus mudik dan balik berjalan maksimal. Sehingga dapat mengantisipasi titik-titik krusial yang ada di Gerbang Tol Cisumdawu.
“Dari cisumdawu ada dua lajur kemudian bertemu di Cipali dua lajur sehingga ini akan menjadi empat. Kami memastikan pertemuan kendaraan bisa berjalan lancar, perlambatan pun bisa dikurangi,” kata Kakorlantas.
Menurut Aan, Gerbang tol Palimanan Km 188 tetap lokasi titik krusial yang masih sering terjadi kecelakaan dan perhatian pada nanti arus mudik-balik nanti.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 April 2026, 15:39 WIB
27 Maret 2026, 11:00 WIB
26 Maret 2026, 15:00 WIB
26 Maret 2026, 09:00 WIB
22 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
17 Mei 2026, 21:00 WIB
Hyundai mengaku enggan menaikkan harga mobil baru mereka meski banyak rintangan menghadang pasar otomotif
17 Mei 2026, 20:56 WIB
MotoGP Catalunya 2026 berlangsung dramatis, bendera merah dikibarkan dua kali dan tiga pembalap gagal finish
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Perlahan alami pemulihan, penjualan mobil di Indonesia secara retail April 2026 berhasil tembus 75.730 unit
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Ajang Toyota GR Car Meet 2026 berhasil membuktikan bahwa industri otomotif dan modifikasi Indonesia berkembang
17 Mei 2026, 11:17 WIB
Toyota GR Car Meet 2026 menjadi ajang festival mobil terbesar di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta