Masa Depan Motor Listrik Yamaha Neos Usai Diuji Coba Ojol
30 Desember 2025, 10:00 WIB
Ketika ingin mengemudikan rantis Brimob, pihak kepolisian tidak boleh asal agar tidak menimbulkan korban
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Peristiwa tewasnya pengemudi Ojek Online (Ojol) karena tertabrak Kendaraan Taktis (Rantis) Brimob terus menjadi perbincangan. Terutama setelah para pelaku memberikan kesaksian di hadapan publik.
Bripka R, sopir rantis Brimob mengaku alasan menerobos jalan hingga menabrak Affan Kurniawan, karena mereka diserang oleh para demonstran.
Membuat ia serta penumpang lain panik. Sehinga mereka memacu rantis Brimob itu dengan kecepatan tinggi.
Namun alasan Bripka R cukup dipertanyakan banyak pihak. Mereka menilai tindakan itu tidak perlu dilakukan.
"Kalau kita membahas kendaraan rantis, itu mengemudikannya susah kemudian karena bobotnya berat dan blindspot besar," ungkap Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) kepada KatadataOTO, Selasa (02/09).
Sony menjelaskan bahwa mengemudikan rantis Brimob tidak boleh sembarangan. Orang yang akan mengendarai perlu kompetensi khusus.
Seperti pemahaman terhadap kendaraan tersebut. Mulai dari dimensi, bobot hingga cara mengemudi.
Perlu diingat rantis Brimob dibekali dengan pelat besi yang tebal di seluruh bodi. Lalu ada kaca anti peluru di bagian jendela.
Akan tetapi rata-rata rantis brimob memiliki jendela tidak terlalu banyak alias minim, bahkan berukuran kecil.
Jadi menyulitkan pengendara ketika ingin memperhatikan kondisi di sekitar. Kemudian melihat berbagai objek di depan maupun samping.
"Kendaraan rantis ini sama seperti truk yang besar. Berkendaranya harus pelan serta wajib dengan teknik tinggi," lanjut Sony.
Selanjutnya Sony menerangkan, pengemudi wajib memahami kelebihan dari rantis Brimob. Seperti tahan peluru sampai ledakan.
Bahkan sejumlah rantis dilengkapi dengan ban jenis Run Flat Tyre (RFT). Memungkinkan ban tetap bisa dipakai ketika mengalami kebocoran.
"Kalau bertemu dengan pendemo tidak perlu panik. Senjata mereka paling batu, kayu sampai besi, mau dibakar juga rantis aman," Sony menambahkan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Desember 2025, 10:00 WIB
25 September 2025, 08:00 WIB
03 September 2025, 12:00 WIB
30 Agustus 2025, 07:16 WIB
29 Agustus 2025, 16:45 WIB
Terkini
01 Februari 2026, 17:17 WIB
Toyota FT 86, Vespa Corsa 125 sampai Toyota Alphard jadi tiga dari sekian koleksi kendaraan Reza Arap
01 Februari 2026, 15:00 WIB
Shell, BP AKR sampai Vivo menurunkan harga BBM untuk periode Februari 2026 dengan besaran yang berbeda
01 Februari 2026, 13:00 WIB
Toyota Motor Corporation memberi atensi lebih terhadap penjualan mereka di Indonesia yang turun signifikan
01 Februari 2026, 11:00 WIB
Penjualan Toyota group pecahkan rekor baru dan menjadi pabrikan terlaris di dunia 2025 ungguli Volkswagen
01 Februari 2026, 09:00 WIB
Tajamnya penurunan penjualan sepertinya menjadi salah satu alasan Elon Musk mengalihkan fokus Tesla ke robot
01 Februari 2026, 07:00 WIB
Melansir laman resmi Pertamina, untuk harga BBM non subsidi mengalami penurunan dengan besaran bervariasi
31 Januari 2026, 19:00 WIB
Banyak rival di pasaran, MG belum akan bawa mobil listrik murah harga Rp 200 jutaan ke pasar Indonesia
31 Januari 2026, 17:00 WIB
Gaikindo akhirnya resmi menargetkan penjualan mobil di Indonesia sebesar 850.000 unit sepanjang 2026