Pertamina Lubricants Bantu Pengemudi Ojol, Beri Layanan Ganti Oli
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Ada kemungkinan pengemudi rantis Brimob melakukan kesalahan prosedur hingga mengakibatkan Affan meninggal
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Peristiwa Kendaraan Taktis (Rantis) Brimob yang menabrak Affan Kurniawan, pengemudi Ojek Online (Ojol) terus menjadi sorotan. Apalagi setelah polisi melakukan gelar perkara kemarin, Selasa (02/09).
Menurut Divpropam Polri, di kejadian tersebut ditemukan unsur pidana. Ada pelanggaran berat dan sedang yang dilakukan oleh tujuh anggota Brimob.
Sementara itu Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas Ham) memastikan, ada pelanggaran Ham dalam kasus kematian Affan.
Kendati demikian Komnas Ham masih ingin memastikan kemungkinan dugaan kelalaian atau kesengajaan dalam aksi demo pada akhir Agustus kemarin.
Di sisi lain pengamat mengatakan kecelakaan rantis Brimob yang menewaskan Affan sejatinya bisa dicegah.
“Di dalam kendaran tim tersebut tidak boleh panik. Hubungannya adalah perilaku atau keputusan (yang diambil) impulsif,” ungkap Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) kepada KatadataOTO, Selasa (02/09).
Jusri menjelaskan bahwa tekanan dari para demonstran serta komandannya, membuat pengemudi tersebut bertindak sembrono.
Sehingga terjadinya kecelakaan yang menewaskan Affan. Oleh sebab itu baik pengemudi maupun penumpang di dalam rantis Brimob wajib memiliki ketenangan.
“Karena kita tahu kendaraan rantis Brimob itu tahan dari objek-objek tajam, bahkan peluru sampai granat sekalipun,” Jusri melanjutkan.
Selain itu Jusri juga menekankan pentingnya penerapan Standard Operating Procedure (SOP) penggunaan rantis Brimob, terkhusus saat menangani aksi demo.
Bagaimana sang pengemudi harus bertindak ketika berhadapan dengan demonstran. Lalu memahami spesifikasi dari kendaraan tersebut.
Jika semua sudah dijalankan dengan benar, maka dapat meminimalisir kejadian maut seperti pada demo kemarin.
“Di satu kecelakaan itu ada namanya penyebab langsung. Seperti kesalahan pengoperasian kendaraan, dia misal ngebut atau dalam kecepatan tinggi,” Jusri menambahkan.
Jusri pun menyayangkan kenapa rantis Brimob satu ini melaju dengan kecepatan tinggi ketika menerobos massa.
Ia juga menyebutkan kalau pihak kepolisian masih bisa melakukan investigasi secara menyeluruh. Sebab banyak kemungkinan dapat terjadi ketika Affan tewas.
“Dia (pengemudi) bisa saja melakukan pelanggaran atau SOP-nya tidak disosialisasikan dengan baik,” tegas Jusri.
Oleh sebab itu kepolisian harus harus teliti dalam menangani kasus tersebut. Sehingga bisa menemukan penyebab pasti dari kecelakaan antara rantis Brimob serta pengemudi Ojol.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
30 Desember 2025, 10:00 WIB
25 September 2025, 08:00 WIB
02 September 2025, 19:00 WIB
30 Agustus 2025, 07:16 WIB
Terkini
04 September 2026, 13:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam terselenggara di pusat perbelanjaan atas beberapa masukan dari para konsumen
04 September 2026, 11:00 WIB
Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan
04 September 2026, 09:00 WIB
Pameran IEE Series 2026 memasuki Energy Week, ikut dukung ekosistem kendaraan energi terbarukan di Indonesia
04 September 2026, 07:00 WIB
AUKSI memanfaatkan momentum hari pelanggan nasional untuk memberikan persembahan istimewa bagi peserta lelang
04 September 2026, 06:00 WIB
Masih ada lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
04 September 2026, 06:00 WIB
Salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang melayani pada pengendara sejak pagi, ada di BPR KS Wastu Kencana
04 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengendalikan jumlah kendaraan pribadi
03 September 2026, 16:46 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat menyambangi kota Batam dengan segala keunggulan masyarakat untuk bermobilitas