Masa Depan Motor Listrik Yamaha Neos Usai Diuji Coba Ojol
30 Desember 2025, 10:00 WIB
Ada kemungkinan pengemudi rantis Brimob melakukan kesalahan prosedur hingga mengakibatkan Affan meninggal
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Peristiwa Kendaraan Taktis (Rantis) Brimob yang menabrak Affan Kurniawan, pengemudi Ojek Online (Ojol) terus menjadi sorotan. Apalagi setelah polisi melakukan gelar perkara kemarin, Selasa (02/09).
Menurut Divpropam Polri, di kejadian tersebut ditemukan unsur pidana. Ada pelanggaran berat dan sedang yang dilakukan oleh tujuh anggota Brimob.
Sementara itu Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas Ham) memastikan, ada pelanggaran Ham dalam kasus kematian Affan.
Kendati demikian Komnas Ham masih ingin memastikan kemungkinan dugaan kelalaian atau kesengajaan dalam aksi demo pada akhir Agustus kemarin.
Di sisi lain pengamat mengatakan kecelakaan rantis Brimob yang menewaskan Affan sejatinya bisa dicegah.
“Di dalam kendaran tim tersebut tidak boleh panik. Hubungannya adalah perilaku atau keputusan (yang diambil) impulsif,” ungkap Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) kepada KatadataOTO, Selasa (02/09).
Jusri menjelaskan bahwa tekanan dari para demonstran serta komandannya, membuat pengemudi tersebut bertindak sembrono.
Sehingga terjadinya kecelakaan yang menewaskan Affan. Oleh sebab itu baik pengemudi maupun penumpang di dalam rantis Brimob wajib memiliki ketenangan.
“Karena kita tahu kendaraan rantis Brimob itu tahan dari objek-objek tajam, bahkan peluru sampai granat sekalipun,” Jusri melanjutkan.
Selain itu Jusri juga menekankan pentingnya penerapan Standard Operating Procedure (SOP) penggunaan rantis Brimob, terkhusus saat menangani aksi demo.
Bagaimana sang pengemudi harus bertindak ketika berhadapan dengan demonstran. Lalu memahami spesifikasi dari kendaraan tersebut.
Jika semua sudah dijalankan dengan benar, maka dapat meminimalisir kejadian maut seperti pada demo kemarin.
“Di satu kecelakaan itu ada namanya penyebab langsung. Seperti kesalahan pengoperasian kendaraan, dia misal ngebut atau dalam kecepatan tinggi,” Jusri menambahkan.
Jusri pun menyayangkan kenapa rantis Brimob satu ini melaju dengan kecepatan tinggi ketika menerobos massa.
Ia juga menyebutkan kalau pihak kepolisian masih bisa melakukan investigasi secara menyeluruh. Sebab banyak kemungkinan dapat terjadi ketika Affan tewas.
“Dia (pengemudi) bisa saja melakukan pelanggaran atau SOP-nya tidak disosialisasikan dengan baik,” tegas Jusri.
Oleh sebab itu kepolisian harus harus teliti dalam menangani kasus tersebut. Sehingga bisa menemukan penyebab pasti dari kecelakaan antara rantis Brimob serta pengemudi Ojol.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Desember 2025, 10:00 WIB
25 September 2025, 08:00 WIB
02 September 2025, 19:00 WIB
30 Agustus 2025, 07:16 WIB
29 Agustus 2025, 16:45 WIB
Terkini
02 Februari 2026, 15:00 WIB
Toyota bersama Subaru berkolaborasi kembangkan rekayasa transmisi manual buat mobil listrik, ini detailnya
02 Februari 2026, 14:16 WIB
Segera meluncur di IIMS 2026, KatadataOTO mendapatkan kesempatan langsung mencoba mobil hybrid Chery C5 CSH
02 Februari 2026, 13:00 WIB
Cargloss Racing Team berhasil tampil impresif di balap ketahanan bertajuk Pertamina 6 Hours Endurance Mandalika
02 Februari 2026, 12:00 WIB
Suzuki berhasil jadi pabrikan mobil terbesar ketiga di Jepang dengan penjualan mencapai 3,29 juta unit
02 Februari 2026, 11:00 WIB
Chery mengungkap penghapusan insentif mobil listrik berpotensi membuat penjualan turun karena harga jadi tinggi
02 Februari 2026, 10:00 WIB
Penjualan berada di bawah kompetitor, MG enggan bicara lebih detail soal target penjualannya di 2026
02 Februari 2026, 09:00 WIB
Mobil-mobil hybrid Chery memberikan benefit lebih konsumen di Indonesia sehingga banyak menjadi pilihan utama
02 Februari 2026, 08:00 WIB
Kepolisian menggelar Operasi Keselamatan Jaya 2026 demi menekan angka kecelakaan dan pelanggaran di jalan raya