Strategi Pertamina Dorong Industri Otomotif Nasional di GIIAS 2026
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
Demo di sejumlah daerah di Indonesia sangat berpotensi mengganggu jalannya proses bisnis industri otomotif
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Gelombang demonstrasi terus melanda Indonesia. Pertama berlangsung pada Senin (25/08) di Gedung DPR RI.
Masyarakat menolak tunjangan anggota DPR RI yang dianggap memiliki nilai cukup fantastis.
Kemudian demo kembali terjadi pada Kamis (27/08). Sejumlah elemen masyarakat bersatu menyuarakan pendapat mereka.
Mulai dari buruh, pelajar SMK, mahasiswa sampai pelaku Ojek Online (Ojol) menyampaikan aspirasi di Gedung DPR RI.
Demo memanas ketika tujuh orang anggota Brimob melakukan tindakan represif, dengan menabrak seorang Ojol bernama Affan Kurniawan hingga meninggal dunia.
Memancing amarah masyarakat di sejumlah daerah. Mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar hingga Yogyakarta.
Bentrokan antar massa aksi dengan kepolisian terjadi cukup sengit. Aksi saling lempar batu berlangsung sampai Jumat (29/08) malam.
Bahkan sejumlah fasilitas umum maupun gedung DPRD di beberapa wilayah dilahap si jago merah.
Bila situasi seperti ini terus berlangsung selama beberapa hari ke depan, maka akan membawa dampak negatif bagi industri seperti otomotif di Tanah Air.
"Seperti risiko gangguan rantai pasok akibat pemogokan lanjutan atau kericuhan yang dapat memperburuk ketidakpastian ekonomi," ungkap Yannes Martinus Pasaribu, pakar otomotif sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO.
Lebih jauh bila demo semakin meluas dan tidak terkendali, maka dapat menurunkan kepercayaan investor asing.
Sementara untuk jangka pendek, bisa mengganggu aktivitas produksi para manufaktur di dalam negeri.
Selain itu daya beli masyarakat juga akan turun. Sebab banyak masyarakat yang memilih buat menyimpan uang mereka dan tidak membelanjakannya hingga situasi normal.
Tentu hal itu bakal merugikan industri otomotif Indonesia. Mengingat saat ini sektor tersebut tengah berjuang untuk bangkit.
"Secara terpaksa pemerintah harus mendinginkan suasana yang berpotensi mengeskalasi ini, dengan segera menjawab berbagai tuntutan yang ada," Yannes melanjutkan.
Yannes berharap, gelombang demo di berbagai daerah di Indonesia dapat segera ditangani pihak keamanan.
Lalu situasi yang ada bisa berangsur-angsur pulih. Jadi masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.
"Semoga demo-demo yang ada dapat semakin terkendali dengan damai, tidak seperti 13 Mei 1998," Yannes menegaskan.
Sekadar mengingatkan para pabrikan mobil maupun motor di Indonesia sedang berjuang untuk bangkit.
Pasalnya sejak awal tahun pasar kendaraan roda dua serta empat mengalami kelesuan. Jadi penjualan di dalam negeri turun drastis.
Maka bila kerusuhan juga tidak mereda, otomatis para pelaku usaha di sektor otomotif kian terjepit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
30 Juli 2026, 16:49 WIB
03 Juni 2026, 20:37 WIB
18 Mei 2026, 19:17 WIB
20 Februari 2026, 16:00 WIB
Terkini
03 Agustus 2026, 11:00 WIB
Ford RMA Indonesia merilis model-model terbarunya untuk pasar otomotif Tanah Air, termahal Rp 1,2 miliar
03 Agustus 2026, 10:00 WIB
Konsep desain Suzuki XBee berpeluang diadopsi untuk model-model Suzuki lain yang sudah ada di pasar Indonesia
03 Agustus 2026, 09:00 WIB
Toyota terus berusaha menggoda para pencinta offroad, seperti dengan memberikan penyegaran pada Land Cruiser
03 Agustus 2026, 08:00 WIB
Konsumen bisa menikmati berbagai keuntungan menarik apabila melakukan pembelian mobil Daihatsu di GIIAS 2026
03 Agustus 2026, 07:00 WIB
All New Mazda CX-5 resmi meluncur di GIIIAS 2026, mobil ini dipasarkan dengan banderol mulai Rp 599 jutaan
03 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali beroperasi seperti biasa hari ini, simak daftar lokasi dan persyaratannya
03 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hadir untuk memudahkan masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
03 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini berlaku mulai pukul 06.00 pagi hingga 10.00 WIB untuk mengurai kepadatan