Automechanika Jakarta 2026 Dorong Industri Komponen Naik Kelas
24 September 2026, 21:22 WIB
Demo di sejumlah daerah di Indonesia sangat berpotensi mengganggu jalannya proses bisnis industri otomotif
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Gelombang demonstrasi terus melanda Indonesia. Pertama berlangsung pada Senin (25/08) di Gedung DPR RI.
Masyarakat menolak tunjangan anggota DPR RI yang dianggap memiliki nilai cukup fantastis.
Kemudian demo kembali terjadi pada Kamis (27/08). Sejumlah elemen masyarakat bersatu menyuarakan pendapat mereka.
Mulai dari buruh, pelajar SMK, mahasiswa sampai pelaku Ojek Online (Ojol) menyampaikan aspirasi di Gedung DPR RI.
Demo memanas ketika tujuh orang anggota Brimob melakukan tindakan represif, dengan menabrak seorang Ojol bernama Affan Kurniawan hingga meninggal dunia.
Memancing amarah masyarakat di sejumlah daerah. Mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar hingga Yogyakarta.
Bentrokan antar massa aksi dengan kepolisian terjadi cukup sengit. Aksi saling lempar batu berlangsung sampai Jumat (29/08) malam.
Bahkan sejumlah fasilitas umum maupun gedung DPRD di beberapa wilayah dilahap si jago merah.
Bila situasi seperti ini terus berlangsung selama beberapa hari ke depan, maka akan membawa dampak negatif bagi industri seperti otomotif di Tanah Air.
"Seperti risiko gangguan rantai pasok akibat pemogokan lanjutan atau kericuhan yang dapat memperburuk ketidakpastian ekonomi," ungkap Yannes Martinus Pasaribu, pakar otomotif sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO.
Lebih jauh bila demo semakin meluas dan tidak terkendali, maka dapat menurunkan kepercayaan investor asing.
Sementara untuk jangka pendek, bisa mengganggu aktivitas produksi para manufaktur di dalam negeri.
Selain itu daya beli masyarakat juga akan turun. Sebab banyak masyarakat yang memilih buat menyimpan uang mereka dan tidak membelanjakannya hingga situasi normal.
Tentu hal itu bakal merugikan industri otomotif Indonesia. Mengingat saat ini sektor tersebut tengah berjuang untuk bangkit.
"Secara terpaksa pemerintah harus mendinginkan suasana yang berpotensi mengeskalasi ini, dengan segera menjawab berbagai tuntutan yang ada," Yannes melanjutkan.
Yannes berharap, gelombang demo di berbagai daerah di Indonesia dapat segera ditangani pihak keamanan.
Lalu situasi yang ada bisa berangsur-angsur pulih. Jadi masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.
"Semoga demo-demo yang ada dapat semakin terkendali dengan damai, tidak seperti 13 Mei 1998," Yannes menegaskan.
Sekadar mengingatkan para pabrikan mobil maupun motor di Indonesia sedang berjuang untuk bangkit.
Pasalnya sejak awal tahun pasar kendaraan roda dua serta empat mengalami kelesuan. Jadi penjualan di dalam negeri turun drastis.
Maka bila kerusuhan juga tidak mereda, otomatis para pelaku usaha di sektor otomotif kian terjepit.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
24 September 2026, 21:22 WIB
23 September 2026, 22:39 WIB
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
30 Juli 2026, 16:49 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen