Pertamina Lubricants Bantu Pengemudi Ojol, Beri Layanan Ganti Oli
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Demo di sejumlah daerah di Indonesia sangat berpotensi mengganggu jalannya proses bisnis industri otomotif
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Gelombang demonstrasi terus melanda Indonesia. Pertama berlangsung pada Senin (25/08) di Gedung DPR RI.
Masyarakat menolak tunjangan anggota DPR RI yang dianggap memiliki nilai cukup fantastis.
Kemudian demo kembali terjadi pada Kamis (27/08). Sejumlah elemen masyarakat bersatu menyuarakan pendapat mereka.
Mulai dari buruh, pelajar SMK, mahasiswa sampai pelaku Ojek Online (Ojol) menyampaikan aspirasi di Gedung DPR RI.
Demo memanas ketika tujuh orang anggota Brimob melakukan tindakan represif, dengan menabrak seorang Ojol bernama Affan Kurniawan hingga meninggal dunia.
Memancing amarah masyarakat di sejumlah daerah. Mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar hingga Yogyakarta.
Bentrokan antar massa aksi dengan kepolisian terjadi cukup sengit. Aksi saling lempar batu berlangsung sampai Jumat (29/08) malam.
Bahkan sejumlah fasilitas umum maupun gedung DPRD di beberapa wilayah dilahap si jago merah.
Bila situasi seperti ini terus berlangsung selama beberapa hari ke depan, maka akan membawa dampak negatif bagi industri seperti otomotif di Tanah Air.
"Seperti risiko gangguan rantai pasok akibat pemogokan lanjutan atau kericuhan yang dapat memperburuk ketidakpastian ekonomi," ungkap Yannes Martinus Pasaribu, pakar otomotif sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO.
Lebih jauh bila demo semakin meluas dan tidak terkendali, maka dapat menurunkan kepercayaan investor asing.
Sementara untuk jangka pendek, bisa mengganggu aktivitas produksi para manufaktur di dalam negeri.
Selain itu daya beli masyarakat juga akan turun. Sebab banyak masyarakat yang memilih buat menyimpan uang mereka dan tidak membelanjakannya hingga situasi normal.
Tentu hal itu bakal merugikan industri otomotif Indonesia. Mengingat saat ini sektor tersebut tengah berjuang untuk bangkit.
"Secara terpaksa pemerintah harus mendinginkan suasana yang berpotensi mengeskalasi ini, dengan segera menjawab berbagai tuntutan yang ada," Yannes melanjutkan.
Yannes berharap, gelombang demo di berbagai daerah di Indonesia dapat segera ditangani pihak keamanan.
Lalu situasi yang ada bisa berangsur-angsur pulih. Jadi masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.
"Semoga demo-demo yang ada dapat semakin terkendali dengan damai, tidak seperti 13 Mei 1998," Yannes menegaskan.
Sekadar mengingatkan para pabrikan mobil maupun motor di Indonesia sedang berjuang untuk bangkit.
Pasalnya sejak awal tahun pasar kendaraan roda dua serta empat mengalami kelesuan. Jadi penjualan di dalam negeri turun drastis.
Maka bila kerusuhan juga tidak mereda, otomatis para pelaku usaha di sektor otomotif kian terjepit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
30 Juli 2026, 16:49 WIB
03 Juni 2026, 20:37 WIB
18 Mei 2026, 19:17 WIB
Terkini
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
SUV EV kompak Changan Nevo Q05 membuktikan keandalannya sebagai mobil listrik urban, simak ulasan lengkapnya
26 Agustus 2026, 11:59 WIB
Ford akan memproduksi SUV crossover pakai platform GEA yang saat ini juga dipakai Geely EX5 dan Starray
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Setelah libur nasional, layanan SIM keliling Jakarta kembali tersedia di lima lokasi berbeda sekitar
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen berkendara
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana