Praktisi Tanggapi Kecelakaan McLaren: Modal Nyetir Saja Tak Cukup
11 Juli 2026, 07:00 WIB
Kementerian Perhubungan siap pakai teknologi baru guna kurangi risiko kecelakaan seperti di tol Cipularang
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kementerian Perhubungan mengembangkan regulasi baru dengan memanfaatkan teknologi setelah terjadinya kecelakaan pada tol Cipularang beberapa waktu lalu. Mereka akan menggunakan Intelligent Transportation Systems (ITS) yang belakangan sudah dimanfaatkan di beberapa titik.
Dengan teknologi tersebut maka diharapkan pengaturan lalu lintas bisa lebih mudah, menghindari kepadatan dan mengurangi risiko kecelakaan.
"Rencana ini termasuk penggunaan sistem pemantauan berteknologi baru seperti Intelligent Transportation Systems (ITS). Tujuannya adalah membantu manajemen lalu lintas, pengawasan kecepatan kendaraan hingga mencegah kecelakaan di jalan raya," ungkap Risyapudin Nursin, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, dilansir Antara (13/11).
Perlu diketahui bahwa ITS mengintegrasikan teknologi pada manajemen dan operasi sistem transportasi sehingga pengelolaan lalu lintas jadi lebih efisien. Dengan demikian kelancaran arus lalu lintas bisa terjaga serta berdampak langsung pada pengurangan emisi kendaraan maupun keselamatan.
Dalam melakukan pengawasan sebenarnya Kementerian Perhubungan sudah memanfaatkan banyak teknologi. Salah satunya adalah Weigth In Motion (WIM) yang berada di beberapa lokasi seperti terminal, jembatan timbang hingga jalan raya.
"Dengan WIM maka kendaraan akan langsung diketahui identitas, ukuran dan beban atau muatan yang diangkut tanpa harus dihentikan. Sehingga bisa meminimalisir kendaraan Over Loading Over Dimension," ujarnya.
Dia pun menyampaikan bahwa teknologi seperti e-Ticketing dan pemantauan real-time juga sedang diperkenalkan untuk meningkatkan pengawasan serta efisiensi operasional kendaraan umum.
Selanjutnya, untuk optimalisasi Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah, lanjut Risyapudin, Kemenhub telah menerapkan Teknologi System Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe) Full Cyvle.
Teknologi itu berguna dalam meminimalisir terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan Uji Berkala Kendaraan Bermotor dalam meningkatkan pemenuhan kendaraan bermotor yang memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.
Namun seluruh teknologi tersebut tetap tidak optimal bila masyarakat enggan mematuhi aturan. Oleh sebab itu diharapkan melalui peningkatakan kualitas pengawasan pun diharapkan dapat memberi efek jera pada para pelanggar sehingga ke depan aturan bisa lebih terpenuhi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Juli 2026, 07:00 WIB
29 Maret 2026, 11:44 WIB
11 Maret 2026, 09:00 WIB
03 Februari 2026, 13:00 WIB
03 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
07 September 2026, 06:00 WIB
Hari ini kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk membantu masyarakat di wilayah Kota Kembang
07 September 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa melakukan perjalanan di jalan Ibu Kota dengan nyaman, simak puluhan titik ganjil genap Jakarta
06 September 2026, 12:15 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi tempat mengekspresikan bakat, wadah berkumpul masyarakat dan komunitas
06 September 2026, 01:22 WIB
BYD terus memperkuat komitmen mereka untuk memajukan industri otomotif di Indonesia usai mendirikan pabrik
05 September 2026, 19:21 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi wadah silaturahmi dan unjuk kreativitas masyarakat dan anak-anak muda
05 September 2026, 17:00 WIB
Harga Mitsubishi Pajero terbaru terungkap, jadi gambaran banderol untuk pasar Indonesia di masa mendatang
05 September 2026, 15:00 WIB
Lexus NX, salah satu model terlaris Lexus di pasar global kini telah mendapatkan sejumlah permbaruan
05 September 2026, 14:16 WIB
Ajang Daihatsu Kumpul Sahabat Batam berlangsung sampai 6 September, banyak anak muda terlibat meramaikan