Baru Meluncur, 10 Ribu Unit MG S5 EV Ditarik dari Pasaran
24 Juli 2026, 20:22 WIB
Jokowi bagikan kendaraan listrik ke sejumlah SMK di Bengkulu karena dinilai memiliki fasilitas praktek minim
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Presiden Joko Widodo atau biasa disapa Jokowi bagikan kendaraan listrik ke Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kabupaten Bengkulu Tengah. Langkah ini dilakukan setelah dirinya melihat betapa minimnya fasilitas untuk praktek di sekolah kejuruan.
Terlebih untuk kendaraan listrik terbilang masih jauh dari kata cukup. Padahal fasilitas tersebut dibutuhkan guna meningkatkan daya saing lulusan agar bisa diserap oleh industri khususnya otomotif.
"Saya sudah melihat fasilitas untuk praktik masih sangat kurang sekali. Nanti dikirimkan kendaraan baru, juga electric vehiclenya baik mobil maupun motor," ungkap Jokowi di Bengkulu (20/07).
Disitat dari Antara, ia berharap dengan adanya fasilitas baru tersebut maka para siswa bisa lebih banyak belajar terkait industri khususnya kendaraan listrik.
"Saya kirim yang baru, agar bisa dipelajari di sekolah sesuai dengan kondisi lapangan. Termasuk electric vehicle nanti saya kirim satu-satu," tegasnya.
Pemerintah memang tengah berupaya mempercepat perkembangan kendaraan listrik di Indonesia. Beragam cara sudah dilakukan mulai dari mengundang pabrikan otomotif untuk mendirikan pabrik hingga memberi insentif pada pelanggan.
Hasil itu pun terbilang cukup positif karena sejumlah merek mobil mulai memproduksi kendaraan listrik di Tanah Air. Mulai dari Hyundai, Wuling dan yang terbaru adalah DFSK serta Seres.
Angka penjualannya belakangan ini semakin bertambah dari waktu ke waktu. Berdasarkan data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) whole sales mobil listrik sepanjang semester 1 2023 mencapai 5.849 unit.
Jumlah tersebut naik 1.081 persen dibanding periode yang sama pada 2022. Ketika itu hanya ada 495 unit mobil listrik berhasil terjual.
Sayangnya dukungan itu rupanya tidak diimbangi oleh peningkatan edukasi para siswa SMK di Indonesia. Padahal mereka adalah calon teknisi yang akan digunakan oleh pabrikan dalam melakukan perawatan.
Tentunya langkah tersebut diharapkan bisa memudahkan masyarakat dalam melakukan perawatan kendaraan listrik. Kemudian secara bertahap kepercayaan terhadap mobil atau motor listrik bisa meningkat sehingga cita-cita pemerintah dalam menciptakan lingkungan bersih dapat terwujud.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 Juli 2026, 20:22 WIB
19 Juli 2026, 12:00 WIB
16 Juli 2026, 07:00 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
14 Juli 2026, 22:00 WIB
Terkini
26 Juli 2026, 16:28 WIB
Apabila dikembangkan di masa mendatang, Geely membuka peluang menghadirkan Lynk & Co ke pasar Indonesia
25 Juli 2026, 22:44 WIB
Toyota terus menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan vokasi dengan menyumbangkan mesin mobil
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Penjualan mobil tampak kembali pulih di Juni 2026, Kemenperin yakin bisa tembus 1 juta unit di akhir 2026
25 Juli 2026, 08:00 WIB
Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia
24 Juli 2026, 23:00 WIB
SUV PHEV DFSK E5 Plus sudah mulai dirakit lokal di pabrik Cikande, ditawarkan dengan harga Rp 500 jutaan
24 Juli 2026, 22:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid dibekali beberapa fitur terkini guna memberikan sensasi berkendara yang berbeda
24 Juli 2026, 21:00 WIB
Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2026 baru saja digelar dan diikuti 69 peserta dari seluruh Indonesia
24 Juli 2026, 20:22 WIB
Mobil listrik MG S5 EV memiliki potensi overheating, ada ribuan unit yang mulai ditarik dari pasaran