Polytron Matangkan Peluncuran Mobil Listrik Baru di Tahun Ini
11 Maret 2026, 19:00 WIB
Jokowi bagikan kendaraan listrik ke sejumlah SMK di Bengkulu karena dinilai memiliki fasilitas praktek minim
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Presiden Joko Widodo atau biasa disapa Jokowi bagikan kendaraan listrik ke Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kabupaten Bengkulu Tengah. Langkah ini dilakukan setelah dirinya melihat betapa minimnya fasilitas untuk praktek di sekolah kejuruan.
Terlebih untuk kendaraan listrik terbilang masih jauh dari kata cukup. Padahal fasilitas tersebut dibutuhkan guna meningkatkan daya saing lulusan agar bisa diserap oleh industri khususnya otomotif.
"Saya sudah melihat fasilitas untuk praktik masih sangat kurang sekali. Nanti dikirimkan kendaraan baru, juga electric vehiclenya baik mobil maupun motor," ungkap Jokowi di Bengkulu (20/07).
Disitat dari Antara, ia berharap dengan adanya fasilitas baru tersebut maka para siswa bisa lebih banyak belajar terkait industri khususnya kendaraan listrik.
"Saya kirim yang baru, agar bisa dipelajari di sekolah sesuai dengan kondisi lapangan. Termasuk electric vehicle nanti saya kirim satu-satu," tegasnya.
Pemerintah memang tengah berupaya mempercepat perkembangan kendaraan listrik di Indonesia. Beragam cara sudah dilakukan mulai dari mengundang pabrikan otomotif untuk mendirikan pabrik hingga memberi insentif pada pelanggan.
Hasil itu pun terbilang cukup positif karena sejumlah merek mobil mulai memproduksi kendaraan listrik di Tanah Air. Mulai dari Hyundai, Wuling dan yang terbaru adalah DFSK serta Seres.
Angka penjualannya belakangan ini semakin bertambah dari waktu ke waktu. Berdasarkan data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) whole sales mobil listrik sepanjang semester 1 2023 mencapai 5.849 unit.
Jumlah tersebut naik 1.081 persen dibanding periode yang sama pada 2022. Ketika itu hanya ada 495 unit mobil listrik berhasil terjual.
Sayangnya dukungan itu rupanya tidak diimbangi oleh peningkatan edukasi para siswa SMK di Indonesia. Padahal mereka adalah calon teknisi yang akan digunakan oleh pabrikan dalam melakukan perawatan.
Tentunya langkah tersebut diharapkan bisa memudahkan masyarakat dalam melakukan perawatan kendaraan listrik. Kemudian secara bertahap kepercayaan terhadap mobil atau motor listrik bisa meningkat sehingga cita-cita pemerintah dalam menciptakan lingkungan bersih dapat terwujud.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Maret 2026, 19:00 WIB
11 Maret 2026, 13:00 WIB
11 Maret 2026, 07:00 WIB
09 Maret 2026, 15:00 WIB
09 Maret 2026, 11:26 WIB
Terkini
11 Maret 2026, 20:39 WIB
MPV ramah lingkungan Wuling Darion PHEV jadi opsi menarik buat masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik
11 Maret 2026, 19:00 WIB
Kehadiran mobil listrik baru Polytron, diharapkan bisa menggairahkan pasar kendaraan roda empat di Indonesia
11 Maret 2026, 18:00 WIB
Penjualan motor listrik Alva diklaim mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya meski harganya lebih tinggi
11 Maret 2026, 17:00 WIB
Keinginan BYD untuk bergabung dengan Formula 1 demi semakin memperkenalkan brand mereka ke seluruh dunia
11 Maret 2026, 15:00 WIB
Diler Xpeng Pluit jadi salah satu strategi pabrikan untuk memperluas jangkauan pasar dan permudah konsumen
11 Maret 2026, 13:00 WIB
Tanpa insentif mobil listrik impor, harga BYD Atto 1 dipertahankan di bawah Rp 200 jutaan di Maret 2026
11 Maret 2026, 11:00 WIB
Jetour T2 buktikan kekuatan rangka dengan menopang bobot lebih dari 300 kg dan juga terdapat fitur terkini
11 Maret 2026, 09:00 WIB
Fatalitas dalam kecelakaan di jalan raya dapat ditekan dengan sinergitas beberapa pihak dan peran publik