Menteri PU Ungkap Trans Jawa Jadi Kunci Lancarnya Mudik Lebaran
03 April 2026, 15:39 WIB
Menhub sudah melakukan survei dan mengetahui tanggal berapa akan terjadi puncak arus mudik Lebaran 2025
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Jutaan masyarakat bakal pulang ke kampung halaman pada Lebaran 2025. Pemerintah pun telah melakukan berbagai persiapan.
Satu di antaranya dengan menggelar survei guna mengetahui pergerakan masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman.
"Hasil survei menunjukan, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-3 atau 28 Maret 2025," ungkap Dudy Purwagandhi, Menhub (Menteri Perhubungan) di Antara, Sabtu (15/03).
Menurut Dudy terdapat potensi jumlah pergerakan masyarakat sampai 12,1 juta orang dengan penerapan kebijakan WFA (Work Form Anywhere) saat puncak arus mudik Lebaran 2025.
Sementara puncak arus balik diprediksi bakal terjadi pada H+5 atau lebih tepatnya 6 April 2025. Dengan potensi pergerakan sampai 31,49 juta orang.
Jika diakumulasi pergerakan masyarakat selama libur Lebaran 2025, menyentuh angka 146,48 juta jiwa. Jumlah tersebut setara dengan 52 persen dari total penduduk Indonesia.
Dudy pun telah melaporkan hasil survei di atas kepada Presiden Prabowo Subianto. Lalu juga ke para pemangku kepentingan.
Seperti DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), Kementerian/lembaga, pemerintah daerah, Kepolisian RI, BUMN hingga pihak swasta.
"Langkah ini kami lakukan jauh-jauh hari guna memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan balik Lebaran 2025 dengan selamat, nyaman serta lancar," tegas Menhub.
Di sisi lain terkait daerah tujuan perjalanan mudik Lebaran 2025 terbanyak adalah Jawa Tengah dengan 36,6 juta orang setara 25 persen.
Jawa Timur ada di tempat kedua, sebesar 27,4 juta atau 18,7 persen. Jawa Barat 22,1 juta orang atau 15,1 persen.
Yogyakarta juga menjadi tujuan bagi 9,4 juta atau 6,4 persen pemudik tahun ini. Terakhir Sumatera Utara sebesar 6,2 juta orang setara 4,2 persen.
Berangkat dari data di atas, Menhub pun mengaku kalau mereka bakal menerapkan sejumlah kebijakan pada mudik Lebaran 2025.
Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi terjadinya lonjakan pemudik yang berpotensi besar menyebabkan kepadatan di sejumlah simpul transportasi dan ruas jalan, baik tol maupun arteri.
"Beberapa di antaranya meliputi penerapan kebijakan WFA, penyelenggaraan mudik gratis hingga pengaturan lalu lintas khususnya pada daerah-daerah yang berisiko tinggi mengalami kemacetan," kata Dudy.
Sekadar mengingatkan akan ada rekayasa lalu lintas pada Lebaran 2025. Mulai dari penerapan one way, contraflow sampai ganjil genap di beberapa lokasi.
Dengan begitu perjalanan masyarakat ketika pulang ke kampung halaman diharapkan dapat lebih lancar dan aman.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 April 2026, 15:39 WIB
27 Maret 2026, 11:00 WIB
26 Maret 2026, 15:00 WIB
26 Maret 2026, 09:00 WIB
22 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan