Simak Lokasi Pembatasan Angkutan Barang saat Nataru 2025-2026
18 Desember 2025, 15:00 WIB
Menhub sudah melakukan survei dan mengetahui tanggal berapa akan terjadi puncak arus mudik Lebaran 2025
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Jutaan masyarakat bakal pulang ke kampung halaman pada Lebaran 2025. Pemerintah pun telah melakukan berbagai persiapan.
Satu di antaranya dengan menggelar survei guna mengetahui pergerakan masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman.
"Hasil survei menunjukan, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-3 atau 28 Maret 2025," ungkap Dudy Purwagandhi, Menhub (Menteri Perhubungan) di Antara, Sabtu (15/03).
Menurut Dudy terdapat potensi jumlah pergerakan masyarakat sampai 12,1 juta orang dengan penerapan kebijakan WFA (Work Form Anywhere) saat puncak arus mudik Lebaran 2025.
Sementara puncak arus balik diprediksi bakal terjadi pada H+5 atau lebih tepatnya 6 April 2025. Dengan potensi pergerakan sampai 31,49 juta orang.
Jika diakumulasi pergerakan masyarakat selama libur Lebaran 2025, menyentuh angka 146,48 juta jiwa. Jumlah tersebut setara dengan 52 persen dari total penduduk Indonesia.
Dudy pun telah melaporkan hasil survei di atas kepada Presiden Prabowo Subianto. Lalu juga ke para pemangku kepentingan.
Seperti DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), Kementerian/lembaga, pemerintah daerah, Kepolisian RI, BUMN hingga pihak swasta.
"Langkah ini kami lakukan jauh-jauh hari guna memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan balik Lebaran 2025 dengan selamat, nyaman serta lancar," tegas Menhub.
Di sisi lain terkait daerah tujuan perjalanan mudik Lebaran 2025 terbanyak adalah Jawa Tengah dengan 36,6 juta orang setara 25 persen.
Jawa Timur ada di tempat kedua, sebesar 27,4 juta atau 18,7 persen. Jawa Barat 22,1 juta orang atau 15,1 persen.
Yogyakarta juga menjadi tujuan bagi 9,4 juta atau 6,4 persen pemudik tahun ini. Terakhir Sumatera Utara sebesar 6,2 juta orang setara 4,2 persen.
Berangkat dari data di atas, Menhub pun mengaku kalau mereka bakal menerapkan sejumlah kebijakan pada mudik Lebaran 2025.
Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi terjadinya lonjakan pemudik yang berpotensi besar menyebabkan kepadatan di sejumlah simpul transportasi dan ruas jalan, baik tol maupun arteri.
"Beberapa di antaranya meliputi penerapan kebijakan WFA, penyelenggaraan mudik gratis hingga pengaturan lalu lintas khususnya pada daerah-daerah yang berisiko tinggi mengalami kemacetan," kata Dudy.
Sekadar mengingatkan akan ada rekayasa lalu lintas pada Lebaran 2025. Mulai dari penerapan one way, contraflow sampai ganjil genap di beberapa lokasi.
Dengan begitu perjalanan masyarakat ketika pulang ke kampung halaman diharapkan dapat lebih lancar dan aman.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
18 Desember 2025, 15:00 WIB
01 Oktober 2025, 21:00 WIB
10 Mei 2025, 12:00 WIB
15 April 2025, 09:00 WIB
14 April 2025, 17:00 WIB
Terkini
05 Januari 2026, 11:00 WIB
Sejumlah proyek strategis milik pemerintah yang ingin dijalankan dipercaya membawa efek bagi pasar motor baru
05 Januari 2026, 10:00 WIB
Harga mobil hybrid di RI belum mengalami penyesuaian, ada model baru Toyota dan varian anyar Chery Tiggo 8
05 Januari 2026, 09:00 WIB
Gakindo berharap penjualan pasar mobil baru di dalam negeri bisa segera bangkit, terutama untuk periode 2026
05 Januari 2026, 08:00 WIB
Julian Johan berhasil selesaikan SS 1 Rally Dakar 2026 setelah melintasi perjalanan 365 km yang penuh tantangan
05 Januari 2026, 07:00 WIB
Biaya pembuatan dan perpanjang SIM di Indonesia masih belum mengalami perubahan apapun dari pemerintah
05 Januari 2026, 06:00 WIB
Demi melayani kebutuhan masyarakat, kepolisian menghadirkan dua lokasi SIM keliling Bandung pada hari ini
05 Januari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali digelar hari ini untuk mengantisipasi macet setelah warga Ibu Kota kembali beraktivitas
05 Januari 2026, 06:00 WIB
Ada lima lokasi fasilitas SIM keliling Jakarta yang beroperasi hari ini, pemohon perlu bawa dokumen pelengkap