Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Hyundai mengaku enggan menaikkan harga mobil baru mereka meski banyak rintangan menghadang pasar otomotif
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar otomotif menemui banyak sandungan di Mei 2025. Mulai dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Kemudian harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi juga naik signifikan. Banderol bahan baku plastik turut terkerek.
Lalu ada usulan perubahan skema insentif untuk sektor otomotif, membuat pola konsumsi masyarakat bakal berubah.
Kendati demikian, Hyundai Motors Indonesia (HMID) enggan mengubah strategi mereka. Termasuk soal menaikkan harga mobil baru dalam waktu dekat.
“Tergantung dari naiknya harga bensin atau harga bahan bakar tersebut. Kalau harga bahan bakar naik cukup signifikan dan nilai tukar mata uang juga naik, kita akan kombinasi itu semua menjadi yang namanya harga mobil,” ungkap Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer HMID di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Pria yang kerap disapa Frans itu menjelaskan bahwa, saat ini seluruh produsen otomotif nasional tengah berupaya menjaga momentum pasar.
Sejumlah strategi dilakukan, mulai dari peluncuran produk baru hingga pemberian insentif kepada konsumen guna menjaga daya beli.
“Sekarang seluruh pemain yang ada di dalam industri otomotif Indonesia sebetulnya lagi berusaha untuk meramaikan market,” Frans melanjutkan.
Memang tidak bisa dipungkiri, tekanan ekonomi global turut menjadi perhatian Hyundai. Terkhusus melemahnya rupiah yang sempat berada di kisaran Rp 17.500 per 1 dolar Amerika Serikat.
Menurut Frans, secara teori ekonomi kondisi tersebut biasanya diikuti kenaikan bunga pembiayaan kendaraan.
Kendati demikian, Hyundai menilai pemerintah masih berupaya menjaga stabilitas ekonomi di dalam negeri.
Ia menyoroti kebijakan suku bunga acuan yang tetap dijaga di level relatif rendah, sebagai sinyal agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.
“Namun kita melihat pemerintah tetap berupaya menjaga BI Rate pada level 4,75 persen, artinya ada upaya agar ekonomi tetap berputar,” tegas Frans.
Sebagai informasi, pasar kendaraan roda empat di Indonesia terpantau menunjukkan kinerja cukup positif.
Mengolah data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) pada April 2026 tercatat mencapai 80.776 unit.
Angka di atas meningkat sekitar 55 persen secara tahunan dibandingkan April 2025 yang hanya 52.108 unit.
Sementara itu, penjualan ritel juga mencatat pertumbuhan signifikan. Sukses menyentuh angka 75.730 unit atau naik 30,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 58.174 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
19 Juni 2026, 17:00 WIB
17 Juni 2026, 11:00 WIB
13 Juni 2026, 20:27 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
Terkini
01 Juli 2026, 09:51 WIB
Dijual Rp 1 miliar, Toyota Hilux BEV diimpor utuh dari Thailand dan menyasar konsumen yang lebih terbatas
01 Juli 2026, 07:00 WIB
Fabio Quartararo dan Alex Rins resmi mengakhiri masa bakti mereka bersama tim pabrikan Yamaha musim ini
01 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi secara penuh di awal bulan demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini 1 Juli 2026, ada beberapa aturan baru yang diterapkan
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Mengawali Juli 2026, layanan SIM keliling Jakarta kembali mengakomodir perpanjangan masa berlaku SIM
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit