Penjualan Mobil April 2026 Alami Kenaikan 13,7 Persen
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Hyundai mengaku enggan menaikkan harga mobil baru mereka meski banyak rintangan menghadang pasar otomotif
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar otomotif menemui banyak sandungan di Mei 2025. Mulai dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Kemudian harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi juga naik signifikan. Banderol bahan baku plastik turut terkerek.
Lalu ada usulan perubahan skema insentif untuk sektor otomotif, membuat pola konsumsi masyarakat bakal berubah.
Kendati demikian, Hyundai Motors Indonesia (HMID) enggan mengubah strategi mereka. Termasuk soal menaikkan harga mobil baru dalam waktu dekat.
“Tergantung dari naiknya harga bensin atau harga bahan bakar tersebut. Kalau harga bahan bakar naik cukup signifikan dan nilai tukar mata uang juga naik, kita akan kombinasi itu semua menjadi yang namanya harga mobil,” ungkap Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer HMID di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Pria yang kerap disapa Frans itu menjelaskan bahwa, saat ini seluruh produsen otomotif nasional tengah berupaya menjaga momentum pasar.
Sejumlah strategi dilakukan, mulai dari peluncuran produk baru hingga pemberian insentif kepada konsumen guna menjaga daya beli.
“Sekarang seluruh pemain yang ada di dalam industri otomotif Indonesia sebetulnya lagi berusaha untuk meramaikan market,” Frans melanjutkan.
Memang tidak bisa dipungkiri, tekanan ekonomi global turut menjadi perhatian Hyundai. Terkhusus melemahnya rupiah yang sempat berada di kisaran Rp 17.500 per 1 dolar Amerika Serikat.
Menurut Frans, secara teori ekonomi kondisi tersebut biasanya diikuti kenaikan bunga pembiayaan kendaraan.
Kendati demikian, Hyundai menilai pemerintah masih berupaya menjaga stabilitas ekonomi di dalam negeri.
Ia menyoroti kebijakan suku bunga acuan yang tetap dijaga di level relatif rendah, sebagai sinyal agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.
“Namun kita melihat pemerintah tetap berupaya menjaga BI Rate pada level 4,75 persen, artinya ada upaya agar ekonomi tetap berputar,” tegas Frans.
Sebagai informasi, pasar kendaraan roda empat di Indonesia terpantau menunjukkan kinerja cukup positif.
Mengolah data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) pada April 2026 tercatat mencapai 80.776 unit.
Angka di atas meningkat sekitar 55 persen secara tahunan dibandingkan April 2025 yang hanya 52.108 unit.
Sementara itu, penjualan ritel juga mencatat pertumbuhan signifikan. Sukses menyentuh angka 75.730 unit atau naik 30,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 58.174 unit.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
17 Mei 2026, 17:00 WIB
15 Mei 2026, 21:21 WIB
14 Mei 2026, 20:18 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
17 Mei 2026, 20:56 WIB
MotoGP Catalunya 2026 berlangsung dramatis, bendera merah dikibarkan dua kali dan tiga pembalap gagal finish
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Perlahan alami pemulihan, penjualan mobil di Indonesia secara retail April 2026 berhasil tembus 75.730 unit
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Ajang Toyota GR Car Meet 2026 berhasil membuktikan bahwa industri otomotif dan modifikasi Indonesia berkembang
17 Mei 2026, 11:17 WIB
Toyota GR Car Meet 2026 menjadi ajang festival mobil terbesar di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif