Penjualan Merek Mobil Mewah Juli 2026, Kompak Turun
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Hyundai mengaku enggan menaikkan harga mobil baru mereka meski banyak rintangan menghadang pasar otomotif
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar otomotif menemui banyak sandungan di Mei 2025. Mulai dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Kemudian harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi juga naik signifikan. Banderol bahan baku plastik turut terkerek.
Lalu ada usulan perubahan skema insentif untuk sektor otomotif, membuat pola konsumsi masyarakat bakal berubah.
Kendati demikian, Hyundai Motors Indonesia (HMID) enggan mengubah strategi mereka. Termasuk soal menaikkan harga mobil baru dalam waktu dekat.
“Tergantung dari naiknya harga bensin atau harga bahan bakar tersebut. Kalau harga bahan bakar naik cukup signifikan dan nilai tukar mata uang juga naik, kita akan kombinasi itu semua menjadi yang namanya harga mobil,” ungkap Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer HMID di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Pria yang kerap disapa Frans itu menjelaskan bahwa, saat ini seluruh produsen otomotif nasional tengah berupaya menjaga momentum pasar.
Sejumlah strategi dilakukan, mulai dari peluncuran produk baru hingga pemberian insentif kepada konsumen guna menjaga daya beli.
“Sekarang seluruh pemain yang ada di dalam industri otomotif Indonesia sebetulnya lagi berusaha untuk meramaikan market,” Frans melanjutkan.
Memang tidak bisa dipungkiri, tekanan ekonomi global turut menjadi perhatian Hyundai. Terkhusus melemahnya rupiah yang sempat berada di kisaran Rp 17.500 per 1 dolar Amerika Serikat.
Menurut Frans, secara teori ekonomi kondisi tersebut biasanya diikuti kenaikan bunga pembiayaan kendaraan.
Kendati demikian, Hyundai menilai pemerintah masih berupaya menjaga stabilitas ekonomi di dalam negeri.
Ia menyoroti kebijakan suku bunga acuan yang tetap dijaga di level relatif rendah, sebagai sinyal agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.
“Namun kita melihat pemerintah tetap berupaya menjaga BI Rate pada level 4,75 persen, artinya ada upaya agar ekonomi tetap berputar,” tegas Frans.
Sebagai informasi, pasar kendaraan roda empat di Indonesia terpantau menunjukkan kinerja cukup positif.
Mengolah data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) pada April 2026 tercatat mencapai 80.776 unit.
Angka di atas meningkat sekitar 55 persen secara tahunan dibandingkan April 2025 yang hanya 52.108 unit.
Sementara itu, penjualan ritel juga mencatat pertumbuhan signifikan. Sukses menyentuh angka 75.730 unit atau naik 30,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 58.174 unit.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
05 Agustus 2026, 19:00 WIB
01 Agustus 2026, 07:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda