ASEAN NCAP Tegaskan Pentingnya ABS Pada Sepeda Motor

ASEAN NCAP tegaskan pentingnya ABS pada sepeda motor untuk meningkatkan keselamatan berkendara di jalan

ASEAN NCAP Tegaskan Pentingnya ABS Pada Sepeda Motor

TRENOTO – Selain manusia, keselamatan berkendara sebenarnya juga ditentukan oleh beberapa faktor lain termasuk kendaraan. Oleh karena itu ASEAN NCAP kerap menyampaikan pentingnya ABS pada sepeda motor dan mobil.

Penyematan rem Anti-lock braking system atau ABS dinilai sangat membantu dalam meningkatkan keselamatan berkendara. Pasalnya pengendara bisa lebih mudah mengendalikan motor saat melakukan pengereman mendadak.

“ABS yang merupakan inovasi sistem pengereman guna menghindari penguncian roda saat penghentian laju secara mendadak. Berkat ini maka motor dapat terjaga kestabilannya serta membantu pengendara agar tidak terjatuh,” Adrianto Wiyono, Technical Committee ASEAN NCAP.

Photo : Kymco

Sayangnya pentingnya ABS pada sepeda motor belum menggerakkan pemerintah untuk mewajibkan pabrikan menyematkannya di semua kendaraan. Padahal di beberapa negara lain seperti Thailand dan Malaysia fitur tersebut sudah harus disematkan sebelum dijual ke masyarakat.

Selain itu harganya terbilang lebih tinggi dibandingkan varian standar. Sehingga banyak dari masyarakat memilih untuk membeli motor tanpa fitur keselamatan tersebut.

Baca juga : Diskon Yamaha Nmax 155 Rp4 Jutaan di Jakarta Fair 2023

Sebagai contoh Yamaha Nmax Connected ABS dijual dibanderol Rp35.75 juta, lebih mahal Rp2.8 jutaan dibanding varian Connected yang hanya Rp32.8 jutaan. Selisihnya semakin melebar bila dibandingkan tipe terbawah karena bisa dibeli dengan dana Rp32.8 jutaan.

“Harapannya teknologi ini menjadi semakin terjangkau serta dapat diimplementasikan di Indonesia terutama pada sepeda motor. Penggunaan ABS diiringi edukasi yang tepat dalam akan diharapkan penurunan angka kecelakaan bisa menurun,” tutup Adrianto.

Sebelumnya diberitakan bahwa kecelakaan lalu lintas di Indonesia pada 2022 telah mencapai 137.851 kasus. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebesar 103.645 kasus dan 2020 sebanyak 100.028 kasus.

Photo : TrenOto

Dari jumlah itu, angka fatalitasnya pun terbilang besar yaitu mencapai 27.000 juta jiwa per tahun atau setara 3 hingga 4 orang meninggal setiap jamnya. Dari jumlah tersebut, 70 persen kecelakaan melibatkan sepeda motor.

Ironisnya, pelaku kecelakaan terbesar di 2022 adalah mereka yang berusia produktif yaitu 17-21 tahun dengan jumlah 20.321 orang di 2022. Sementara usia 22-29 menjadi pelaku terbanyak yaitu 20.265 orang.


Terkini

news
Tol Japek II Selatan Mulai Dibuka Hari Ini, Tidak Dipungut Biaya

Tol Japek II Selatan Mulai Dibuka Hari Ini, Tidak Dipungut Biaya

Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini

news
Tarif tol

Jasa Marga Bebaskan Tarif Tol Saat Arus Balik, Simak Aturannya

Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik

mobil
Nissan

Nissan Jual Pabrik Pada Renault Demi Selamatkan Perusahaan

Nissan jual pabrik mereka di India pada Renault demi selamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan

mobil
Modal Jetour X50e EV Gaet Minat Konsumen Tanah Air

Modal Jetour X50e EV Gaet Minat Konsumen Tanah Air

Jetour X50e EV siap dipasarkan di Indonesia tahun ini, disebut telah didesain menyesuaikan kebutuhan konsumen

otosport
MotoGP Amerika 2025

Drama MotoGP Amerika 2025: Bos Trackhouse Mau Ada Aturan Tegas

MotoGP Amerika 2025 sempat tertunda 10 menit akibat Marc Marquez, bos Trackhouse minta kejelasan aturan

mobil
Harus Ada SIM Khusus Mobil Listrik, Demi Kurangi Angka Kecelakaan

Harus Ada SIM Khusus Mobil Listrik, Demi Kurangi Angka Kecelakaan

Agar mengurangi angka kecelakaan, pihak kepolisian diminta membuat SIM khusus pengemudi mobil listrik

news
Harga BBM Shell, BP AKR sampai Vivo Turun pada Awal April 2025

Harga BBM Shell, BP AKR sampai Vivo Turun pada Awal April 2025

Mengawali April 2025, harga BBM di seluruh SPBU milik swasta mengalami penurunan dengan jumlah bervariasi

news
Arus balik Lebaran 2025

Hindari Puncak Arus Balik, Jangan Sembarangan Pilih Tanggal

Kepolisian memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 terjadi di akhir pekan, masyarakat diminta waspada