Praktisi Tanggapi Kecelakaan McLaren: Modal Nyetir Saja Tak Cukup
11 Juli 2026, 07:00 WIB
Meskipun menuai pro dan kontra, studi menunjukkan peluang rem ABS menurunkan angka kecelakaan motor di RI
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kecelakaan lalu lintas di Indonesia saat ini masih didominasi oleh sepeda motor. Seperti dijabarkan pada data IRSMS (Integrated Road Safety Management System) dari Korlantas Polri.
Ada 79.220 kecelakaan lalu lintas di 2024, data dikumpulkan sampai 5 Agustus 2024. Tentu jadi capaian mengkhawatirkan karena naik dibandingkan periode sama tahun lalu.
Ada berbagai langkah perlu dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan. Salah satunya adalah wacana pemakaian teknologi ABS (Anti-lock Braking System) pada sepeda motor, meskipun berpotensi membuat harga jual motor jadi lebih mahal.
Namun keberadaan teknologi itu diklaim bisa membantu menurunkan angka kecelakaan motor. Hal ini dibuktikan lewat studi yang dilakukan oleh UP2M Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
Karena data kecelakaan di Indonesia belum sampai ke informasi jejak pengereman, analisis dilakukan pakai metode proyeksi berbasis data RASSI (Road Accident Sampling System India).
India dipilih karena diklaim punya karakteristik serupa Indonesia dalam beberapa variabel kunci seperti kepadatan lalu lintas, jenis infrastruktur jalan, tingkat kesadaran berkendara sampai jumlah kendaraan roda dua.
Harapannya metode tersebut dapat memberikan gambaran akurat soal peluang mengurangi kecelakaan lewat penggunaan ABS pada motor.
“Jika semua motor dilengkapi dengan ABS, sebanyak 8.000 orang per tahun bisa dihindarkan dari kecelakaan lalu lintas,” kata Tri Tjahjono, Ketua Tim Kajian dari Polar UI dalam siaran resminya, dikutip Selasa (5/11).
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ada manfaat signifikan dari penggunaan ABS di sepeda motor. Ini dapat mengurangi peluang kecelakaan motor seperti tabrakan belakang, menabrak pejalan kaki sampai kecelakaan saat mendahului kendaraan lain.
Dalam hasil kajian juga dipaparkan bahwa kecelakaan motor tabrak belakang bisa dikurangi sampai 38 persen apabila ada peran rem ABS.
“Penyematan rem ABS akan membuat kendaraan mengalami pengereman dengan lebih stabil,” tegas Tri.
Untuk itu pemerintah didorong melakukan revisi PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan ataupun mengusulkan ketentuan spesifik soal ABS namun di tingkat peraturan menteri.
Hal ini juga didukung oleh Kementerian Perhubungan. Karena aturan yang sifatnya mendesak bisa diatur dalam waktu cepat melalui Peraturan Menteri tanpa menunggu revisi UU.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Juli 2026, 07:00 WIB
29 Maret 2026, 11:44 WIB
11 Maret 2026, 09:00 WIB
03 Februari 2026, 13:00 WIB
03 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat