Kecelakaan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Diklaim Turun
29 Maret 2026, 11:44 WIB
Meskipun menuai pro dan kontra, studi menunjukkan peluang rem ABS menurunkan angka kecelakaan motor di RI
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kecelakaan lalu lintas di Indonesia saat ini masih didominasi oleh sepeda motor. Seperti dijabarkan pada data IRSMS (Integrated Road Safety Management System) dari Korlantas Polri.
Ada 79.220 kecelakaan lalu lintas di 2024, data dikumpulkan sampai 5 Agustus 2024. Tentu jadi capaian mengkhawatirkan karena naik dibandingkan periode sama tahun lalu.
Ada berbagai langkah perlu dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan. Salah satunya adalah wacana pemakaian teknologi ABS (Anti-lock Braking System) pada sepeda motor, meskipun berpotensi membuat harga jual motor jadi lebih mahal.
Namun keberadaan teknologi itu diklaim bisa membantu menurunkan angka kecelakaan motor. Hal ini dibuktikan lewat studi yang dilakukan oleh UP2M Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
Karena data kecelakaan di Indonesia belum sampai ke informasi jejak pengereman, analisis dilakukan pakai metode proyeksi berbasis data RASSI (Road Accident Sampling System India).
India dipilih karena diklaim punya karakteristik serupa Indonesia dalam beberapa variabel kunci seperti kepadatan lalu lintas, jenis infrastruktur jalan, tingkat kesadaran berkendara sampai jumlah kendaraan roda dua.
Harapannya metode tersebut dapat memberikan gambaran akurat soal peluang mengurangi kecelakaan lewat penggunaan ABS pada motor.
“Jika semua motor dilengkapi dengan ABS, sebanyak 8.000 orang per tahun bisa dihindarkan dari kecelakaan lalu lintas,” kata Tri Tjahjono, Ketua Tim Kajian dari Polar UI dalam siaran resminya, dikutip Selasa (5/11).
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ada manfaat signifikan dari penggunaan ABS di sepeda motor. Ini dapat mengurangi peluang kecelakaan motor seperti tabrakan belakang, menabrak pejalan kaki sampai kecelakaan saat mendahului kendaraan lain.
Dalam hasil kajian juga dipaparkan bahwa kecelakaan motor tabrak belakang bisa dikurangi sampai 38 persen apabila ada peran rem ABS.
“Penyematan rem ABS akan membuat kendaraan mengalami pengereman dengan lebih stabil,” tegas Tri.
Untuk itu pemerintah didorong melakukan revisi PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan ataupun mengusulkan ketentuan spesifik soal ABS namun di tingkat peraturan menteri.
Hal ini juga didukung oleh Kementerian Perhubungan. Karena aturan yang sifatnya mendesak bisa diatur dalam waktu cepat melalui Peraturan Menteri tanpa menunggu revisi UU.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 Maret 2026, 11:44 WIB
11 Maret 2026, 09:00 WIB
03 Februari 2026, 13:00 WIB
03 Februari 2026, 07:00 WIB
06 Januari 2026, 15:24 WIB
Terkini
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil
01 April 2026, 13:00 WIB
Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026
01 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif