EV Farizon SV Masuk ke Sektor Transportasi Antar Kota
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Pemberian insentif EV untuk mendorong daya beli di era elektrifikasi harus dibarengi pengembangan ekosistem
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Indonesia sedang memasuki era transisi dari kendaraan konvensional jadi bertenaga listrik yang lebih ramah lingkungan. Saat ini sudah ada lebih banyak pilihan model kendaraan listrik bisa jadi pilihan untuk masyarakat.
Untuk mobil dua di antaranya mendapatkan insentif atau potongan pajak dari pemerintah khusus Wuling Air ev dan Hyundai Ioniq 5. Diketahui kedua model tersebut berhak mendapatkan subsidi karena memenuhi persyaratan TKDN (tingkat kandungan dalam negeri).
Sedangkan untuk motor listrik 13 merek mendapatkan potongan harga diberikan secara langsung sebesar Rp7 juta, berlaku juga untuk motor konversi. Hanya saja peminatnya bisa dibilang masih sepi.
Tentu saja ada beberapa faktor berperan penting di belakang ini. Lembaga manajemen konsultan dan jasa bisnis Arthur D. Little atau ADL menyebut bahwa masih perlu ada keseimbangan antara pemberian subsidi dengan pengembangan infrastruktur seperti charging station.
Hal tersebut disampaikan oleh Andreas Schlosser, Partner & Global Head of Automotive ADL di sela acara Unleashing Indonesia’s Electric Mobility Potential di The Westin Jakarta.
Menurutnya bantuan kendaraan listrik sendiri tidak cukup. Karena pada akhirnya pengguna tetap melihat kemudahan seperti pengisian daya khususnya jika kendaraan dipakai harian atau rutin.
“Pemberian insentif EV harus dibarengi pengembangan infrastruktur, berjalan secara paralel. Ini adalah satu-satunya cara untuk mengembangkan market di Indonesia,” ungkap Andreas merespon pertanyaan TrenOto, Selasa (1/8).
Saat ini Norwegia menjadi negara yang memimpin dalam hal adopsi kendaraan listrik. Andreas memaparkan bahwa Norwegia memiliki strategi untuk mewujudkan hal itu yakni pemberian insentif kendaraan listrik diiringi perkembangan ekosistem untuk meyakinkan konsumen.
“Secara global kebanyakan insentif hanya ditujukan untuk kendaraannya. Jika dilakukan bersamaan insentif insfrastruktur kendaran listrik akan lebih baik dan Indonesia masih punya kesempatan di situ,” tegasnya.
Indonesia sendiri menempati peringkat ke-10 untuk negara yang siap memasuki era elektrifikasi di kategori Emerging EV Markets. Posisinya tepat berada di atas India.
ADL menyebut bahwa pada kategori tersebut ekosistem mumpuni jadi salah satu pertimbangan penting buat konsumen ketika akan beralih menggunakan EV (electric vehicle).
Namun Norwegia menempati posisi tertinggi di mana konsumen lebih berminat untuk menggunakan kendaraan listrik ketimbang ICE atau konvensional.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
24 April 2026, 15:00 WIB
13 April 2026, 09:00 WIB
10 April 2026, 15:04 WIB
06 April 2026, 08:37 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika