Bocoran Terbaru BYD Atto 1 Generasi Kedua
28 September 2026, 17:49 WIB
Logo Neta pada kantor pusat mereka di Shanghai dicopot karena masa sewa sudah habis dan akan pindah ke lokasi baru
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Logo Neta dicopot dari kantor pusatnya di Shanghai. Para pekerja yang membongkar papan nama tersebut menggunakan beragam peralatan dan hanya menyisakan jejak samar setelah setelah melakukan tugasnya.
Dilansir dari Carnewschina, perusahaan mengaku bahwa pencopotan dilakukan karena masa sewa sudah berakhir sejak bulan lalu. Saat ini mereka tengah bersiap untuk pindah ke kantor baru, hanya saja lokasinya belum sebutnya.
Neta Auto sendiri sebenarnya sempat dianggap sebagai salah satu perusahan kendaraan listrik sukses. Pasalnya mereka cukup cepat dalam melakukan pengembangan pasar ke beberapa negara asing termasuk Thailand dan Indonesia.
Namun kini perusahaan berkutat dengan perebutan kekuasaan yang berpotensi menentukan jalannya bisnis ke depannya. Bahkan Hozon New Energy Automobile selaku induk perusahaan tengah bergerak untuk mengadakan rapat dewan direksi guna mencopot Fang Yunzhou dari peran gandanya sebagai chairman dan CEO.
Perkembangan tersebut terjadi saat perusahaan tengah bergulat dengan kerugian, terputusnya rantai pasokan dan penutupan pabrik.
Hal ini tentu mengagetkan karena Fang sebenarnya merupakan salah satu pendiri perusahaan. Ia bahkan sempat dinilai sebagai pemimpin inovatif.
Sayangnya dirinya menghadapi kritik keras dari pemegang saham karena penanganannya dalam keuangan dan strategi perisahaan. Mereka yang sebelumnya mendukung kini mengalami kerugian hingga 18,3 miliar yuan dan rasio utang hingga 217 persen.
Berdasarkan informasi, utang belum belum dibayar pada pemasok sudah di atas 6 miliar yuan. Akibatnya beberapa komponen pun tidak lagi dikirim termasuk baterai dari CATL.
Beratnya situasi Neta pun tak hanya dirasakan di China. Pasalnya di beberapa negara lain seperti Indonesia, kondisinya pun penuh tantangan.
Berdasarkan data Gaikindo, sejak Januari 2025 Neta Auto Indonesia masih belum memproduksi satu unit kendaraan pun. Padahal pabrikan asal Cina tersebut masih cukup aktif dalam menjual mobilnya.
Pada April 2025 misalnya, retail sales mereka mencapai angka 50 unit. Angka tersebut turun dibandingkan bulan sebelumnya yang cuma 57 unit sehingga total mobil dikirim ke pelanggan dalam empat bulan pertama adalah 205 unit.
Sementara wholesalesnya sendiri pada April 2025 adalah sebanyak 52 unit atau turun tipis dibanding bulan sebelumnya sebanyak 55 unit. Total mobil yang berhasil dikirim dari pabrik ke diler adalah 250 unit.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
28 September 2026, 17:49 WIB
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
Terkini
29 September 2026, 07:00 WIB
Marc Marquez memiliki bekal penting untuk keluar sebagai pemenang di MotoGP Jepang 2026 di Sirkuit Motegi
29 September 2026, 06:00 WIB
Guna meminimalisir kesalahan pengendara di kawasan maupun jalan protokol di jalan Ibu Kota, diterapkan ganjil genap Jakarta
29 September 2026, 06:00 WIB
Agar mengurus dokumen berkendara lebih mudah, masyarakat disarankan untuk mendatangi SIM keliling Bandung
28 September 2026, 21:01 WIB
Bintang Chemical Indonesia melakukan peletakan batu pertama, siap punya pabrik cat belkote baru di Indonesia
28 September 2026, 17:49 WIB
BYD Atto 1 generasi terbaru siap hadir dengan berbagai ubahan mayor, baik pada eksterior maupun jantung pacu
28 September 2026, 12:39 WIB
Di tengah ramainya model baru yang ditawarkan di Indonesia, Mitsubishi Pajero Sport masih menjadi andalan
28 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, berikut biaya dan lokasinya
28 September 2026, 06:00 WIB
Para pengguna mobil pribadi yang hendak melintas jalan protokol Ibu Kota, simak titik Ganjil Genap Jakarta