iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Logo Neta pada kantor pusat mereka di Shanghai dicopot karena masa sewa sudah habis dan akan pindah ke lokasi baru
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Logo Neta dicopot dari kantor pusatnya di Shanghai. Para pekerja yang membongkar papan nama tersebut menggunakan beragam peralatan dan hanya menyisakan jejak samar setelah setelah melakukan tugasnya.
Dilansir dari Carnewschina, perusahaan mengaku bahwa pencopotan dilakukan karena masa sewa sudah berakhir sejak bulan lalu. Saat ini mereka tengah bersiap untuk pindah ke kantor baru, hanya saja lokasinya belum sebutnya.
Neta Auto sendiri sebenarnya sempat dianggap sebagai salah satu perusahan kendaraan listrik sukses. Pasalnya mereka cukup cepat dalam melakukan pengembangan pasar ke beberapa negara asing termasuk Thailand dan Indonesia.
Namun kini perusahaan berkutat dengan perebutan kekuasaan yang berpotensi menentukan jalannya bisnis ke depannya. Bahkan Hozon New Energy Automobile selaku induk perusahaan tengah bergerak untuk mengadakan rapat dewan direksi guna mencopot Fang Yunzhou dari peran gandanya sebagai chairman dan CEO.
Perkembangan tersebut terjadi saat perusahaan tengah bergulat dengan kerugian, terputusnya rantai pasokan dan penutupan pabrik.
Hal ini tentu mengagetkan karena Fang sebenarnya merupakan salah satu pendiri perusahaan. Ia bahkan sempat dinilai sebagai pemimpin inovatif.
Sayangnya dirinya menghadapi kritik keras dari pemegang saham karena penanganannya dalam keuangan dan strategi perisahaan. Mereka yang sebelumnya mendukung kini mengalami kerugian hingga 18,3 miliar yuan dan rasio utang hingga 217 persen.
Berdasarkan informasi, utang belum belum dibayar pada pemasok sudah di atas 6 miliar yuan. Akibatnya beberapa komponen pun tidak lagi dikirim termasuk baterai dari CATL.
Beratnya situasi Neta pun tak hanya dirasakan di China. Pasalnya di beberapa negara lain seperti Indonesia, kondisinya pun penuh tantangan.
Berdasarkan data Gaikindo, sejak Januari 2025 Neta Auto Indonesia masih belum memproduksi satu unit kendaraan pun. Padahal pabrikan asal Cina tersebut masih cukup aktif dalam menjual mobilnya.
Pada April 2025 misalnya, retail sales mereka mencapai angka 50 unit. Angka tersebut turun dibandingkan bulan sebelumnya yang cuma 57 unit sehingga total mobil dikirim ke pelanggan dalam empat bulan pertama adalah 205 unit.
Sementara wholesalesnya sendiri pada April 2025 adalah sebanyak 52 unit atau turun tipis dibanding bulan sebelumnya sebanyak 55 unit. Total mobil yang berhasil dikirim dari pabrik ke diler adalah 250 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat