Changan Optimistis Mobil REEV Diminati di Daerah
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Logo Neta pada kantor pusat mereka di Shanghai dicopot karena masa sewa sudah habis dan akan pindah ke lokasi baru
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Logo Neta dicopot dari kantor pusatnya di Shanghai. Para pekerja yang membongkar papan nama tersebut menggunakan beragam peralatan dan hanya menyisakan jejak samar setelah setelah melakukan tugasnya.
Dilansir dari Carnewschina, perusahaan mengaku bahwa pencopotan dilakukan karena masa sewa sudah berakhir sejak bulan lalu. Saat ini mereka tengah bersiap untuk pindah ke kantor baru, hanya saja lokasinya belum sebutnya.
Neta Auto sendiri sebenarnya sempat dianggap sebagai salah satu perusahan kendaraan listrik sukses. Pasalnya mereka cukup cepat dalam melakukan pengembangan pasar ke beberapa negara asing termasuk Thailand dan Indonesia.
Namun kini perusahaan berkutat dengan perebutan kekuasaan yang berpotensi menentukan jalannya bisnis ke depannya. Bahkan Hozon New Energy Automobile selaku induk perusahaan tengah bergerak untuk mengadakan rapat dewan direksi guna mencopot Fang Yunzhou dari peran gandanya sebagai chairman dan CEO.
Perkembangan tersebut terjadi saat perusahaan tengah bergulat dengan kerugian, terputusnya rantai pasokan dan penutupan pabrik.
Hal ini tentu mengagetkan karena Fang sebenarnya merupakan salah satu pendiri perusahaan. Ia bahkan sempat dinilai sebagai pemimpin inovatif.
Sayangnya dirinya menghadapi kritik keras dari pemegang saham karena penanganannya dalam keuangan dan strategi perisahaan. Mereka yang sebelumnya mendukung kini mengalami kerugian hingga 18,3 miliar yuan dan rasio utang hingga 217 persen.
Berdasarkan informasi, utang belum belum dibayar pada pemasok sudah di atas 6 miliar yuan. Akibatnya beberapa komponen pun tidak lagi dikirim termasuk baterai dari CATL.
Beratnya situasi Neta pun tak hanya dirasakan di China. Pasalnya di beberapa negara lain seperti Indonesia, kondisinya pun penuh tantangan.
Berdasarkan data Gaikindo, sejak Januari 2025 Neta Auto Indonesia masih belum memproduksi satu unit kendaraan pun. Padahal pabrikan asal Cina tersebut masih cukup aktif dalam menjual mobilnya.
Pada April 2025 misalnya, retail sales mereka mencapai angka 50 unit. Angka tersebut turun dibandingkan bulan sebelumnya yang cuma 57 unit sehingga total mobil dikirim ke pelanggan dalam empat bulan pertama adalah 205 unit.
Sementara wholesalesnya sendiri pada April 2025 adalah sebanyak 52 unit atau turun tipis dibanding bulan sebelumnya sebanyak 55 unit. Total mobil yang berhasil dikirim dari pabrik ke diler adalah 250 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 18:48 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
Terkini
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memudahkan para pengendara motor dan mobil
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Hari ini fasilitas SIM keliling Jakarta masih dibuka seperti biasa melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini akan berlaku mulai pagi dan kembali aktif pada sore hari untuk mengurai kemacetan