Chery QQ3 EV Meluncur, Rival Aion UT Harga Rp 100 Jutaan
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Logo Neta pada kantor pusat mereka di Shanghai dicopot karena masa sewa sudah habis dan akan pindah ke lokasi baru
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Logo Neta dicopot dari kantor pusatnya di Shanghai. Para pekerja yang membongkar papan nama tersebut menggunakan beragam peralatan dan hanya menyisakan jejak samar setelah setelah melakukan tugasnya.
Dilansir dari Carnewschina, perusahaan mengaku bahwa pencopotan dilakukan karena masa sewa sudah berakhir sejak bulan lalu. Saat ini mereka tengah bersiap untuk pindah ke kantor baru, hanya saja lokasinya belum sebutnya.
Neta Auto sendiri sebenarnya sempat dianggap sebagai salah satu perusahan kendaraan listrik sukses. Pasalnya mereka cukup cepat dalam melakukan pengembangan pasar ke beberapa negara asing termasuk Thailand dan Indonesia.
Namun kini perusahaan berkutat dengan perebutan kekuasaan yang berpotensi menentukan jalannya bisnis ke depannya. Bahkan Hozon New Energy Automobile selaku induk perusahaan tengah bergerak untuk mengadakan rapat dewan direksi guna mencopot Fang Yunzhou dari peran gandanya sebagai chairman dan CEO.
Perkembangan tersebut terjadi saat perusahaan tengah bergulat dengan kerugian, terputusnya rantai pasokan dan penutupan pabrik.
Hal ini tentu mengagetkan karena Fang sebenarnya merupakan salah satu pendiri perusahaan. Ia bahkan sempat dinilai sebagai pemimpin inovatif.
Sayangnya dirinya menghadapi kritik keras dari pemegang saham karena penanganannya dalam keuangan dan strategi perisahaan. Mereka yang sebelumnya mendukung kini mengalami kerugian hingga 18,3 miliar yuan dan rasio utang hingga 217 persen.
Berdasarkan informasi, utang belum belum dibayar pada pemasok sudah di atas 6 miliar yuan. Akibatnya beberapa komponen pun tidak lagi dikirim termasuk baterai dari CATL.
Beratnya situasi Neta pun tak hanya dirasakan di China. Pasalnya di beberapa negara lain seperti Indonesia, kondisinya pun penuh tantangan.
Berdasarkan data Gaikindo, sejak Januari 2025 Neta Auto Indonesia masih belum memproduksi satu unit kendaraan pun. Padahal pabrikan asal Cina tersebut masih cukup aktif dalam menjual mobilnya.
Pada April 2025 misalnya, retail sales mereka mencapai angka 50 unit. Angka tersebut turun dibandingkan bulan sebelumnya yang cuma 57 unit sehingga total mobil dikirim ke pelanggan dalam empat bulan pertama adalah 205 unit.
Sementara wholesalesnya sendiri pada April 2025 adalah sebanyak 52 unit atau turun tipis dibanding bulan sebelumnya sebanyak 55 unit. Total mobil yang berhasil dikirim dari pabrik ke diler adalah 250 unit.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
31 Maret 2026, 17:00 WIB
31 Maret 2026, 11:00 WIB
31 Maret 2026, 09:47 WIB
27 Maret 2026, 20:00 WIB
26 Maret 2026, 20:07 WIB
Terkini
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026
01 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif
01 April 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
01 April 2026, 06:00 WIB
Di awal April 2026, SIM keliling Jakarta tetap melayani pemohon yang ingin memperpanjang masa berlaku
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan
31 Maret 2026, 11:00 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan