First Drive BAIC T1 Tangerang-Bandung, Crossover EV yang Lincah
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
MAB Gandeng Mata Cahaya Timur untuk menggarap pasar Sulawesi, Maluku dan Papua yang diklaim memiliki potensi besar
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – PT MAB Distributor Indonesia resmi menggandeng PT Mata Cahaya Timur untuk memperluas jaringan mereka ke Sulawesi, Maluku dan Papua. Dengan demikian diharapkan pelanggan di kawasan Indonesia timur bisa lebih mudah mendapatkan layanan perusahaan.
Nantinya PT Mata Cahaya Timur yang berpusat di Kendari akan membangun diler berkonsep 3S (Sales, Service dan Sparepart). Mereka tidak hanya bertanggung jawab atas kegiatan penjualan kendaraan tapi juga penyediaan layanan purna jual serta suku cadang resmi.
“Penetapan PT Mata Cahaya Timur mencerminkan komitmen kami dalam memperluas jaringan distribusi kendaraan listrik nasional. Kami meyakini bahwa ketersediaan infrastruktur layanan yang terpadu dan andal merupakan pondasi utama dalam mempercepat adopsi EV secara berkelanjutan,” ungkap Jaka Perwira Rahmansyah, Direktur Utama PT MAB Distributor Indonesia (24/06/2025.
Penunjukan PT mata Cahaya Timur sebagai distributor MAB di Indonesia pun diklaim tidak sembarangan. Pihaknya mengklaim sudah melakukan pemeriksaan guna memastikan kesiapan perusahaan.
Terlebih kerja sama ini bakal berlangsung cukup lama yaitu mencapai dua tahun. Ada pun produk yang akan dipasarkan oleh PT Mata Cahaya Timur antara lain Electric Heavy Truck 6x4, Electric Heavy Truck 8x4, Electric Double Cabin dan Motor Listrik Electro.
Dipilihnya kendaraan tersebut karena belakangan ini banyak pelaku usaha yang mengeluhkan tingginya biaya bahan bakar. Situasi itu membuat PT MAB berinisiatif untuk menjawab tantangan.
“Kami melihat ada potensi besar di kawasan tersebut khususnya dari perusahaan-perusahaan tambang karena adanya kenaikan harga BBM. Jadi solusi untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan kendaraan listrik sehingga biaya transportasi jadi lebih ringan,” ungkap Kelik Irwantono, CEO PT Mobil Anak Bangsa.
Ia pun menambahkan bahwa pada tahap awal, mereka akan menjadikan kawasan Sulawesi sebagai tulang punggung karena tingginya produksi nikel. Namun pasar tentunya berpotensi untuk bertambah lagi karena kawasan tambang di daerah lain seperti Kalimantan juga terus berkembang.
“Bukan tidak menutup kemungkinan kawasan lain juga akan tumbuh seperti di Kalimantan dan sekitarnya,” ungkas Kelik.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Terkini
03 September 2026, 09:00 WIB
Jika dilihat Marc Marquez memang belum pernah menyelesaikan satu pun balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok
03 September 2026, 07:00 WIB
Pemberian insentif motor listrik masih belum menemui kepastian di September 2026, Kementerian ESDM buka suara
03 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa dimanfaatkan jika Anda ingin memperpanjang masa berlaku dokumen berkendara hari ini
03 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini kembali dimulai sejak pukul 06.00 WIB dan sistem hadir kembali sore 16.00 WIB
03 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta dapat melayani perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, berikut lokasinya
02 September 2026, 19:52 WIB
Pertamina menaikan harga BBM jenis Pertamax Green menjadi Rp 19.150 per liter yang berlaku mulai hari ini
02 September 2026, 15:00 WIB
Lombardi Auto Indonesia kembali menghadirkan inovasi terbarunya melalui unit Toyota HiAce Premio Ultimate
02 September 2026, 13:23 WIB
Belum lama ini Kaspersky melaporkan bahwa, head unit android yang ada pada mobil berpotensi diserang malware