Wholesales Motor Baru Turun Tipis di Mei 2026, Ekspor Naik
09 Juni 2026, 22:58 WIB
Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), menyebut, penjualan motor sepanjang 2021 meningkat 38 persen
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia, membuat daya beli masyarakat mengalami penurunan sepanjang 2020. Hal ini berdampak pada penjualan motor.
Seperti dilansir data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan motor secara wholesales (pabrik ke dealer) sepanjang 2020 hanya mencatatkan angka 3.660.616 juta unit.
Jumlah tersebut mengalami penurunan hingga 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 6.487.460 juta unit.
Sejalan dengan perbaikan yang terjadi sepanjang 2021, penjualan motor juga mengalami peningkatan hingga 38 persen dibandingkan 2020. Data yang sama menunjukan, penjualan motor berhasil mencapai 5.057.516 tahun lalu.
Kenaikan yang terjadi menjadi buktinya adanya perbaikan di sektor otomotif. Terlebih sepeda motor tak mendapatkan insentif PPnBM seperti kendaraan roda empat.
Terlihat penjualan terbanyak tahun lalu terjadi pada Maret. Khusus bulan ketiga tersebut, penjualan motor berhasil menembus 521.424 unit.
Distribusi terbanyak selanjutnya terjadi pada April dengan angka 472.889 unit, disusul Agustus dengan penjualan 470.065 kendaraan.
Dari tiga model yang ditawarkan, skuter matik (skutik) masih mendominasi penjualan dengan pangsa pasar mencapai 87,58 persen. Selanjutnya terdapat segmen sport dengan pangsa pasar 6,12 persen dan bebek 6,3 persen.
Selain di dalam negeri, penjualan ekspor juga mengalami peningkatan. Kenaikan 14 persen berhasil diraih karena penjualan menyentuh 803.931 unit pada 2021
Terdapat lima merek kendaraan yang terdaftar menjadi anggota, Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala mengatakan, potensi peningkatan penjualan sepeda motor di 2022 masih bisa terjadi. Terlebih pertumbuhan tahun lalu cukup signifikan.
"Kami harapkan tren positif ini berlanjut ke 2022, yang kami prediksi akan tumbuh 2 hingga 8 persen atau 5,1 juta hingga 5,4 juta unit. Ini akan memberikan multiplier effect yang positif buat industri terkait,” kata Sigit beberapa waktu lalu.
Kendati pasar motor domestik belum pulih seutuhnya, Sigit menilai, kemampuan pemerintah mengendalikan Covid-19 mampu mendorong kepercayaan masyarakat untuk melakukan mobilitas.
Hal ini diharapkan mampu berdampak positif pada daya beli masyarakat.
“Tahun depan kami tetap memiliki tantangan terutama untuk mengelola dampak kenaikan PPN 11 persen yang berpotensi menaikkan harga jual. Selain itu, kami harapkan harga komoditi juga bisa kondusif,” ujarnya
Kenaikan positif diharapkan juga terjadi pada ekspor. Asosiasi memprediksi, permintaan sepeda motor baru dari luar negeri akan meningkat 15 hingga 20 persen dibandingkan tahun lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Juni 2026, 22:58 WIB
12 Mei 2026, 19:21 WIB
12 April 2026, 07:00 WIB
11 Maret 2026, 18:00 WIB
09 Maret 2026, 17:00 WIB
Terkini
02 Juli 2026, 23:16 WIB
Gresini Racing mengusung Joan Mir dan Daniel Holgado untuk menghadapi persaingan era baru MotoGP 2027
02 Juli 2026, 20:00 WIB
Changan Deepal S05 REEV dan EV masih akan berstatus impor utuh dari Thailand, baru akan CKD apabila laris
02 Juli 2026, 19:03 WIB
Buat kaum urban, Hyundai New Creta diklaim cocok untuk menjawab kebutuhan mobilitas sehari-hari di perkotaan
02 Juli 2026, 16:19 WIB
All New TVS Callisto 110 menawarkan berbagai ubahan demi memanjakan para konsumen dan dijual Rp 19 jutaan
02 Juli 2026, 13:55 WIB
Mazda akan merilis 6e sedan ev terbaru yang dikembangkan bareng Changan Automobile dengan jarak tempuh 560 km
02 Juli 2026, 09:00 WIB
Mini Overland yang dilakukan Kagama 4X4 Adventure kali ini diikuti sekitar 70 mobil peserta di hari jadi kelima
02 Juli 2026, 07:01 WIB
Astra Daihatsu Motor mengusung empat pilar dalam menjalan komitmen mereka dala program CSR perusahaan
02 Juli 2026, 06:20 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta hari ini 2 Juli 2026 kembali diberlakukan untuk bisa sedikit memecah kebuntuan