Joan Mir Pisah dengan Honda di 2027, Diisukan ke Gresini
23 Mei 2026, 09:57 WIB
Tingginya angka pajak kendaraan, akan membuat harga motor baru melambung dan tidak terjangkau masyarakat
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Permintaan motor baru di Indonesia masih akan stabil pada 2026. Bahkan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) telah menentukan target tahun ini.
Mereka ingin ada 6,4 juta unit sampai 6,7 juta unit berhasil dijual oleh Astra Honda Motor (AHM), Suzuki, Yamaha, Kawasaki sampai TVS.
Akan tetapi menurut AISI, ada beberapa hal yang menjadi faktor penentu dalam pertumbuhan pasar kendaraan roda dua anyar.
“Kalau buat industri motor bensin, perpajakan itu jangan sampai ada perubahan,” ungkap Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Sigit menjelaskan, jika ada kenaikan pajak kendaraan bermotor (PKB) maka akan memengaruhi harga jual kendaraan.
Bila hal tersebut sampai terjadi, maka permintaan sepeda motor baru di Tanah Air pada 2026 bakal terdampak.
Masyarakat akan menunda pembelian terhadap kendaraan roda dua. Mereka memilih untuk menabungkan uangnya atau membeli motor bekas.
Di sisi lain penerapan opsen PKB dan BBNKB di sejumlah daerah berpotensi berubah. Sebab pada tahun lalu pemberian relaksasi hanya bersifat sementara.
“Jangan ada kenaikan (pajak) yang signifikan, karena setiap tahun itu sudah pasti ada kenaikan sekitar 10 persen dari penyesuaian harga motor baru,” Sigit melanjutkan.
Kalau bisa pemerintah melihat lebih jauh, dalam menetapkan sebuah kebijakan baru. Jangan sampai memberatkan masyarakat maupun pelaku industri.
Selain itu Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri juga diminta untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
“Kurs rupiah itu juga dapat menentukan harga jual, karena dalam situasi seperti ini kita berusaha menjaga ekosistem,” tegas Sigit.
Tingginya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat misal, bakal membawa dampak bagi belanja bahan baku para pabrikan.
Mengingat ada sejumlah komponen pada kendaraan roda dua yang tidak diproduksi di dalam negeri, seperti chip semikonduktor.
Sebagai informasi, penjualan motor baru turut berpengaruh oleh beberapa faktor. Semisal kondisi geopolitik global.
Harga komoditas serta kondisi cuaca juga akan memengaruhi stabilitas daya beli masyarakat terhadap kendaraan roda dua pada tahun ini.
AISI menilai, dukungan lembaga pembiayaan yang kuat dinilai mampu mendorong terjadinya realisasi penjualan di pasar sepeda motor domestik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Mei 2026, 09:57 WIB
13 Mei 2026, 14:45 WIB
12 Mei 2026, 19:21 WIB
12 April 2026, 07:00 WIB
09 April 2026, 18:06 WIB
Terkini
24 Mei 2026, 19:00 WIB
16 ribu unit mobil listrik Jaecoo J5 EV terkirim ke konsumen sejak awal peluncurannya jelang akhir 2025
24 Mei 2026, 18:03 WIB
Trimegah Group yang sebelumnya diler Honda kini beralih memasarkan Chery dan Lepas di kawasan BSD City
24 Mei 2026, 17:10 WIB
Biaya perawatan rutin BYD M6 DM diklaim lebih murah dari mobil bermesin bensin dengan kapasitas 1.500 cc
24 Mei 2026, 15:13 WIB
PT HPM resmi menyerahkan 20 unit Honda Prelude ke konsumen di Indonesia dari total alokasi 150 unit di 2026
23 Mei 2026, 09:57 WIB
Setelah membela Honda selama beberapa tahun, Joan Mir memutuskan untuk berganti seragam pada musim depan
22 Mei 2026, 19:00 WIB
Suku cadang alternatif Toyota, T-OPT hadir di Indonesia International Trade Show for Automotive Industry
22 Mei 2026, 16:17 WIB
Daihatsu kumpul sahabat 2026 menampilkan banyak promo-promo menarik dan unit lawas yang langka di pasaran
22 Mei 2026, 13:00 WIB
Astra UD Trucks tidak hanya memasarkan produk-produk truk ramah lingkungan, namun juga ikut memelihara lingkungan