Inspirasi Modifikasi dari Pemenang Jimny Custom Contest
21 Februari 2026, 07:00 WIB
Tingginya angka pajak kendaraan, akan membuat harga motor baru melambung dan tidak terjangkau masyarakat
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Permintaan motor baru di Indonesia masih akan stabil pada 2026. Bahkan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) telah menentukan target tahun ini.
Mereka ingin ada 6,4 juta unit sampai 6,7 juta unit berhasil dijual oleh Astra Honda Motor (AHM), Suzuki, Yamaha, Kawasaki sampai TVS.
Akan tetapi menurut AISI, ada beberapa hal yang menjadi faktor penentu dalam pertumbuhan pasar kendaraan roda dua anyar.
“Kalau buat industri motor bensin, perpajakan itu jangan sampai ada perubahan,” ungkap Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Sigit menjelaskan, jika ada kenaikan pajak kendaraan bermotor (PKB) maka akan memengaruhi harga jual kendaraan.
Bila hal tersebut sampai terjadi, maka permintaan sepeda motor baru di Tanah Air pada 2026 bakal terdampak.
Masyarakat akan menunda pembelian terhadap kendaraan roda dua. Mereka memilih untuk menabungkan uangnya atau membeli motor bekas.
Di sisi lain penerapan opsen PKB dan BBNKB di sejumlah daerah berpotensi berubah. Sebab pada tahun lalu pemberian relaksasi hanya bersifat sementara.
“Jangan ada kenaikan (pajak) yang signifikan, karena setiap tahun itu sudah pasti ada kenaikan sekitar 10 persen dari penyesuaian harga motor baru,” Sigit melanjutkan.
Kalau bisa pemerintah melihat lebih jauh, dalam menetapkan sebuah kebijakan baru. Jangan sampai memberatkan masyarakat maupun pelaku industri.
Selain itu Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri juga diminta untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
“Kurs rupiah itu juga dapat menentukan harga jual, karena dalam situasi seperti ini kita berusaha menjaga ekosistem,” tegas Sigit.
Tingginya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat misal, bakal membawa dampak bagi belanja bahan baku para pabrikan.
Mengingat ada sejumlah komponen pada kendaraan roda dua yang tidak diproduksi di dalam negeri, seperti chip semikonduktor.
Sebagai informasi, penjualan motor baru turut berpengaruh oleh beberapa faktor. Semisal kondisi geopolitik global.
Harga komoditas serta kondisi cuaca juga akan memengaruhi stabilitas daya beli masyarakat terhadap kendaraan roda dua pada tahun ini.
AISI menilai, dukungan lembaga pembiayaan yang kuat dinilai mampu mendorong terjadinya realisasi penjualan di pasar sepeda motor domestik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Februari 2026, 07:00 WIB
20 Februari 2026, 17:00 WIB
19 Februari 2026, 14:00 WIB
18 Februari 2026, 18:00 WIB
18 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
21 Februari 2026, 13:00 WIB
GIAMM sebut industri komponen otomotif berpotensi dirugikan oleh keputusan impor ratusan ribu pikap dari India
21 Februari 2026, 11:00 WIB
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI menilai impor pikap akan berdampak buruk bagi industri otomotif di dalam negeri
21 Februari 2026, 09:00 WIB
Menurut data yang dihimpun, total transaksi di IIMS 2026 hanya naik sekitar Rp 700 miliar dari tahun lalu
21 Februari 2026, 07:00 WIB
Suzuki Jimny modifikasi hadir di IIMS 2026 sebagai bahan referensi maupun inspirasi modifikasi para pengunjung
20 Februari 2026, 20:00 WIB
Agus Gumiwang Kartasasmita, Menperin mengatakan bahwa produksi pikap lokal mencapai satu juta unit per tahun
20 Februari 2026, 19:00 WIB
Impor truk pikap tahun ini tembus 105.000 unit, Gaikindo tegaskan industri dalam negeri masih mampu menyuplai
20 Februari 2026, 18:00 WIB
Ada 35.000 pikap dari Mahindra dan 70.000 unit lainnya dari Tata Motors diimpor secara utuh ke Indonesia
20 Februari 2026, 17:00 WIB
Indonesia mampu berkontribusi cukup besar dalam pasar motor baru ASEAN, menyumbang sekitar 6,4 juta unit