New Honda Stylo 160 Dapat Warna Baru, Harga Rp 33 Jutaan
04 April 2026, 07:38 WIB
Tingginya angka pajak kendaraan, akan membuat harga motor baru melambung dan tidak terjangkau masyarakat
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Permintaan motor baru di Indonesia masih akan stabil pada 2026. Bahkan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) telah menentukan target tahun ini.
Mereka ingin ada 6,4 juta unit sampai 6,7 juta unit berhasil dijual oleh Astra Honda Motor (AHM), Suzuki, Yamaha, Kawasaki sampai TVS.
Akan tetapi menurut AISI, ada beberapa hal yang menjadi faktor penentu dalam pertumbuhan pasar kendaraan roda dua anyar.
“Kalau buat industri motor bensin, perpajakan itu jangan sampai ada perubahan,” ungkap Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Sigit menjelaskan, jika ada kenaikan pajak kendaraan bermotor (PKB) maka akan memengaruhi harga jual kendaraan.
Bila hal tersebut sampai terjadi, maka permintaan sepeda motor baru di Tanah Air pada 2026 bakal terdampak.
Masyarakat akan menunda pembelian terhadap kendaraan roda dua. Mereka memilih untuk menabungkan uangnya atau membeli motor bekas.
Di sisi lain penerapan opsen PKB dan BBNKB di sejumlah daerah berpotensi berubah. Sebab pada tahun lalu pemberian relaksasi hanya bersifat sementara.
“Jangan ada kenaikan (pajak) yang signifikan, karena setiap tahun itu sudah pasti ada kenaikan sekitar 10 persen dari penyesuaian harga motor baru,” Sigit melanjutkan.
Kalau bisa pemerintah melihat lebih jauh, dalam menetapkan sebuah kebijakan baru. Jangan sampai memberatkan masyarakat maupun pelaku industri.
Selain itu Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri juga diminta untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
“Kurs rupiah itu juga dapat menentukan harga jual, karena dalam situasi seperti ini kita berusaha menjaga ekosistem,” tegas Sigit.
Tingginya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat misal, bakal membawa dampak bagi belanja bahan baku para pabrikan.
Mengingat ada sejumlah komponen pada kendaraan roda dua yang tidak diproduksi di dalam negeri, seperti chip semikonduktor.
Sebagai informasi, penjualan motor baru turut berpengaruh oleh beberapa faktor. Semisal kondisi geopolitik global.
Harga komoditas serta kondisi cuaca juga akan memengaruhi stabilitas daya beli masyarakat terhadap kendaraan roda dua pada tahun ini.
AISI menilai, dukungan lembaga pembiayaan yang kuat dinilai mampu mendorong terjadinya realisasi penjualan di pasar sepeda motor domestik.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
04 April 2026, 07:38 WIB
31 Maret 2026, 07:00 WIB
27 Maret 2026, 09:00 WIB
25 Maret 2026, 07:32 WIB
16 Maret 2026, 19:00 WIB
Terkini
08 April 2026, 11:00 WIB
Apresiasi atas komitmen berkelanjutan lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup beri penghargaan untuk Toyota
08 April 2026, 09:00 WIB
Harga BBM subsidi dipastikan tidak naik sampai akhir tahun karena pemerintah telah menyiapkan dana tambahan
08 April 2026, 07:00 WIB
Chery resmi membuka outlet baru di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, kapasitas servis 12 mobil per hari
08 April 2026, 06:00 WIB
GIICOMVEC 2026 akan diselenggarakan hari ini dan kemungkinan bakal terdampak aturan ganjil genap Jakarta
07 April 2026, 16:41 WIB
Puluhan ribu motor listrik yang dipesan disebut untuk kepala SPPG demi kelancaran operasional program MBG
07 April 2026, 15:00 WIB
Banyak konsumen menganggap PHEV tidak memiliki keuntungan serupa mobil listrik, misalnya bebas ganjil genap
07 April 2026, 15:00 WIB
Di era transisi elektrifikasi, GWM menilai mobil diesel masih punya potensi yang cukup besar di Indonesia
07 April 2026, 13:00 WIB
Sean Gelael diklaim bakal turun gunung buat meramaikan ajang GT World Challenge Asia 2026 di Sirkuit Mandalika