Wholesales Motor Baru di Januari 2026 Sentuh Setengah Juta Unit
10 Februari 2026, 07:00 WIB
Menurut Swallow permintaan ban masih stabil sampai sekarang meski pasar motor baru di Indonesia tak bergairah
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar motor baru di Indonesia sedang bergejolak sepanjang 2025. Kondisi ini tercermin dari data milik Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).
Pada Agustus 2025, distribusi kendaraan roda dua anyar dari pabrik ke diler (wholesales) hanya berkisar 578.041 unit.
Jumlah di atas terkoreksi sekitar 1,53 persen bila dibandingkan dengan Juli 2025 yang berhasil mencapai 587.048 unit.
Sementara secara akumulasi sejak Januari sampai Agustus 2025, hanya ada 4.269.718 kendaraan roda dua anyar terdistribusi.
Angka wholesales tersebut jelas terkoreksi 1,7 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu. Sebab di 2024 mencapai 4.343.781 unit.
Lesunya pasar motor baru diprediksi berdampak ke berbagai bidang. Terutama sektor komponen otomotif.
Akan tetapi situasi ini tidak dirasakan oleh para produsen ban, seperti diklaim oleh Industri Karet Deli (IKD) produsen Swallow.
“Untuk penjualan ban motor kita saat ini masih standar-standar saja seperti tahun sebelumnya,” ungkap Gunawan, Sales Domestik IKD di IMOS 2025 beberapa waktu lalu.
Menurut Gunawan ada beberapa faktor kenapa lesunya pasar motor baru tidak turut terasa ke Swallow.
Salah satunya banyak kendaraan roda dua yang telah beredar di jalan membutuhkan perawatan rutin. Semisal penggantian ban saat sudah mulai aus atau botak.
Kemudian ketika ban kendaraan roda dua mengalami kebocoran parah. Sehingga tidak bisa ditambal dan diharuskan diganti.
“Masih ada kebutuhan untuk itu, jadi kalau dampak itu tidak terasa langsung (pasar motor baru lesu),” ia melanjutkan.
Maka dari itu Gunawan menegaskan kebutuhan pasar terhadap ban masih stabil hingga sekarang.
Gunawan mengaku bersyukur penjualan ban tidak terlalu berdampak. Sehingga mereka masih bisa bernapas.
Kendati demikian, produsen ban Swallow ini mengaku masih mewaspadai situasi yang ada. Sebab kondisi ekonomi belum pulih sempurna.
Sehingga masih ada celah pasar motor baru bisa kembali anjlok sampai akhir tahun nanti. Jadi mereka memantau situasi yang ke depan.
“Secara di Indonesia memang kelas menengah turun buat sekarang seperti kita ketahui,” tegas Gunawan.
Dia pun berharap kondisi seperti ini bisa segera berakhir. Pemerintah juga dapat membantu menggairahkan pasar.
Dengan begitu akan membawa dampak positif, terutama bagi perekonomian di dalam negeri. Mengingat sektor otomotif memiliki peran besar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Februari 2026, 07:00 WIB
09 Februari 2026, 15:00 WIB
04 Februari 2026, 14:00 WIB
03 Februari 2026, 10:00 WIB
02 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
11 Februari 2026, 21:00 WIB
Harga BYD Atto 1 disebut masih akan bertahan mulai dari Rp 199 jutaan meskipun statusnya diimpor utuh
11 Februari 2026, 20:00 WIB
Diler GWM Kelapa Gading hadir di lokasi strategis, sehingga memberikan pelayanan maksimal kepada konsumen
11 Februari 2026, 19:00 WIB
Insentif otomotif jadi salah satu daya tarik utama, perlu diterapkan agar penjualan bisa bertahan konsisten
11 Februari 2026, 18:00 WIB
Bridgestone Indonesia berhasil mencatat perkembangan pasar yang positif pada tahun lalu di tengah tantangan
11 Februari 2026, 17:00 WIB
Ada sejumlah pilihan mobil hybrid murah mulai dari Rp 200 juta-Rp 300 jutaan di IIMS 2026, simak daftarnya
11 Februari 2026, 16:43 WIB
Lepas L8 hadir di IIMS 2026 dengan menawarkan beragam penawaran menarik, sehingga bisa dimanfaatkan pengunjung
11 Februari 2026, 13:00 WIB
Vinfast menilai mobil listrik yang sudah diproduksi di Subang memiliki harga yang kompetitif di pasar EV
11 Februari 2026, 12:00 WIB
Segmen fleet masih menjadi andalan VinFast dalam mengembangkan kendaraan listrik mereka di Indonesia