Swallow Pastikan Tak Terdampak Lesunya Pasar Motor Baru

Menurut Swallow permintaan ban masih stabil sampai sekarang meski pasar motor baru di Indonesia tak bergairah

Swallow Pastikan Tak Terdampak Lesunya Pasar Motor Baru
  • Oleh Satrio Adhy

  • Selasa, 30 September 2025 | 12:00 WIB

KatadataOTO – Pasar motor baru di Indonesia sedang bergejolak sepanjang 2025. Kondisi ini tercermin dari data milik Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).

Pada Agustus 2025, distribusi kendaraan roda dua anyar dari pabrik ke diler (wholesales) hanya berkisar 578.041 unit.

Jumlah di atas terkoreksi sekitar 1,53 persen bila dibandingkan dengan Juli 2025 yang berhasil mencapai 587.048 unit.

Sementara secara akumulasi sejak Januari sampai Agustus 2025, hanya ada 4.269.718 kendaraan roda dua anyar terdistribusi.

Bahaya Benang Layangan Bagi Pemotor, Bisa Bikin Luka
Photo : Wahana Honda Motor

Angka wholesales tersebut jelas terkoreksi 1,7 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu. Sebab di 2024 mencapai 4.343.781 unit.

Lesunya pasar motor baru diprediksi berdampak ke berbagai bidang. Terutama sektor komponen otomotif.

Akan tetapi situasi ini tidak dirasakan oleh para produsen ban, seperti diklaim oleh Industri Karet Deli (IKD) produsen Swallow.

“Untuk penjualan ban motor kita saat ini masih standar-standar saja seperti tahun sebelumnya,” ungkap Gunawan, Sales Domestik IKD di IMOS 2025 beberapa waktu lalu.

Menurut Gunawan ada beberapa faktor kenapa lesunya pasar motor baru tidak turut terasa ke Swallow.

Salah satunya banyak kendaraan roda dua yang telah beredar di jalan membutuhkan perawatan rutin. Semisal penggantian ban saat sudah mulai aus atau botak.

Kemudian ketika ban kendaraan roda dua mengalami kebocoran parah. Sehingga tidak bisa ditambal dan diharuskan diganti.

“Masih ada kebutuhan untuk itu, jadi kalau dampak itu tidak terasa langsung (pasar motor baru lesu),” ia melanjutkan.

Maka dari itu Gunawan menegaskan kebutuhan pasar terhadap ban masih stabil hingga sekarang.

Gunawan mengaku bersyukur penjualan ban tidak terlalu berdampak. Sehingga mereka masih bisa bernapas.

Kendati demikian, produsen ban Swallow ini mengaku masih mewaspadai situasi yang ada. Sebab kondisi ekonomi belum pulih sempurna.

Sehingga masih ada celah pasar motor baru bisa kembali anjlok sampai akhir tahun nanti. Jadi mereka memantau situasi yang ke depan.

Swallow Bawa Ban Baru di IMOS 2025, Harga Mulai Rp 200 Ribuan
Photo : KatadataOTO

“Secara di Indonesia memang kelas menengah turun buat sekarang seperti kita ketahui,” tegas Gunawan.

Dia pun berharap kondisi seperti ini bisa segera berakhir. Pemerintah juga dapat membantu menggairahkan pasar.

Dengan begitu akan membawa dampak positif, terutama bagi perekonomian di dalam negeri. Mengingat sektor otomotif memiliki peran besar.


Terkini

mobil
BYD

Tanpa Insentif, Harga BYD Atto 1 Dipertahankan Rp 199 Juta

Harga BYD Atto 1 disebut masih akan bertahan mulai dari Rp 199 jutaan meskipun statusnya diimpor utuh

mobil
GWM

GWM Perluas Jaringan Diler, Manjakan Konsumen di Kelapa Gading

Diler GWM Kelapa Gading hadir di lokasi strategis, sehingga memberikan pelayanan maksimal kepada konsumen

mobil
Insentif Otomotif

Ekonom Sebut Insentif Masih Dibutuhkan buat Pertahankan Penjualan

Insentif otomotif jadi salah satu daya tarik utama, perlu diterapkan agar penjualan bisa bertahan konsisten

news
Bridgestone

Penjualan Mobil Baru Lesu, Pasar Bridgestone Naik 8 Persen di 2025

Bridgestone Indonesia berhasil mencatat perkembangan pasar yang positif pada tahun lalu di tengah tantangan

mobil
Mobil hybrid murah

Opsi Mobil Hybrid Murah di IIMS 2026, Suzuki Ertiga Rp 200 Jutaan

Ada sejumlah pilihan mobil hybrid murah mulai dari Rp 200 juta-Rp 300 jutaan di IIMS 2026, simak daftarnya

mobil
lepas L8

Lepas L8 Tawarkan Kemudahan Kepada Konsumen di IIMS 2026

Lepas L8 hadir di IIMS 2026 dengan menawarkan beragam penawaran menarik, sehingga bisa dimanfaatkan pengunjung

mobil
VinFast Limo Green

VinFast Pede Jual Mobil Listrik Tanpa Insentif Pemerintah

Vinfast menilai mobil listrik yang sudah diproduksi di Subang memiliki harga yang kompetitif di pasar EV

mobil
VinFast Limo Green

VinFast Masih Andalkan Segmen Fleet Buat Dorong Penjualan di 2026

Segmen fleet masih menjadi andalan VinFast dalam mengembangkan kendaraan listrik mereka di Indonesia