Prabowo Janji Motor Listrik Nasional Bisa Dibeli Tanpa Uang Muka
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Menurut data Kemenhub, motor listrik yang telah mengantongi SRUT di 2025 baru 55.059 unit atau turun 28,6 persen
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Industri motor listrik di Indonesia cukup tertekan pada 2025. Sebab dihantui janji-janji subsidi dari pemerintah yang tidak kunjung datang.
Hal tersebut membuat masyarakat enggan membelanjakan uangnya. Sehingga pasar kendaraan roda dua setrum terganggu.
Menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) pada Selasa (30/12), sejak Januari sampai 9 Desember 2025 hanya ada 55.059 unit yang sudah menerima Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT).
Perlu diketahui, jumlah di atas terdapat selisih cukup besar dengan perolehan pada 2023 maupun 2024.
Dalam data serupa dijabarkan bahwa, pada tahun lalu ada 77.078 motor listrik yang telah mendapatkan SRUT. Berarti ada koreksi 28,6 persen di 2025.
Sementara di 2023 tercatat ada 62.409 kendaraan roda dua setrum yang mengantongi SRUT.
Sebagai informasi, SRUT adalah dokumen penting diberikan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menjadi akta lahir kendaraan.
Selain itu, SRUT membuktikan kendaraan sudah lolos uji tipe sesuai spesifikasi teknis telah ditentukan sebelumnya.
Kemudian merupakan syarat utama untuk memperoleh BPKB, STNK maupun TNKB sebelum motor listrik bisa digunakan di jalan raya.
“Realisasi penjualan memang belum sepenuhnya sesuai dengan target awal,” ungkap Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli saat dihubungi KatadataOTO.
Di sisi lain, melemahnya pasar motor listrik di dalam negeri tentu tidak lepas dari janji pemerintah untuk memberikan subsidi.
Wacana tersebut sudah digaungkan sejak Januari 2025. Namun sampai akhir tahun tidak kunjung terealisasi.
Situasi ini membuat masyarakat menunggu-nunggu, kapan bantuan dari Presiden Prabowo Subianto dan melibatkan para menteri terkait dikucurkan.
Banyak konsumen akhirnya menahan pembelian. Sebab mereka ingin mendapatkan motor listrik dengan banderol terjangkau.
Keputusan tersebut membuat stok-stok motor listrik milik pabrikan terendap di gudang. Minim yang dibeli oleh masyarakat.
Padahal skema subsidi dikabarkan tinggal menunggu restu dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian).
Nantinya Kemenko Perekonomian yang akan mengumumkan, nilai maupun waktu pelaksanaan subsidi motor listrik.
Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Menperin) menyampaikan bahwa subsidi motor listrik bisa digunakan untuk tahun ini atau 2026.
"Skemanya sama, tetapi (untuk) anggarannya bukan kita," kata Agus kepada Antara beberapa waktu lalu.
Perlu diketahui, pada tahun lalu pemerintah mengalokasikan anggaran hingga Rp 1,75 triliun. Sedangkan buat 2025 tidak jadi diturunkan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
31 Juli 2026, 16:58 WIB
30 Juli 2026, 16:49 WIB
21 Juli 2026, 09:47 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
13 Agustus 2026, 22:00 WIB
BMW iX3 Neue Klasse bakal menjadi lead car di acara Maybank Marathon Bali pada 21-23 Agustus mendatang
13 Agustus 2026, 21:34 WIB
Lamborghini Temerario hadir di Indonesia untuk menggoda para orang berkantong tebal dan pencinta kecepatan
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Penjualan mobil di Indonesia kembali pulih, Toyota masih memimpin sebagai merek mobil terlaris di Juli 2026