Omoway Beri Subsidi Motor Pertamanya, Omo-X Dijual Rp 35 Jutaan
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Menurut data Kemenhub, motor listrik yang telah mengantongi SRUT di 2025 baru 55.059 unit atau turun 28,6 persen
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Industri motor listrik di Indonesia cukup tertekan pada 2025. Sebab dihantui janji-janji subsidi dari pemerintah yang tidak kunjung datang.
Hal tersebut membuat masyarakat enggan membelanjakan uangnya. Sehingga pasar kendaraan roda dua setrum terganggu.
Menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) pada Selasa (30/12), sejak Januari sampai 9 Desember 2025 hanya ada 55.059 unit yang sudah menerima Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT).
Perlu diketahui, jumlah di atas terdapat selisih cukup besar dengan perolehan pada 2023 maupun 2024.
Dalam data serupa dijabarkan bahwa, pada tahun lalu ada 77.078 motor listrik yang telah mendapatkan SRUT. Berarti ada koreksi 28,6 persen di 2025.
Sementara di 2023 tercatat ada 62.409 kendaraan roda dua setrum yang mengantongi SRUT.
Sebagai informasi, SRUT adalah dokumen penting diberikan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menjadi akta lahir kendaraan.
Selain itu, SRUT membuktikan kendaraan sudah lolos uji tipe sesuai spesifikasi teknis telah ditentukan sebelumnya.
Kemudian merupakan syarat utama untuk memperoleh BPKB, STNK maupun TNKB sebelum motor listrik bisa digunakan di jalan raya.
“Realisasi penjualan memang belum sepenuhnya sesuai dengan target awal,” ungkap Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli saat dihubungi KatadataOTO.
Di sisi lain, melemahnya pasar motor listrik di dalam negeri tentu tidak lepas dari janji pemerintah untuk memberikan subsidi.
Wacana tersebut sudah digaungkan sejak Januari 2025. Namun sampai akhir tahun tidak kunjung terealisasi.
Situasi ini membuat masyarakat menunggu-nunggu, kapan bantuan dari Presiden Prabowo Subianto dan melibatkan para menteri terkait dikucurkan.
Banyak konsumen akhirnya menahan pembelian. Sebab mereka ingin mendapatkan motor listrik dengan banderol terjangkau.
Keputusan tersebut membuat stok-stok motor listrik milik pabrikan terendap di gudang. Minim yang dibeli oleh masyarakat.
Padahal skema subsidi dikabarkan tinggal menunggu restu dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian).
Nantinya Kemenko Perekonomian yang akan mengumumkan, nilai maupun waktu pelaksanaan subsidi motor listrik.
Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Menperin) menyampaikan bahwa subsidi motor listrik bisa digunakan untuk tahun ini atau 2026.
"Skemanya sama, tetapi (untuk) anggarannya bukan kita," kata Agus kepada Antara beberapa waktu lalu.
Perlu diketahui, pada tahun lalu pemerintah mengalokasikan anggaran hingga Rp 1,75 triliun. Sedangkan buat 2025 tidak jadi diturunkan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Mei 2026, 11:31 WIB
09 Mei 2026, 11:00 WIB
08 Mei 2026, 09:00 WIB
15 April 2026, 09:00 WIB
11 April 2026, 21:57 WIB
Terkini
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta