Spesifikasi Kymco Ionex EV, Skuter Listrik Berbekal Lima Baterai

Kymco Ionex EV adalah skuter listrik yang memiliki daya jelajah mencapai 199 kilometer dalam satu kali pengecasan

Spesifikasi Kymco Ionex EV, Skuter Listrik Berbekal Lima Baterai

TRENOTO – Kymco Ionex EV hadir untuk pasar Italia dengan berbekal fitur-fitur pintar di dalamnya. Brand asal Taiwan ini kembali menggempur negeri Pizza dengan motor listrik pintar.

Kymco nampaknya semakin serius dalam menggarap pasar motor listrik, khususnya di benua Eropa. Skuter listrik andalan mereka mendapat respon positif dari masyarakat di Eropa.

Oleh karena itu, tidak hanya memasarkan motor listrik. Mereka juga membangun ekosistem yang cukup kuat di sana.

Pada ajang ICMA 2021, mereka memamerkan teknologi baterai yang dapat ditukar. Inovasi tersebut mendukung pemasaran produk-produk unggulannya.

Photo : electrek

Kymco membangun beberapa titik pengisian baterai standar. Selain itu, mereka juga membangun tempat penukaran dan stasiun pengisian cepat di banyak tempat.

Meskipun motor listrik Kymco tetap bisa mengandalkan listrik rumah untuk mengisi ulang baterai. Adapun langkah pengisian baterai dibuat semakin banyak pilihan dan mudah sehingga memberikan kenyamanan bagi calon konsumen.

Terlebih untuk mengisi baterai di rumah, konsumen bisa menggunakan stop kontak pada umumnya. Hanya saja tidak bisa secepat di stasiun pengisian durasinya.

Kymco Ionex Many 110 EV dibekali dengan baterai inti internal. Hal ini memungkinkan pengendara tetap bisa melakukan perjalanan.

Namun mereka juga membekali motor barunya dengan baterai sistem tukar (swapable). Tidak tanggung-tanggung, setiap unit dijejali lima baterai yang dapat ditukar.

Bagian paling menarik dari Kymco Ionex Many 110 EV adalah daya jelajahnya cukup jauh. Pada saat skuter listrik lain hanya menawarkan jarak tempuh di bawah 100 km, Ionex diklaim bisa menempuh jarak 199 km.

Photo : electrek

Jarak tersebut sekiranya bisa menempuh perjalananan dari Jakarta menuju Bandung dari kondisi baterai terisi penuh. Menjadi semakin menarik karena motor ini hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk pengisian ulang baterai.

Kymco Ionex Many 110 EV memiliki bobot kosong 93 kilogram. Sementara dengan bobot sebesar itu, motor hanya bisa dipacu dengan kecepatan maksimal 50 km/jam.

Pabrikan motor asal Taiwan tersebut juga menghadirkan teknologi terkini pada unit terbarunya. Salah satunya dengan menyematkan panel meter digital yang bisa mengaplikasikan sistem navigasi.

Adapula fitur yang bisa mencari lokasi stasiun pengisian ulang baterai. Ditambah lagi penggunanya bisa terus memantau kondisi baterai.


Terkini

otosport
Jorge Martin

Harapan Besar Aprilia Terhadap Jorge Martin di MotoGP 2026

Massimo Rivola ingin Jorge Martin percaya dengan kemampuan diri sendiri agar kembali kompetitif di MotoGP 2026

mobil
Mobil Listrik

Perang Harga Mobil Listrik Cina Bikin Situasi di 2026 Kian Berat

Strategi membanting harga mobil listrik di Cina diprediksi masih akan berlangsung beberapa tahun mendatang

mobil
BYD

BYD Mulai Tes SUV 7-Seater Baru, Atto 3 Naik Kelas

SUV baru BYD diyakini berkonfigurasi 7-seater, mengisi kelas di atas Atto 3 yang sudah dijual saat ini

mobil
Wholesales Model Mobil Baru 2025

Rapor Wholesales Model Mobil Baru di RI 2025, BYD Atto 1 Terlaris

BYD Atto 1 baru debut jelang akhir 2025 namun catatkan wholesales mobil baru tertinggi yakni 17 ribu unit

news
Malam tahun baru

Ada Perayaan Tahun Baru 2026, Jakarta Steril dari Mobil Pribadi

Pemprov DKI Jakarta akan menempatkan beberapa panggung dalam menyambut perayaan malam tahun baru 2026

motor
Motor listrik

Kata Aismoli Soal Pasar Motor Listrik yang Lesu pada 2025

Aismoli menuturkan kalau pasar motor listrik tetap menunjukan pertumbuhan secara bertahap dan moderat

motor
Motor Baru

Wholesales Motor Baru di 2025 Berpeluang Lampaui 6,4 Juta Unit

Kinerja pasar motor baru di Indonesia pada 2025 terbilang cukup stabil meski banyak rintangan menghadang

mobil
Aturan TKDN EV

GIAMM Berharap Aturan TKDN EV Diperketat, Serap Komponen Lokal

Pemerintah dinilai perlu lebih mempertegas aturan soal TKDN EV penerima insentif mobil listrik impor