Michelin Indonesia Siap Luncurkan Produk Baru Setelah Lebaran
22 Februari 2026, 17:00 WIB
Ban belakang motor lebih cepat botak karena beberapa hal dan salah satunya adalah kebiasaan pengguna
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Ban pada motor merupakan salah satu komponen penting yang berkaitan dengan keselamatan. Selama ini diketahui bahwa penyebab ban belakang motor lebih cepat botak adalah jarak tempuh saja.
Dilansir dari laman resmi Wahana Honda, penyebabnya bukan hanya jarak saja. Kesalahan para pengguna kendaraan bisa menyebabkan ban belakang motor lebih cepat botak.
Berikut ini beberapa penyebab ban belakang motor lebih cepat botak
Pada motor matic khususnya rem belakang berada di setang sebelah kiri. Hal ini membuat para penggunanya lebih nyaman menggunakan rem belakang.
Selain itu, tangan pengendara juga kerap menempel dan tanpa sadar menarik rem. Kebiasaan tersebut membuat ban belakang lebih cepat botak.
Dalam kasus ini, rem belakang membuat ban mendapat beban lebih banyak sehingga ban cepat terkikis dan akhirnya botak.
Selain rem, penyebab ban belakang motor lebih cepat aus adalah beban boncengan. Dengan membawa boncengan berat akan bobot kendaraan akan condong ke belakang.
Teorinya sama seperti di atas dengan beban berlebih, maka akan memberikan tekanan pada ban. Sehingga kembangan ban akan lebih cepat tergerus.
Teori ini sama dengan mobil, karena ban ditumpu sebagai penggerak akan lebih cepat aus. Sepeda motor yang mengandalkan ban belakang sebagai penggerak tentunya membuat ban mendapat lebih banyak tekanan.
Posisi ban belakang yang lebih dekat dengan mesin. Mesin bakar tentunya mengeluarkan panas maka akan memberikan tekanan lebih pada ban.
Intinya ban yang mendapatkan tekanan berlebih akan lebih cepat aus. Dalam hal ini suhu panas mesin akan membuat ban memuai sehingga karet sebagai bahan bakunya menjadi lebih cepat habis.
Sebagai kesimpulan ban belakang pada sepeda motor memiliki kinerja lebih banyak dibandingkan depan. Sehingga sewajarnya ban belakang motor akan lebih cepat aus.
Lalu dengan kondisi tersebut di atas, pelakuan pengguna kendaraan juga perlu mendapat perhatian. Hal ini agar tidak membuat ban belakang lebih awet tentunya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 Februari 2026, 17:00 WIB
28 Juli 2025, 09:00 WIB
30 Oktober 2024, 15:00 WIB
26 Juni 2024, 11:00 WIB
29 November 2022, 15:01 WIB
Terkini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung