Penyebab Ban Belakang Motor Lebih Cepat Botak

Ban belakang motor lebih cepat botak karena beberapa hal dan salah satunya adalah kebiasaan pengguna

Penyebab Ban Belakang Motor Lebih Cepat Botak
Denny Basudewa

TRENOTO – Ban pada motor merupakan salah satu komponen penting yang berkaitan dengan keselamatan. Selama ini diketahui bahwa penyebab ban belakang motor lebih cepat botak adalah jarak tempuh saja.

Dilansir dari laman resmi Wahana Honda, penyebabnya bukan hanya jarak saja. Kesalahan para pengguna kendaraan bisa menyebabkan ban belakang motor lebih cepat botak.

Berikut ini beberapa penyebab ban belakang motor lebih cepat botak

  • Kebiasaan Rem Belakang Sering Dipakai

Pada motor matic khususnya rem belakang berada di setang sebelah kiri. Hal ini membuat para penggunanya lebih nyaman menggunakan rem belakang.

Selain itu, tangan pengendara juga kerap menempel dan tanpa sadar menarik rem. Kebiasaan tersebut membuat ban belakang lebih cepat botak.

Photo : 123rf

Dalam kasus ini, rem belakang membuat ban mendapat beban lebih banyak sehingga ban cepat terkikis dan akhirnya botak.

  • Beban Terlalu Berat

Selain rem, penyebab ban belakang motor lebih cepat aus adalah beban boncengan. Dengan membawa boncengan berat akan bobot kendaraan akan condong ke belakang.

Teorinya sama seperti di atas dengan beban berlebih, maka akan memberikan tekanan pada ban. Sehingga kembangan ban akan lebih cepat tergerus.

  • Ban Belakang Sebagai Penggerak

Teori ini sama dengan mobil, karena ban ditumpu sebagai penggerak akan lebih cepat aus. Sepeda motor yang mengandalkan ban belakang sebagai penggerak tentunya membuat ban mendapat lebih banyak tekanan.

  • Panas Mesin

Posisi ban belakang yang lebih dekat dengan mesin. Mesin bakar tentunya mengeluarkan panas maka akan memberikan tekanan lebih pada ban.

Intinya ban yang mendapatkan tekanan berlebih akan lebih cepat aus. Dalam hal ini suhu panas mesin akan membuat ban memuai sehingga karet sebagai bahan bakunya menjadi lebih cepat habis.

Photo : 123rf

Sebagai kesimpulan ban belakang pada sepeda motor memiliki kinerja lebih banyak dibandingkan depan. Sehingga sewajarnya ban belakang motor akan lebih cepat aus.

Lalu dengan kondisi tersebut di atas, pelakuan pengguna kendaraan juga perlu mendapat perhatian. Hal ini agar tidak membuat ban belakang lebih awet tentunya.


Terkini

motor
Presiden Prabowo Subianto

Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged

Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia

mobil
Wuling Aira ev

10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer

Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi

mobil
Suzuki XL7

Puluhan Suzuki XL7 Facelift Temui Konsumen Pertamanya

Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen

mobil
Mobil listrik nasional

Prabowo Pastikan Mobil Listrik Nasional Mengaspal pada 2028

Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif

otosport
Fabio Quartararo

Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025

Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia

mobil
Farizon V8E

Farizon Investasi 50 Miliar Untuk Produksi V8E di Purwakarta

Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E

mobil
BMW iX3 Siap Debut di GIIAS 2026, Dijual Terbatas

Penjualan Merek Mobil Mewah Juli 2026, Kompak Turun

Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz

mobil
BMW

BMW Catat Kenaikan Pemesanan di GIIAS 2026, iX3 Laku Keras

Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse