Simpang Siur Insentif Motor Listrik, ESDM: Perlu Perpres
03 September 2026, 07:00 WIB
Aismoli meminta pemerintah untuk mempercepat pembayaran subsidi konversi motor listrik lebih cepat lagi
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Subsidi konversi motor listrik belum terserap sempurna. Terbukti dari sepinya peminat program yang digagas Presiden Joko Widodo.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat baru 193 orang mendaftarkan kendaraan roda duanya buat di konversi. Jumlahnya didapat sejak insentif dikucurkan pada April 2023.
Berangkat dari hal tersebut, Aismoli (Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik) mendorong pemerinah buat melakukan pembayaran subsidi konversi motor listrik lebih cepat. Kalau bisa maksimal dua hari setelah prosesnya selesai.
Budi Setiyadi, Ketua Aismoli menuturkan bahwa bengkel pelaksana konversi merupakan pelaku industri menengah. Sehingga pemerintah harus segera menutup kekurangan imbal jasa atau selisih biaya konversi.
"Bengkel ini kan bukan pelaku industri yang secara ekonomi besar dan tidak padat modal. Jadi penyalurannya lebih cepat saja,” ujar Budi di Katadata.
Seperti diketahui sebelumnya subsidi konversi motor listrik tertuang di Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 tahun 2023. Di dalamnya dijelaskan bahwa penyaluran insentif diberikan dalam bentuk potongan biaya kepada perseorangan.
Sementara pada Pasal 3, nilai potongan biaya konversi sebesar Rp 7 juta untuk setiap unit. Bantuan yang ditanggung meliputi biaya battery pack, brushless DC (BLDC) motor dan controller.
Subsidi konversi motor listrik juga menyasar buat kendaraan roda dua yang memiliki kapasitas mesin 110-150 cc. Maka Aismoli mendorong pemerintah untuk melakukan pembayaran lebih cepat.
"Mungkin idealnya saat konversi motor selesai, bengkel bisa langsung mengajukan selisih biaya dan kemudian langsung cair. Tapi memang butuh proses administrasi satu hingga dua hari,” tambahnya.
Adapun insentif tersebut disalurkan ke masyrakat secara bertahap dalam dua periode, yakni 2023 serta 2024. Total kuota yang ditetapkan Jokowi adalah 200 ribu unit.
Dengan rincian pada 2023 terdapat 50 ribu motor. Lalu terbanyak di 2024 yaitu 150 ribu unit.
Di sisi lain Budi menjelaskan kalau proses konversi motor listrik sekarang jauh lebih cepat. Sebab standar bracket untuk menempatkan dinamo kian seragam
"Copot mesin lama kemudian ganti dengan dinamo dan langsung pasang baterai. Mungkin sekitar satu jam," tegasnya.
Sementara itu Sripeni Inten Cahyani selaku Tenaga Ahli Menteri ESDM menyampaikan bahwa mekanisme penyaluran klaim insentif selama 14 hari menjadi salah satu faktor realisasi program konversi motor listrik berjalan lambat.
Karenanya mereka tengah melobi lembaga keuangan seperti Himbara (himpunan bank milik negara) guna memperoleh akses dana talangan dan kredit modal
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
18 Juni 2026, 07:00 WIB
07 Januari 2026, 10:00 WIB
02 Januari 2026, 13:38 WIB
Terkini
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya
24 September 2026, 06:00 WIB
Jika ingin mengurus dokumen berkendara, Anda bisa memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung hari ini