Tanpa Subsidi, Permintaan Motor Listrik Bisa Meningkat Kembali
12 Januari 2026, 10:00 WIB
Volta hadirkan subsidi motor listrik di ajang PEVS 2023 yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung di JIExpo
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Berbagai produsen motor listrik unjuk gigi pada PEVS 2023. Satu diantaranya adalah PR NFC Indonesia, Volta.
Guna menarik perhatian pengunjung, Volta hadirkan subsidi motor listrik buat produknya. Sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya saat datang ke JIExpo Kemayoran, Jakarta.
“Volta telah mempersiapkan diri dari berbagai segi, mulai peningkatan kapasitas produksi hingga memastikan cara pemesanan yang mudah bagi masyarakat," ujar Iwan Suryaputra, Chief Executive Officer Volta.
Dengan begitu mereka berharap adopsi kendaraan roda dua setrum terus meningkat. Sehingga dapat memberikan dampak positif.
Kendati demikian baru ada satu model dari pabrikan ini yang masuk skema subsidi motor listrik dari pemerintah, yakni Volta 401 Reguler bisa dibeli di harga Rp9.9 jutaan saja.
Sebagai informasi produk tersebut menjadi unggulan dari mereka. Sebab memiliki TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) sebesar 47.36 persen.
Di sisi lain Volta juga tengah berusaha menaikan TKDN dari sejumlah motornya. Langkah ini ditempuh guna masuk dalam skema bantuan Presiden Joko Widodo.
Sehingga masyarakat memiliki pilihan yang beragam saat ingin membeli kendaraan elektrik.
Perlu diketahui ada sejumlah syarat guna mendapatkan subsidi motor listrik. Seperti harus menjadi penerima KUR (kredit usaha rakyat) atau BPUM (bantuan produktif usaha mikro).
Lalu penerima Bantuan Subsidi Upah atau insentif Listrik sampai 900 VA. Masyarakat dapat dengan mudah melakukan verifikasi guna memanfaatkannya.
Cukup membuka situs web resmi Volta (https://voltaindonesia.com/subsidi) kemudian mengisi data diri, seperti nama, NIK, nomor telepon, email juga alamat domisili.
Apabila NIK memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi motor listrik, pihak Volta akan memberikan informasi dan selanjutnya melakukan konfirmasi kepada calon pembeli.
Seperti diketahui sebelumnya, Jokowi meluncurkan program subsidi motor listrik sebesar Rp7 juta. Anggaran yang dikeluarkan pun tidak sedikit.
Bantuan pada 2023 sebanyak Rp1.75 triliun buat 200 ribu kendaraan roda dua setrum baru serta 50 ribu konversi.
Sedangkan 2024 lebih besar lagi. Sebab jumlah targetnya mencapai 600 motor elektrik lalu 150 ribu konversi menelan biaya Rp5.25 triliun.
Berangkat dari hal tersebut Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan (Menkeu) melarang harga motor listrik subsidi naik.
“Seluruh kendaraan roda dua elektrik yang mendapat bantuan harus diberikan persyaratan tidak menaikkan harga jual selama masa pemberian insentif,” ujar Sri Mulyani.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Januari 2026, 10:00 WIB
07 Januari 2026, 10:00 WIB
02 Januari 2026, 13:38 WIB
31 Desember 2025, 12:00 WIB
20 Agustus 2025, 08:00 WIB
Terkini
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz