Tanpa Subsidi, Permintaan Motor Listrik Bisa Meningkat Kembali
12 Januari 2026, 10:00 WIB
Aismoli memastikan situs Sisapira guna menyalurkan subsidi motor listrik tengah dilakukan penyesuaian data
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Laman resmi Sisapira.id guna menyalurkan subsidi motor listrik dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih belum aktif hingga Rabu (13/9). Berdasarkan hasil penelusuran TrenOto, muncul keterangan halaman sedang dalam perbaikan.
Hal tersebut terjadi usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) merubah syarat aturan subsidi motor listrik beberapa waktu lalu. Kini bantuan itu bisa dimanfaatkan dengan hanya satu KTP (Kartu Tanda Penduduk).
Berangkat dari hal tersebut Budi Setyadi, Ketua Aismoli (Asosiasi Sepeda Motor Listrik Indonesia) angkat bicara. Menurutnya hal ini karena sedang dilakukan pembaruan data.
“Kalau sekarang Sisapira tengah mengalami proses penyesuaian dari peraturan Kemenperin yang baru,” ujar Budi kepada TrenOto beberapa waktu lalu.
Dia pun berharap prosesnya bisa berjalan cepat. Sehingga masyarakat dapat memanfaatkan subsidi motor listrik diberikan Jokowi.
Selain itu Budi juga mengungkapkan kalau masyarakat sudah banyak yang menunggu laman resmi Sisapira bisa kembali beroperasi normal.
“Mudah-mudahan masyarakat segera beralih ke sepeda motor listrik. Jadi diharapkan masyarakat menyambut baik serta dapat berdampak banyak ke negara,” tegas Budi.
Peter Peter Kho, Humas Aismoli pun satu suara dengan Budi. Pria tersebut mengatakan pihaknya tengah menunggu penyesuaian data dari website Sisapira.
“Mungkin beberapa hari akan selesai, targetnya minggu ini sudah bisa diakses kembali,” katanya.
Patut diketahui kebijakan anyar dari Jokowi tertuang dalam Permenperin (Peraturan Menteri Perindustrian) Nomor 21 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Permenperin No. 6 Tahun 2023. Di dalamnya diatur mengenai Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah untuk Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Roda Dua.
Dengan perubahaan tersebut Agus Gumiwang selaku Menteri Perindustrian berharap minat masyarakat buat adopsi kendaraan setrum di Tanah Air bertumbuh.
“Saya kira ini salah satu upaya kita buat meningkatkan minat masyarakat untuk mengisi populasi keberadaan motor listrik, jadi kita merevisi aturannya,” kata Agus.
Pria tersebut juga ingin target kuota 200 ribu unit bantuan dari Jokowi dapat tercapai pada akhir 2023. Jadi lebih banyak orang memakai kendaraan roda dua ramah lingkungan.
Selain itu diharapkan bisa mengubah pola pikir masyarakat mengenai motor listrik. Sehingga tidak takut lagi beralih dari kendaraan konvensional berbahan bakar minyak.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Januari 2026, 10:00 WIB
07 Januari 2026, 10:00 WIB
02 Januari 2026, 13:38 WIB
02 Januari 2026, 09:00 WIB
31 Desember 2025, 12:00 WIB
Terkini
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E