Wholesales Motor Baru September 2026 Kian Subur, Naik 9,7 Persen
11 Oktober 2026, 09:00 WIB
Aisi menjelaskan bahwa penurunan penjualan motor baru karena pabrikan tak mau berlebihan melakukan distribusi
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan motor baru sedikit agak lesu jelang penutupan 2024. Menurut data Aisi (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) hanya tercatat 512.942 unit untuk domestik.
Angka di atas sedikit turun atau minus 5,7 persen bila dibandingkan dengan Oktober 2024 (month to month) yang membukukan 544.392 unit.
Aisi pun buka suara ketika diminta tanggapan mengenai turunnya penjualan motor baru di bulan lalu. Menurut mereka ada beberapa penyebab.
“Kalau di akhir tahun itu, kita tidak mau distribusi berlebihan karena masing-masing merek punya strategi. Kalau terjual semua tak masalah, tetapi jika tidak bisa dibawa ke tahun depan,” ujar Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial Aisi saat dihubungi KatadataOTO, Selasa (10/12).
Menurut Sigit, jika pengiriman motor baru terlalu banyak ditakutkan dapat membebani para diler sebab stok tahun lama masih berlimpah.
“Biasanya konsumen butuh Nik yang baru. Jadi di November sampai Desember ini para anggota Aisi produksi tidak terlalu banyak,” tegas Sigit.
Kendati demikian Sigit menjelaskan bahwa pabrikan akan menyesuaikan jumlah produksi jika permintaan di pasar cukup tinggi.
Dengan begitu tidak ada kendaraan roda dua anyar yang menumpuk di gudang. Selain itu diharapkan bisa laku semua tanpa tersisa satu pun.
Lebih jauh Sigit menjelaskan bahwa penurunan penjualan motor baru bukan karena gelaran Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) yang dilakukan serentak.
“Tidak, tak ada pengaruhnya (Pilkada serentak), karena kalau terlalu banyak nanti membebani jaringan. Sebab stok jadi (barang) lama, padahal di Januari kami sudah buat dengan tahun baru,” pungkas dia.
Di sisi lain sepanjang Januari sampai November 2024 terdapat 5,9 juta unit kendaraan roda dua yang tersalurkan. Angka ini masih jauh dari target telah ditentukan Aisi, yakni 6,2 juta sampai 6,5 juta unit
Bila melihat tren di November lalu, dirasa cukup sulit jika ingin menembus 6,5 juta unit. Sebab dibutuhkan 570 ribuan motor terniaga pada Desember 2024.
Apalagi pada bulan ini tidak ada pemicu seperti pameran atau acara lain yang mendukung penjualan, agar pasar kendaraan roda dua bisa melejit.
Ditambah di Desember 2023, pasar sepeda motor hanya menorehkan 427 ribuan unit saja. Sehingga menjadi tantangan bagi para pabrikan buat mendongkrak penjualan.
Secara umum para diler menawarkan potongan harga besar-besaran di akhir tahun. Tentu dengan harapan bisa mendorong aktivitas pemasaran.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 Oktober 2026, 09:00 WIB
12 September 2026, 11:00 WIB
12 September 2026, 08:14 WIB
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
26 Juli 2026, 22:05 WIB
Terkini
29 Oktober 2026, 13:00 WIB
PEVS 2026 menawarkan banyak berbagai program menarik untuk menstimulus masyarakat beralih ke mobil listrik
29 Oktober 2026, 11:00 WIB
Pertamina Lubricants mengkalim memiliki fasilitas produksi terbesar di Asia Tenggara yang memasok 17 negara
29 Oktober 2026, 09:00 WIB
Buat pencinta skutik, new Honda Genio mendapatkan beberapa opsi kelir anyar yang bikin tampilannya beda
29 Oktober 2026, 07:00 WIB
Di bawah naungan PT Permata Otomotif Indonesia (POI), Peugeot Motorcycle kembali hadir di pasar Indonesia
28 Oktober 2026, 23:44 WIB
Kia Puri resmi dibuka, hasil kerjasama dengan PT Sinar Inti Harapan dan akan terus bertambah di kemudian hari
28 Oktober 2026, 16:13 WIB
Rangkaian seri GIIAS berlanjut, kini GIIAS Makassar 2026 resmi dibuka diramaikan berbagai model elektrifikasi
28 Oktober 2026, 13:00 WIB
Komponen CVT pada motor matik perlu diperiksa secara berkala, ini gejalanya jika terjadi potensi kerusakan
28 Oktober 2026, 11:00 WIB
Periklindo menilai mobil hybrid turut berkontribusi dalam pengurangan konsumsi BBM dan emisi CO2 di Indonesia