Insentif Motor Listrik Tak Kunjung Cair, Masih Tunggu Regulasi
25 September 2026, 19:00 WIB
Diracik bukan untuk kebutuhan riset, berikut ini keunikan motor listrik hidrogen rakitan mahasiswa MIT
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – MIT (Massachusetts Institute of Technology) terkenal sebagai salah satu universitas terbaik di dunia. Kontribusi nyata diberikan lewat inovasi termasuk di sektor kendaraan ramah lingkungan.
Belum lama ini tim mahasiswa MIT rakit motor listrik bertenaga hidrogen yang memiliki sejumlah keunikan. Mereka berniat membagikan racikan itu sehingga jika orang ingin meriset sepeda motor bisa membuat versinya sendiri.
Motor listrik hidrogen rakitan mahasiswa MIT sebelumnya sudah sukses melalui demonstrasi di trek pada Oktober 2023. Setelah itu spesifikasi dan prosedur perakitan akan dipublikasikan secara daring di masa mendatang.
Tim MIT diketahui sedang mengkurasi buku panduan prosedur jika pengguna sepeda motor berniat mengkonversi motor jadi bertenaga hidrogen.
“Kami berharap proyek ini bisa jadi kesempatan untuk kita berdiskusi tentang sistem small hydrogen yang bisa meningkatkan permintaan dan mengarah ke pengembangan infrastruktur,” ucap Aditya Mehrotra, leader Electric Vehicle Team MIT dalam siaran resmi MIT News.
Dalam prosesnya tim Electric Vehicle butuh waktu satu tahun. Sejumlah komponen diterima merupakan donasi dari sponsor termasuk fuel cell.
Tim menggunakan frame dari sebuah motor lansiran 1999. Beragam komponen kustom digunakan untuk menyokong motor elektrik, tangki hidrogen, fuel cell dan rantai penggerak.
Uniknya motor listrik hidrogen tersebut memiliki komponen dilepas pasang. Sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan periset dan jadi wadah eksperimen.
Mehrotra menjelaskan tim memang sengaja tidak mendesain motor itu seperti produk komersial tapi murni buat riset. Sehingga berbagai pihak bisa ikut ambil bagian mengembangkan misal untuk segi desain.
“Sejauh yang kami tahu kita pionir di motor listrik hidrogen open-source, didokumentasi, ditest dan dilepas sebagai platform,” tegas Mehrotra.
Mereka terlebih dulu menggunakan tenaga dari baterai sembari menunggu fuel cell dari Doosan, perusahaan Korea Selatan. Sebelum diuji di trek mereka menggunakan dynamometer bekerja layaknya treadmill.
Electric Vehicle Team dari MIT terdiri dari belasan mahasiswa. Mereka menegaskan bahwa motor tersebut tidak dirakit buat ikut perlombaan atau kompetisi namun sekadar dipresentasikan di konferensi.
Setelah mejeng di CES (Consumer Electronics Show) 2024, motor listrik hidrogen rakitan tim mahasiswa itu akan dipamerkan di World Hydrogen Summit di Belanda, Mei 2024.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 September 2026, 19:00 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
20 Agustus 2026, 11:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9