Yadea Sebut Budaya Mobilitas Modern di Indonesia Terus Berkembang
24 Juni 2026, 15:00 WIB
Aismoli meminta kementerian dan BUMN untuk lebih masif menggunakan motor listrik konversi agar jadi contoh
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Program motor listrik konversi sepertinya berjalan belum sesuai ekspektasi. Sebab minat masyarakat terhadap kendaraan ini masih sangat rendah.
Hal itu membuat Aismoli (Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia) mencari cara agar program konversi motor listrik dilirik khalayak luas.
“Mulai kita dorong lagi yang konversi sehingga masyarakat mau beralih dari kendaraan konvensional,” ujar Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli menjawab pertanyaan KatadataOTO.
Dia pun mengaku sudah berkoordinasi dengan Dirjen EBTKE Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) guna mendorong adopsi motor listrik konversi.
Salah satunya dengan menggandeng sejumlah bengkel konversi dengan nama besar. Sehingga masyarakat tertarik mengubah kendaraan roda dua konvensional mereka menjadi elektrik.
“Kemudian harapannya pihak pemerintah seperti Kementerian dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) lebih masif menggunakan motor listrik konversi agar menjadi contoh,” tegas Budi.
Selain itu dia juga minta kepada para pihak swasta turut mendorong program ini. Seperti perusahaan transportasi berbasis daring.
“Beberapa seperti Gojek serta Grab seharusnya bisa menggunakan sepeda motor listrik dari hasil konversi,” Budi menuturkan.
Sebagai informasi, sebelumnya Kementerian ESDM sudah memastikan program subsidi motor listrik konversi tetap berlanjut di 2025. Namun dilakukan dengan sejumlah pembaruan.
“Tentu bakal dilakukan penyempurnaan di beberapa bagian karena saat ini juga sedang dalam proses. Jadi semuanya akan dievaluasi,” ucap Harris, Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konversi Energi ESDM.
Di sisi lain sepanjang 2023 jumlah unit yang telah diubah baru 1.000 unit. Angka tersebut sangat jauh dari target, yakni 50.000 unit.
Oleh sebab itu pemerintah membuat sejumlah stimulus. Seperti pemberian program konversi motor listrik gratis ke guru juga siswa SMK.
“Ini merupakan upaya kami agar sepeda motor yang ada di jalan tidak mengeluarkan emisi gas buang,” kata Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE).
Lebih jauh Eniya menuturkan bahwa biaya konversi motor listrik sejatinya Rp 15 – Rp 17 juta. Akan tetapi Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan insentif sebesar Rp 10 juta.
“Kami dibantu oleh program CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan maka bisa gratis,” tegas dia.
Nah jika Anda berminat mengikuti program konversi motor listrik gratis, tinggal mengunjungi laman resmi Kementerian ESDM. Namun ada sejumlah syarat serta dokumen yang harus dipenuhi.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
24 Juni 2026, 15:00 WIB
20 Juni 2026, 18:05 WIB
19 Juni 2026, 15:00 WIB
12 Juni 2026, 21:28 WIB
08 Juni 2026, 18:00 WIB
Terkini
01 Juli 2026, 09:51 WIB
Dijual Rp 1 miliar, Toyota Hilux BEV diimpor utuh dari Thailand dan menyasar konsumen yang lebih terbatas
01 Juli 2026, 07:00 WIB
Fabio Quartararo dan Alex Rins resmi mengakhiri masa bakti mereka bersama tim pabrikan Yamaha musim ini
01 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi secara penuh di awal bulan demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini 1 Juli 2026, ada beberapa aturan baru yang diterapkan
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Mengawali Juli 2026, layanan SIM keliling Jakarta kembali mengakomodir perpanjangan masa berlaku SIM
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit