Tampilan Motor Listrik VinFast yang Siap Masuk Indonesia
17 Januari 2026, 13:00 WIB
Aismoli meminta kementerian dan BUMN untuk lebih masif menggunakan motor listrik konversi agar jadi contoh
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Program motor listrik konversi sepertinya berjalan belum sesuai ekspektasi. Sebab minat masyarakat terhadap kendaraan ini masih sangat rendah.
Hal itu membuat Aismoli (Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia) mencari cara agar program konversi motor listrik dilirik khalayak luas.
“Mulai kita dorong lagi yang konversi sehingga masyarakat mau beralih dari kendaraan konvensional,” ujar Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli menjawab pertanyaan KatadataOTO.
Dia pun mengaku sudah berkoordinasi dengan Dirjen EBTKE Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) guna mendorong adopsi motor listrik konversi.
Salah satunya dengan menggandeng sejumlah bengkel konversi dengan nama besar. Sehingga masyarakat tertarik mengubah kendaraan roda dua konvensional mereka menjadi elektrik.
“Kemudian harapannya pihak pemerintah seperti Kementerian dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) lebih masif menggunakan motor listrik konversi agar menjadi contoh,” tegas Budi.
Selain itu dia juga minta kepada para pihak swasta turut mendorong program ini. Seperti perusahaan transportasi berbasis daring.
“Beberapa seperti Gojek serta Grab seharusnya bisa menggunakan sepeda motor listrik dari hasil konversi,” Budi menuturkan.
Sebagai informasi, sebelumnya Kementerian ESDM sudah memastikan program subsidi motor listrik konversi tetap berlanjut di 2025. Namun dilakukan dengan sejumlah pembaruan.
“Tentu bakal dilakukan penyempurnaan di beberapa bagian karena saat ini juga sedang dalam proses. Jadi semuanya akan dievaluasi,” ucap Harris, Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konversi Energi ESDM.
Di sisi lain sepanjang 2023 jumlah unit yang telah diubah baru 1.000 unit. Angka tersebut sangat jauh dari target, yakni 50.000 unit.
Oleh sebab itu pemerintah membuat sejumlah stimulus. Seperti pemberian program konversi motor listrik gratis ke guru juga siswa SMK.
“Ini merupakan upaya kami agar sepeda motor yang ada di jalan tidak mengeluarkan emisi gas buang,” kata Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE).
Lebih jauh Eniya menuturkan bahwa biaya konversi motor listrik sejatinya Rp 15 – Rp 17 juta. Akan tetapi Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan insentif sebesar Rp 10 juta.
“Kami dibantu oleh program CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan maka bisa gratis,” tegas dia.
Nah jika Anda berminat mengikuti program konversi motor listrik gratis, tinggal mengunjungi laman resmi Kementerian ESDM. Namun ada sejumlah syarat serta dokumen yang harus dipenuhi.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
17 Januari 2026, 13:00 WIB
12 Januari 2026, 10:00 WIB
10 Januari 2026, 15:00 WIB
07 Januari 2026, 18:00 WIB
07 Januari 2026, 16:00 WIB
Terkini
17 Januari 2026, 17:00 WIB
Harga Chery J6T resmi naik di awal tahun meski peluncuran kendaraan baru dilakukan pada November 2025
17 Januari 2026, 15:00 WIB
Seorang wiraniaga menawarkan diskon Suzuki XL7 Hybrid untuk semua metode pembelian, baik tunai atau kredit
17 Januari 2026, 13:00 WIB
Ada tiga model baru motor listrik VinFast yang meluncur di Vietnam, salah satunya tampil mirip Honda Vario
17 Januari 2026, 11:00 WIB
Toyota Kijang Innova bekas masih menjadi pilihan menarik untuk pelanggan yang membutuhkan MPV tangguh
17 Januari 2026, 09:00 WIB
Desain utuh Starlight 560 alias Wuling Almaz Darion telah terdaftar di DJKI, peluncurannya semakin dekat
17 Januari 2026, 08:00 WIB
BYD berkomitmen bahwa pabrik mereka di Subang akan mulai aktif kuartal 1 2026 dan langsung produksi beberapa model
17 Januari 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia yang ada guna meningkatkan layanan
16 Januari 2026, 21:00 WIB
Motor TVS Callisto 125 mendapatkan dua tambahan warna baru, melengkapi empat opsi kelir yang sudah ada