Penjualan Motor Alva Diklaim Tumbuh Walau Tanpa Insentif
11 Maret 2026, 18:00 WIB
Meski sempat mengalami kenaikan di Februari 2022, ekspor motor Maret 2022 kembali mengalami penurunan
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Setelah menunjukan tren positif pada Februari 2022, ekspor motor Maret 2022 kembali mengalami penurunan. Seperti dilansir data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan motor ke negeri orang berada di angka 54.865 unit sepanjang bulan ketiga tahun ini.
Angka tersebut mengalami penurunan 7.8 persen dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya. Tercatat, ekpor motor pada Februari 2022 berada di angka 59.542 unit.
Penurunan penjualan ekspor juga terlihat jika dibandingkan Maret 2021. Secara year on year (YoY), angka penjualan ke luar negeri mengalami penurunan 21 persen karena sebelumnya berhasil terjual 69.243 unit
Dari tiga model yang ditawarkan, skuter matik (skutik) masih mendominasi penjualan dengan pangsa pasar mencapai 70.24 persen. Selanjutnya terdapat segmen sport dengan pangsa pasar 19.89 persen dan bebek 9.88 persen.
Bila bicara penjualan ekspor sepanjang kuartal I 2022, secara total pengiriman berhasil mencapai 165.443 unit ke beberapa negara di dunia. Angka tersebut mengalami penurunan 65.285 unit dibandingkan kuartal I 2021.
Namun peningkatan penjualan untuk pasar domestik berhasil mencapai 22 persen dibandingkan Februari 2022. AISI menyebut penjualan untuk pasar domestik berada di angka 450.565 unit di bulan ketiga tahun ini.
Khusus Februari 2022 penjualan domestik yang mampu dikukuhkan berada di angka 368.131 unit, sedangkan bulan pertama tahun ini berhasil mencatatkan 443.890 unit.
Dari data yang ada diketahui segmen kendaraan yang mendominasi masih dipegang skutik dengan persentase mencapai 87.58 persen, disusul sport di angka 6.25 persen dan bebek 6.17 persen.
Terdapat lima merek kendaraan yang terdaftar menjadi anggota, Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala mengatakan, potensi peningkatan penjualan motor di 2022 masih terbuka lebar. Terlebih pertumbuhan penjualan tahun lalu naik cukup signifikan.
"Kami harapkan tren positif ini berlanjut ke 2022 yang kami prediksi akan tumbuh 2 hingga 8 persen atau 5,1 juta hingga 5,4 juta unit. Ini akan memberikan multiplier effect yang positif buat industri terkait,” kata Sigit beberapa waktu lalu.
Tercatat, penjualan motor sepanjang 2021 berhasil mengukuhkan angka penjualan 5.057.516 unit. Angka tersebut mengalami peningkatan hingga 38 persen dibandingkan 2020.
Kenaikan yang terjadi menjadi buktinya adanya perbaikan dan peningkatan penjualan di sektor otomotif setelah pandemi Covid-19 terjadi secara global. Meski belum pulih sepenuhnya, industri sepeda motor mampu bangkit di 2021 meski tak mendapatkan insentif PPnBM seperti kendaraan roda empat.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 Maret 2026, 18:00 WIB
18 September 2025, 12:00 WIB
20 Agustus 2025, 15:00 WIB
19 Agustus 2025, 10:00 WIB
15 Agustus 2025, 12:00 WIB
Terkini
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan
31 Maret 2026, 11:00 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan
31 Maret 2026, 09:47 WIB
HPM memantau bagaimana antusias masyarakat terhadap mobil listrik Honda 0 Alpha yang akan diluncurkan
31 Maret 2026, 07:00 WIB
Suzuki Burgman 125 EX direcall karena adanya potensi kerusakan pada kabel rem belakang yang bisa mengurangi performa
31 Maret 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Jakarta menawarkan kemudahan perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, simak lokasinya
31 Maret 2026, 06:03 WIB
MCD Pasir Koja menjadi salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini melayani pengendara
31 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 31 Maret menjadi yang terakhir di bulan ini dengan pengawasan ketat dari kepolisian
30 Maret 2026, 20:43 WIB
Masanao Kataoka ditunjuk untuk menjabat sebagai President Director Honda Prospect Motor yang baru saat ini