Mau Charge Mobil Listrik di Rumah, Jangan Sembarangan
20 Januari 2026, 09:00 WIB
Toyota dan CATL disinyalir segera melokalisasi baterai lini elektrifikasi seperti bZ4X dan Veloz Hybrid
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Prinsipal Toyota dan CATL diketahui telah menjalin kerja sama untuk pembangunan pabrik baterai di Indonesia.
Dikonfirmasi pada 2023, pihak Toyota bahkan sempat membeberkan baterai rakitan lokal itu nantinya tak hanya mensuplai lini kendaraan Toyota tetapi mencakup industri otomotif secara keseluruhan.
Meskipun Toyota Indonesia belum mengkonfirmasi hal itu secara gamblang, mereka menegaskan lokalisasi baterai akan dilakukan dalam waktu dekat.
Perlu diketahui sebelumnya lini mobil hybrid produksi lokal Toyota seperti Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV pakai baterai yang dirakit di dalam negeri.
Meskipun begitu, komponen pada sumber penampung daya seperti sel baterai masih diimpor.
Keberadaan pabrik hasil kerja sama dengan CATL bakal menjadi langkah awal Toyota melokalisasi komponen baterai.
“Kalau (mobil) listrik, (lokalisasi) dimulai dulu dari mobilnya. Innova Zenix baterainya kita nanti akan lokalisasi,” kata Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang beberapa waktu lalu.
Ini juga termasuk rencana lokalisasi mobil listrik perdana mereka di Tanah Air yaitu bZ4X.
Toyota bZ4X tadinya berstatus Completely Built Up (CBU) alias diimpor utuh dari Jepang. Harganya tembus Rp 1 miliar on the road Jakarta.
Lokalisasi baterai diyakini dapat membantu menekan harga Toyota bZ4X di masa mendatang. Sehingga diharapkan menjangkau semakin banyak konsumen.
Baterai rakitan CATL yang sama disinyalir jadi bagian dari Veloz Hybrid, calon mobil baru Toyota di Indonesia tahun depan.
Pihak Toyota turut berharap ada bantuan lebih diberikan pemerintah agar lokalisasi bisa cepat terealisasi.
“Kita berharap nanti setiap melokalisasikan komponen itu ada insentif-insentifnya,” tegas Bob.
Ketika dikonfirmasi terkait kerja sama dengan CATL, dia masih menutup rapat informasi tersebut.
“Nanti akan kita informasikan,” kata Bob singkat.
Sebagai informasi, CATL yang menjadi rekan kolaborasi Toyota adalah manufaktur asal Tiongkok yang fokus pada produksi baterai bermaterial lithium-ion.
CATL merupakan produsen baterai terbesar, berada tepat di atas LG Energy Solution dengan kapasitas produksi baterai 57,1 GWh.
Di Indonesia, CATL akan menggaet PT Aneka Tambang atau Antam bersama PT Industri Baterai Indonesia dengan nilai proyek sekitar Rp 85 triliun.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
20 Januari 2026, 09:00 WIB
19 Januari 2026, 19:00 WIB
19 Januari 2026, 16:00 WIB
18 Januari 2026, 13:00 WIB
15 Januari 2026, 16:00 WIB
Terkini
20 Januari 2026, 11:00 WIB
Meski pemesanan sudah dibuka sejak tahun lalu, produksi Lepas L8 baru akan dilakukan mulai bulan depan
20 Januari 2026, 10:00 WIB
Sejumlah motor matic 150 cc yang ditawarkan Yamaha kepada para konsumen mengalami kenaikan di awal 2026
20 Januari 2026, 09:00 WIB
Kebakaran mobil listrik sering berawal dari human error, salah satunya proses pengisian daya yang tidak tepat
20 Januari 2026, 08:00 WIB
Ada berbagai upaya yang bisa dipilih pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM di Tanah Air
20 Januari 2026, 07:00 WIB
Honda UC3 jadi salah satu kandidat motor listrik baru di Indonesia, saat ini baru ditawarkan di Thailand
20 Januari 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan para pengendara motor dan mobil, SIM keliling Bandung kembali dihadirkan di Kota Kembang
20 Januari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 20 Januari 2026 digelar pada puluhan ruas jalan untuk atasi kemacetan di Ibu Kota
20 Januari 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan khusus untuk SIM A dan C saja dengan biaya yang bervariasi