Impor Pikap Ribuan Unit dari India Rugikan Industri Komponen
21 Februari 2026, 13:00 WIB
Gaikindo menilai kalau rencana subsidi mobil hybrid dapat membuat masyarakat menunda pembeliaan kendaraan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah kembali mempertimbangkan untuk memberi subsidi mobil hybrid. Kali ini terlontar dari mulut Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian.
Ia menilai insentif tersebut perlu dikucurkan di Tanah Air. Hal itu agar para pabrikan tidak memindahkan fasilitas produksi ke negeri lain.
Melihat hal di atas Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) minta pemerintah segera merealisasikan bantuan satu ini. Jadi sifatnya tidak hanya rencana saja.
Sebab jika hanya sekadar wacana bakal mempengaruhi daya beli masyarakat. Sehingga penjualan mobil di Tanah Air kembali melorot.
“Misal sekarang diisukan mobil tertentu dapat insentif 10 persen, orang yang mau beli akhirnya menunggu sampai subsidi dikeluarkan,” ucap Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo kepada KatadataOTO belum lama ini
Lebih jauh Kukuh mengatakan kalau hal serupa pernah terjadi beberapa waktu lalu. Saat itu pemerintah berencana buat mengucurkan insentif PPnBM DTP (Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah).
Akan tetapi rencana tersebut tidak juga terlaksana sampai sekarang. Sehingga masyarakat menunda pembelian dan dampaknya penjualan terganggu.
“Kalau mau keluarin ya berikan saja, ini ada subsidi jadi orang berbondong-bondong beli. Kalau telah terealisasi kasih tau cepat manfaatkan sebelum bantuan dicabut lagi,” tegas Kukuh.
Patut diketahui, sebelumnya pemerintah tidak jadi memberikan subsidi mobil hybrid. Hal itu karena mereka menilai penjualan kendaraan ramah lingkungan satu ini sudah cukup moncer.
Bahkan bisa melebihi penjualan mobil listrik di Tanah Air. Padahal pemerintah telah mengucurkan bantuan untuk pembelian BEV (Battery Electric Vehicle).
Akan tetapi baru-baru ini Agus kembali mengusulkan agar pemerintah mau menyalurkan subsidi mobil hybrid ke masyarakat.
“Kami tak mau pabrik mobil hybrid yang sudah ada di Indonesia itu pindah. Ini kasusnya sama seperti saat 1980-an, kita mempersulit tumbuhnya industri semikonduktor dan mereka pergi ke Malaysia," ujar Agus di laman resmi Gaikindo.
Ia tak ingin negara-negara lain malah memberikan subsidi mobil hybrid. Sehingga menarik minat para pabrikan di Tanah Air buat pergi ke sana.
Jadi Agus kembali mengusulkan pemerintah memberikan bantuan pembelian kendaraan ramah lingkungan satu ini. Dengan begitu bisa menumbuhkan minat masyarakat dan menjaga para produsen tidak angkat koper dari Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Februari 2026, 13:00 WIB
20 Februari 2026, 19:00 WIB
20 Februari 2026, 10:00 WIB
20 Februari 2026, 08:00 WIB
19 Februari 2026, 10:00 WIB
Terkini
22 Februari 2026, 17:00 WIB
Michelin Indonesia bakal meluncurkan produk baru untuk sepeda motor setelah Lebaran untuk perluas pangsa pasarnya
22 Februari 2026, 15:00 WIB
Francesco Bagnaia tengah santer dihubungkan dengan Aprilia Racing pada MotoGP 2027 untuk menggantikan Martin
22 Februari 2026, 13:00 WIB
Honda mengungkapkan Brio Satya S CVT jadi salah satu kontributor utama di pameran otomotif IIMS 2026
22 Februari 2026, 11:00 WIB
Jumlah pemudik saat Lebaran 2026 diprediksi mengalami penurunan cukup besar bila dibandingkan tahun lalu
22 Februari 2026, 09:00 WIB
Sule, artis dan pelawak Tanah Air memiliki sederet koleksi mobil dan diketahui merupakan penyuka Jeep
22 Februari 2026, 07:00 WIB
Mobil Amerika mendapat karpet merah setelah Perjanjian Perdagangan Timbal Balik di setujui dua negara
21 Februari 2026, 21:00 WIB
Isuzu merupakan salah satu produsen kendaraan niaga yang sudah merakit lokal truk dan mobil pikap di RI
21 Februari 2026, 19:00 WIB
Pemerintah telah menyiapkan 10 tol fungsional untuk beroperasi saat mudik Lebaran 2026 agar mengurangi kemacetan