BYD Berhasil Mendorong Penjualan Mobil Listrik Nasional
14 Februari 2026, 10:30 WIB
Menurut Bernardus menurunnya penjualan mobil di semester satu berdampak banyak pada sektor asuransi kendaraan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Lesunya penjualan mobil di Indonesia ternyata membawa dampak domino. Sebab dirasakan oleh banyak pihak di Tanah Air.
Tak terkecuali dari sektor asuransi turut merasakan efek atau getahnya. Seperti yang sedang dialami oleh MSIG Indonesia.
“Kalau polis-polis Renewal terus berjalan. Tetapi kita rasa premi baru dari penjualan mobil anyar ini berkurang,” ujar Bernardus Wanandi, Vice President Asuransi MSIG Indonesia kepada KatadataOTO di Jakarta, Senin (26/8).
Lebih jauh dia menuturkan kalau masyarakat banyak yang menahan pembelian kendaraan dalam beberapa waktu. Hal itu membawa dampak negatif bagi mereka.
Pasalnya premi asuransi yang mereka terima anjlok. Namun dia tidak mau merinci sejauh mana hal itu membawa dampak.
“Saya tidak bisa memberikan data, akan tetapi sesuai yang kita lihat penjualan mobil baru turun sekitar 15-20 persen,” ia menambahkan.
Meski begitu dia berharap hal ini bisa segera berakhir. Jadi industri otomotif serta asuransi dapat kembali bergairah.
Sementara itu menurut AAUI (Asosiasi Asuransi Umum Indonesia) lesunya penjualan mobil membuat penerimaan premi asuransi kendaraan turun di tahun ini.
“Kami perkirakan melambat hampir lima persen dari total premi pada kuartal dua 2024,” ucap Budi Herawan, Ketua Umum AAUI di Antara.
Budi menjelaskan ada sejumlah penyebab kenapa pasar kendaraan roda empat kurang bergairah. Salah satunya adalah masyarakat maupun produsen menunggu kebijakan baru ketika Prabowo Subianto menjabat sebagai presiden.
“Kemudian ketersedian kendaraan baru sekarang relatif inden, mereka menerka apakah mau beralih ke listrik atau bagaimana. Intinya pabrikan belum mau stok banyak,” tegas Budi.
Sebagai informasi, penjualan mobil pada semester satu terperosok cukup dalam. Menurut data Gaikindo hanya ada 408.012 unit kendaraan yang dikirim dari pabrik ke diler (Wholesales) .
Jumlah itu turun sampai 19,5 persen jika dibandingkan dengan periode serupa tahun lalu. Sebab terdapat 506.427 unit pada 2023.
Penurunan juga terlihat pada retail sales Januari sampai Juni 2024 karena hanya mampu mencatatkan angka 431.987 unit.
Torehan di atas 14 persen lebih rendah ketimbang periode serupa di 2023 yaitu sebesar 502.533 kendaraan roda empat.
Sejumlah faktor pun digadang-gadang menjadi penyebab menurunnya penjualan mobil di Tanah Air. Seperti pengetatan kredit di awal tahun.
Lalu ada gelaran Pemilu 2024 pada Februari 2024. Kemudian melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar juga menjadi biang kerok.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Februari 2026, 10:30 WIB
12 Februari 2026, 12:00 WIB
11 Februari 2026, 19:00 WIB
10 Februari 2026, 18:00 WIB
10 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026
14 Februari 2026, 19:00 WIB
ACC kembali menggelar pameran mobil di Jogja City Mall, dengan maksud untuk meningkatkan kepemilikan kendaraan
14 Februari 2026, 18:02 WIB
Rangkaian acara Festival Vokasi Satu Hati 2026 digelar, hasilkan generasi muda siap terjun ke dunia kerja
14 Februari 2026, 17:00 WIB
Suzuki Indomobil Sales menggelar seremoni pengukuhan ketua umum baru Karimun Club Indonesia di IIMS 2026
14 Februari 2026, 16:00 WIB
Jetour Dashing Inspira hadir di IIMS 2026 untuk menggoda para keluarga muda di daerah urban atau perkotaan