Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Menurut Bernardus menurunnya penjualan mobil di semester satu berdampak banyak pada sektor asuransi kendaraan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Lesunya penjualan mobil di Indonesia ternyata membawa dampak domino. Sebab dirasakan oleh banyak pihak di Tanah Air.
Tak terkecuali dari sektor asuransi turut merasakan efek atau getahnya. Seperti yang sedang dialami oleh MSIG Indonesia.
“Kalau polis-polis Renewal terus berjalan. Tetapi kita rasa premi baru dari penjualan mobil anyar ini berkurang,” ujar Bernardus Wanandi, Vice President Asuransi MSIG Indonesia kepada KatadataOTO di Jakarta, Senin (26/8).
Lebih jauh dia menuturkan kalau masyarakat banyak yang menahan pembelian kendaraan dalam beberapa waktu. Hal itu membawa dampak negatif bagi mereka.
Pasalnya premi asuransi yang mereka terima anjlok. Namun dia tidak mau merinci sejauh mana hal itu membawa dampak.
“Saya tidak bisa memberikan data, akan tetapi sesuai yang kita lihat penjualan mobil baru turun sekitar 15-20 persen,” ia menambahkan.
Meski begitu dia berharap hal ini bisa segera berakhir. Jadi industri otomotif serta asuransi dapat kembali bergairah.
Sementara itu menurut AAUI (Asosiasi Asuransi Umum Indonesia) lesunya penjualan mobil membuat penerimaan premi asuransi kendaraan turun di tahun ini.
“Kami perkirakan melambat hampir lima persen dari total premi pada kuartal dua 2024,” ucap Budi Herawan, Ketua Umum AAUI di Antara.
Budi menjelaskan ada sejumlah penyebab kenapa pasar kendaraan roda empat kurang bergairah. Salah satunya adalah masyarakat maupun produsen menunggu kebijakan baru ketika Prabowo Subianto menjabat sebagai presiden.
“Kemudian ketersedian kendaraan baru sekarang relatif inden, mereka menerka apakah mau beralih ke listrik atau bagaimana. Intinya pabrikan belum mau stok banyak,” tegas Budi.
Sebagai informasi, penjualan mobil pada semester satu terperosok cukup dalam. Menurut data Gaikindo hanya ada 408.012 unit kendaraan yang dikirim dari pabrik ke diler (Wholesales) .
Jumlah itu turun sampai 19,5 persen jika dibandingkan dengan periode serupa tahun lalu. Sebab terdapat 506.427 unit pada 2023.
Penurunan juga terlihat pada retail sales Januari sampai Juni 2024 karena hanya mampu mencatatkan angka 431.987 unit.
Torehan di atas 14 persen lebih rendah ketimbang periode serupa di 2023 yaitu sebesar 502.533 kendaraan roda empat.
Sejumlah faktor pun digadang-gadang menjadi penyebab menurunnya penjualan mobil di Tanah Air. Seperti pengetatan kredit di awal tahun.
Lalu ada gelaran Pemilu 2024 pada Februari 2024. Kemudian melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar juga menjadi biang kerok.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
20 April 2026, 21:20 WIB
18 April 2026, 10:07 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru