Tanpa Insentif, Pabrikan Cina Bakal Fokus Jualan Mobil Hybrid
23 Februari 2026, 09:00 WIB
Voltron Indonesia resmikan SPKLU DC 360 kW sehingga pengisian daya bisa dilakukan lebih cepat dari normal
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Voltron Indonesia resmi membuka fasilitas baru Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) DC 360 kW di Living World Alam Sutera. Kehadirannya diharapkan bisa memenuhi tingginya kebutuhan pengguna mobil listrik di kawasan tersebut.
Berbeda dengan fasilitas lain, SPKLU Voltron DC 360 kW telah dilengkapi teknologi Hyper Fast Charging. Berkat ini maka pengisian daya kendaraan listrik hingga 80 persen dalam waktu kurang dari 20 menit.
Terdapat tiga mesin SPKLU Hyper Fast Charging dengan dua gun di tiap unitnya dan sudah bisa digunakan untuk umum.
“Kami percaya bahwa transisi energi bukan sekadar tren melainkan keharusan bagi Indonesia dalam mencapai target Net Zero Emissions. Oleh karena itu Voltron berkomitmen untuk menghadirkan solusi pengisian daya yang lebih cepat, strategis dan mudah diakses,” Abdul Rahman Elly, Founder & CEO Voltron Indonesia disela-sela peresmian.
Ia pun menambahkan bahwa dengan adanya fasilitas ini maka masyarakat tidak perlu lagi khawatir kehabisan waktu terlalu lama untuk mengisi daya. Walau lebih cepat namun Abdul Rahman Elly memastikan tarif pengisian daya tetap kompetitif sehingga menguntungkan pelanggan.
“Untuk tarifnya, di bawah 50 kW itu Rp 2.466 sementara biaya tambahannya adalah 933 per kW. Sementara di atas 50 kW harganya Rp 3.600 kWh,” tegasnya.
Saat ini SPKLU Voltron DC 360 kW bisa menampung sekitar enam mobil dalam waktu yang bersamaan. Sehingga antrean kendaraan diharapkan bisa lebih cepat dibanding lokasi pengisian daya lainnya.
Rencananya SPKLU Voltron DC 360 kW nantinya akan dibangun di 50 titik guna memudahkan masyarakat mengakses fasilitas tersebut.
“Sementara pembangunannya masih akan fokus ke Jabodetabek terlebih dulu karena memang peminat tertingginya masih di sana,” tambah Abdul Rahman Elly.
Pembangunan tersebut dilakukan secara bertahap hingga akhir 2025 dan tidak menutup kemungkinan akan makin luas di tahun depan. Sehingga diharapkan ekosistem kendaraan listrik khususnya pengisian daya bisa semakin luas.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
23 Februari 2026, 09:00 WIB
20 Februari 2026, 08:00 WIB
19 Februari 2026, 15:00 WIB
19 Februari 2026, 09:00 WIB
19 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
23 Februari 2026, 17:00 WIB
Mobil harus mendapatkan perawatan ekstra di musim hujan bahkan kerap menerobos genangan air alias banjir
23 Februari 2026, 16:00 WIB
Baik Pertamina, Shell hingga Vivo mempertahankan harga BBM mereka, sehingga bisa menguntungkan pengendara
23 Februari 2026, 15:00 WIB
Salah satu poin perjanjian ART menyebutkan, Indonesia wajib mengimpor etanol setiap tahun sebanyak 1 juta ton
23 Februari 2026, 14:00 WIB
Dari 4.585 unit wholesales mobil hybrid (termasuk PHEV), lebih dari setengahnya diperoleh Innova Zenix
23 Februari 2026, 13:00 WIB
Mayoritas pikap di Indonesia berpenggerak 4x2, beda dari 105.000 pikap impor yang pakai penggerak 4x4
23 Februari 2026, 12:00 WIB
Produsen mobil di Indonesia berhasil mencatatkan angka positif dengan pertumbuhan bila dibandingkan bulan sebelumnya
23 Februari 2026, 11:00 WIB
BYD resmi menjalin kerja sama dengan Manchester City dan bakal bertanggung jawab untuk memenuhi mobilitas para pemain
23 Februari 2026, 10:00 WIB
Kadin Indonesia menilai, impor 105 ribu pikap asal India bisa mematikan industri otomotif di dalam negeri