BYD Resmi Buka Pabrik di Subang, Mampu Produksi 150 Ribu Mobil
03 September 2026, 16:02 WIB
Volkswagen berencana tutup pabrik di Jerman karena kalah bersaing dalam perang harga melawan perusahaan Asia
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Volkswagen berencana tutup pabrik di Jerman karena tidak mampu lagi menghadapi perang harga yang dilakukan perusahaan otomotif Asia. Rencana tersebut pun diyakini akan mendapat banyak protes khususnya dari para serikat pekerja.
Namun penutupan pabrik dinilai sebagai upaya terbaik untuk menyelamatkan perusahaan di masa depan.
“Industri otomotif Eropa berada dalam situasi sangat sulit dan serius. Kondisi ekonomi yang berat ditambah adanya pesaing baru menyebabkan pabrikan semakin tertinggal,” ungkap Oliver Blume, CEO Volkswagen Group.
Sebenarnya Volkswagen telah melihat beberapa pabrik mereka sudah ketinggalan zaman. Namun upaya untuk melakukan perubahan secara besar-besaran selalu berhasil digagalkan.
Terlebih sebelum rencana penutupan pabrik mencuat, mereka telah mengambil beberapa tindakan lain. Salah satunya adalah mencoba mengakhiri program jaminan kerja yang sudah berlaku sejak 1994.
"Situasinya sangat tegang dan tidak dapat diatasi dengan tindakan pemotongan biaya sederhana," ungkap Thomas Schaefer, Chief Operating Officer Volkswagen.
Volkswagen sendiri merupakan merek pertama di dunia yang melakukan pengurangan biaya produksi secara besar-besaran. Tak tanggung-tanggung, mereka menargetkan penghematan hingga 10 miliar Euro atau setara Rp 172 triliun di 2026.
Langkah itu harus diambil agar bisa bersaing dengan perusahaan lain khususnya di segmen mobil listrik.
Namun upayanya terbilang berat karena pasar terbesar mereka yaitu China juga semakin menyusut. Pabrikan lokal telah bergerak cepat dengan meluncurkan beragam mobil listrik yang harganya jauh lebih terjangkau.
Produsen tersebut pun kini sudah mulai berekspansi ke Eropa sehingga menambah tekanan pada perusahaan. Mereka dipaksa untuk mengembangkan mobil listrik yang lebih murah, cepat atau berisiko kehilangan pelanggan di dalam negerinya sendiri.
Rencana Volkswagen tutup pabrik juga merupakan pukulan bagi pemerintah Jerman. Pasalnya hal tersebut akan menunjukkan bahwa ada potensi kesalahan dalam menentukan kebijakan.
“Jika perusahaan besar di bidang industri harus menutup fasilitas produksi maka ini adalah peringatan bahwa kebijakan ekonomi Jerman perlu ditingkatkan,” ungkap Carsten Brzeski, Global Head of Macro ING Research.
Sementara di Indonesia, Volkswagen dirasa belum terlalu agresif. Pasalnya sepanjang Januari hingga Juli 2024 mereka baru berhasil menjual sebanyak 65 unit ke perlanggan.
Angka itu hanya mampu membuat mereka duduk di posisi 32 pabrikan terlaris di Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 September 2026, 16:02 WIB
29 April 2026, 13:00 WIB
29 Januari 2026, 20:00 WIB
24 Desember 2025, 21:08 WIB
18 Desember 2025, 21:00 WIB
Terkini
08 September 2026, 16:50 WIB
SUV masih jadi salah satu favorit konsumen, Xpeng GX tuai respons positif sejak debut di RI beberapa waktu lalu
08 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi menyuguhkan banyak kegiatan menarik yang mencuri perhatian masyarakat
08 September 2026, 07:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS Bandung 2026 akan menampilkan sekitar 42 kendaraan yang bisa dicoba langsung pengunjung
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima tempat berbeda hari ini, simak lokasi dan biayanya
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh para pengendara motor dan mobil
07 September 2026, 21:43 WIB
Chery Q menjadi mobil listrik pendatang baru yang menawarkan berbagai fitur kekinian kepada para konsumen
07 September 2026, 12:34 WIB
Gelaran Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi wadah untuk anak bersama keluarga menikmati akhir pekan
07 September 2026, 10:16 WIB
Robot AiMOGA Mornine kembali mendapatkan sertifikasi dari benua Uni Eropa di aspek hardware dan software