Chery Q Mulai Dikirim ke Konsumen, Antrean Bisa Dilacak Daring
26 Oktober 2026, 17:17 WIB
Indonesia dinilai perlu banyak belajar dari strategi Vietnam apabila ingin melakukan produksi mobil listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Vietnam merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang sudah mampu melakukan produksi mobil listrik.
Di lain sisi, Indonesia justru belum dapat mewujudkan hal tersebut. Padahal apabila ditelaah Indonesia memiliki sumber daya jauh lebih berlimpah dan memadai dibandingkan Vietnam.
Menurut peneliti, ada beberapa hal bisa diadopsi dari Vietnam jika pemerintah Indonesia berminat mengembangkan produk dalam negeri dan memiliki pabrik sendiri.
“Di Vietnam, mereka ambil orang terbaiknya. Misalnya untuk baterai, dia ambil direktur orang Korea,” kata Prov. Dr. rer. nat. Evvy Kartini, Founder National Battery Research Institute di sela acara diskusi Populix x Forwot beberapa waktu lalu.
Kemudian buat ahli mesin yang akan menangani produk, Prof. Evvy ungkap Vietnam mempercayakannya kepada tenaga ahli mesin terbaik dari Swiss.
“Lalu orang desainnya dari Italia, semua ahli. Itu untuk apa? Mengembangkan produk berkualitas dan (berstandar) internasional,” kata Prof. Evvy.
Produk buatan Vietnam itu juga melalui standar pengetesan ketat sehingga memenuhi persyaratan agar bisa diekspor ke berbagai negara.
Namun yang jadi hal penting, Prof. Evvy menyorot banyak tenaga kerja Vietnam juga turut diberdayakan langsung membawahi para ahli.
“Ketika sudah berkembang, lima tahun kemudian (para ahli) pensiun kembali ke negaranya, (pabrik) sekarang jadi punya siapa? Vietnam, second layer-nya. Menurut saya kita belajar dari Vietnam,” tegas Prof. Evvy.
Tanpa strategi terstruktur, Indonesia belum akan bisa melakukan perakitan mobil listrik secara mandiri atau memiliki pabrik dengan utuh.
“Indonesia itu jangan cuma menjadi market saja, orang jualan di sini. Nilai tambahnya di mana? Di negara mereka,” kata dia.
Ia berharap di masa mendatang Indonesia bisa memiliki kemampuan melakukan produksi mobil listrik yang menggunakan baterai serta material-material lain dari dalam negeri.
Dia menegaskan Indonesia harus segera mulai dari sekarang apabila tidak ingin ketinggalan dengan negara tetangga lain di Asia Tenggara.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
26 Oktober 2026, 17:17 WIB
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Terkini
27 Oktober 2026, 13:00 WIB
Try Mandala Putra menjadi konsumen yang berhasil memenangkan hadiah utama Daihatsu Mid Year Surprise Deals
27 Oktober 2026, 11:00 WIB
Piaggio Indonesia menawarkan banyak model Vespa matic, sesuai dengan kebutuhan dan minat para konsumen
27 Oktober 2026, 09:00 WIB
Setelah Phillip Island MotoGP Australia akan beralih ke Adelaide Circuit, trek jalan raya alias street circuit
27 Oktober 2026, 07:00 WIB
Kia Carens EV dibuka keran pemesanannya dan prediksi harganya mulai dari Rp 300 jutaan hingga Rp 400 jutaan
26 Oktober 2026, 17:17 WIB
PT CSI mulai melakukan distribusi mobil listrik Chery Q, tuai respons positif sejak debutnya di GIIAS 2026
26 Oktober 2026, 15:00 WIB
Robot Humanoid AiMOGA teranyar yang dikembangkan anak perusahaan Chery Group ini memiliki banyak kemampuan
26 Oktober 2026, 14:15 WIB
Final Battle Honda Modif Contest 2026 menjadi acara yang paling mencuri perhatian di HBD Ambarawa, Jawa Tengah
26 Oktober 2026, 11:00 WIB
Periklindo berharap pemerintah turut memberikan perhatian untuk kendaraan niaga listrik agar semakin diminati