Changan Optimistis Mobil REEV Diminati di Daerah
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Bos VinFast tanggapi santai rencana pemerintah hentikan insentif impor EV karena mereka sudah siap produksi lokal
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah Indonesia memastikan tidak akan memperpanjang insentif kendaraan listrik setelah 31 Desember 2025. Menanggapi hal itu, produsen mobil listrik asal Vietnam, VinFast, menyatakan siap mewujudkan komitmennya untuk melakukan produksi di Indonesia.
CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarmo, mengatakan perusahaannya telah memperhitungkan kebijakan pemerintah yang akan mengakhiri insentif mobil listrik. Insentif tersebut antara lain berupa bea masuk 0% dan PPN Barang Mewah yang ditanggung pemerintah.
“Sejak produk pertama kami masuk ke Indonesia, perhitungan bisnisnya sudah memperhitungkan masa berlaku insentif. Jadi saat fasilitas itu berakhir, kami siap beralih ke produksi CKD di Subang,” ujarnya di Hanoi, Vietnam, beberapa waktu lalu.
Kariyanto menegaskan, VinFast ingin memainkan peran signifikan di Indonesia. Ia menyebut VinFast memang tergolong baru di Tanah Air karena baru mengirimkan mobil listrik pertamanya ke Indonesia pada Juli 2024. Namun, perusahaan otomotif tersebut berkomitmen untuk terus berkembang di pasar domestik.
“Jadi kami bukan istilahnya coba-coba, tapi memang ingin berkembang secara serius di Indonesia. Kami ingin menjadi pemain utama, khususnya di BEV market (pasar mobil listrik berbasis baterai),” ujarnya.
Kerry mengatakan, VinFast akan mewujudkan komitmen kepada pemerintah Indonesia untuk membangun pabrik di Tanah Air. Komitmen tersebut sudah disepakati saat VinFast mendapatkan insentif mobil listrik.
Sebagai informasi, Perpres No. 79 Tahun 2023 meniadakan bea masuk dan pajak barang mewah bagi BEV CBU impor hingga akhir tahun ini. Insentif tersebut hanya diberikan kepada entitas yang berkomitmen membangun pabrik dengan kapasitas setara volume impor yang diterima.
Oleh sebab itu, VinFast akan mulai mengoperasikan pabrik di Subang, Jawa Barat, akhir tahun ini. Kapasitas pabrik tersebut mencapai lebih dari 50.000 unit per tahun. “Itu kapasitas terpasang, tapi nanti produksi menyesuaikan,” kata Kariyanto.
Pabrik tersebut akan memproduksi model VF3 sebagai kendaraan pertama yang dirakit di Indonesia. Meski demikian, VinFast juga membuka peluang untuk memproduksi model lain di fasilitas yang sama. Saat ini, ada tiga tipe mobil VinFast yang sudah dipasarkan di Indonesia, yakni VF3, VF6, dan VF7.
Kariyanto menambahkan, pabrik di Subang akan memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 40% pada 2026. Pada tahap awal, pabrik ini akan menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja, dengan prioritas bagi tenaga kerja lokal.
“Tentunya kami harapkan ke depan akan berkembang dan menyerap lebih banyak tenaga kerja lagi,” ujarnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
Terkini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung