Toyota Masih Berharap Pemerintah Beri Insentif ke Industri Otomotif

Toyota berharap pemerintah tetap memberi insentif ke industri otomotif tanpa membedakan teknologi guna tingkatkan pasar

Toyota Masih Berharap Pemerintah Beri Insentif ke Industri Otomotif
Adi Hidayat

KatadataOTO – Meski masih menjadi pabrikan mobil terbesar di Indonesia, PT Toyota Astra Motor mengakui bahwa pasar otomotif Tanah Air masih penuh tantangan. Pasalnya penjualan kendaraan di 2025 mengalami penurunan dibanding pencapaian di tahun sebelumnya.

Situasi tersebut membuat mereka berharap pemerintah memberikan insentif pada industri otomotif. Tak hanya hybrid dan ICE tapi juga kendaraan berteknologi konvensional.

“Kalau kita lihat market, harapannya memang agar bisa lebih baik dari tahun lalu. Jadi kami harap akan ada stimulus tak hanya untuk hybrid dan EV tapi juga ICE serta PHEV,” ungkap Henry Tanoto, Vice President at PT. Toyota-Astra Motor (26/01)

Menurutnya dengan adanya stimulus tersebut, diharapkan pasar otomotif Indonesia bisa kembali membaik.

Toyota Bakal Tahan Harga Mobil demi Dongkrak Penjualan
Photo: KatadataOTO

“Karena yang penting adalah mendorong pasar agar bisa kembali tumbuh ke depan,” ungkapnya kemudian.

Perlu diketahui bahwa Toyota berhasil menjadi pabrikan dengan penjualan tertinggi di Indonesia. Mereka mempimpin pasar baik untuk wholesales maupun retailsales,

Tercatat pada 2025 Toyota mencatatkan angka penjualan retail sebesar 258.923 unit atau turun 34.865 unit dibanding tahun sebelumnya. Ketika itu mereka berhasil melepas 293.788 unit atau 11,9 persen lebih banyak.

Demikian pula market share Toyota alami penurunan dari sebelumya 33 persen menjadi hanya 31,1 persen.

Sementara itu untuk wholesales, Toyota juga mengalami koreksi cukup besar. Tercatat mereka hanya mampu melepas 250.431 unit dari pabrik ke diler. Jumlah itu turun 38,551 unit atau turun 33,4 persen lebih rendah dari 2024.

Pada tahun tersebut, pabrikan berhasil mencatatkan angka pengiriman sebesar 288.982 unit. MPV pun masih menjadi jenis kendaraan yang paling banyak diminati dengan berkontribusi 59 persen dari total penjualan.

Kombinasi Toyota Kijang Innova Zenix dan Reborn pun menjadi kontributor terbesar dengan penjualan ke konsumen sebesar 62.500 unit sepanjang tahun.

Toyota Innova Zenix
Photo: istimewa

Penurunan ini pun berdampak pada jumlah kendaraan yang diproduksi Toyota selama 2025. Tercatat mereka hanya mampu memproduksi mobil sebanyak 511.248 unit.

Tekanan pun diharapkan bisa mengalami perbaikan di 2026. Sehingga Indonesia masih bisa memiliki daya tarik buat disambangi oleh pabrikan global.


Terkini

mobil
BYD Haka Auto

Bukan Insentif, Haka Auto Sebut yang Dibutuhkan Pasar EV

Haka Auto menilai bahwa insentif sudah bukan sesuatu yang dibutuhkan untuk mengembangkan pasar Ev di Tanah Air

mobil
Honda City Hatchback

Honda City Hatchback Resmi Tidak Lagi Diproduksi, Diduga Jadi Hybrid

Honda City Hatchback sudah tak disuplai ke diler-diler, PT HPM sebut mulai ada perubahan minat konsumen

news
BPKB elektronik

Warga Depok dan Bekasi Bayar Pajak Kendaraan Tak Perlu Bawa BPKB

Kemudahaan ini diharapkan bisa mendorong ketaatan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor mereka

news
SIM keliling Bandung

Catat Lokasi SIM Keliling Bandung 4 Maret 2026, Awas Salah Jadwal

Untuk mengurus dokumen berkendara bisa melalui banyak cara, seperti dengan mendatangi SIM keliling Bandung

news
SIM Keliling Jakarta

SIM Keliling Jakarta Ada di 5 Tempat Hari Ini 4 Maret 2026

Alternatif buat melayani perpanjangan di samping Satpas, SIM keliling Jakarta disebar di lima lokasi berbeda

mobil
Honda Super One

Honda Super One Diduga Terdaftar di RI, Nilai Jualnya Rp 257 Juta

Mobil listrik Honda Super One diyakini kuat jadi EV teranyar dari PT HPM yang masuk Indonesia tahun ini

mobil
Harga Mobil Listrik Maret 2026

Harga Mobil Listrik Maret 2026, Stabil Mulai Rp 100 Jutaan

Belum ada penyesuaian harga mobil listrik, ada pendatang baru seperti MG S5 EV dengan banderol Rp 300 jutaan

mobil
Mobil Listrik

Orang Indonesia Disebut Mulai Memandang Positif Hadirnya EV

Meskipun angka kepemilikannya masih 18 persen, konsumen Indonesia melihat EV sebagai sesuatu yang positif