Mendagri Instruksikan Insentif EV Dilanjut di Semua Provinsi
24 April 2026, 15:00 WIB
Toyota berharap pemerintah tetap memberi insentif ke industri otomotif tanpa membedakan teknologi guna tingkatkan pasar
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski masih menjadi pabrikan mobil terbesar di Indonesia, PT Toyota Astra Motor mengakui bahwa pasar otomotif Tanah Air masih penuh tantangan. Pasalnya penjualan kendaraan di 2025 mengalami penurunan dibanding pencapaian di tahun sebelumnya.
Situasi tersebut membuat mereka berharap pemerintah memberikan insentif pada industri otomotif. Tak hanya hybrid dan ICE tapi juga kendaraan berteknologi konvensional.
“Kalau kita lihat market, harapannya memang agar bisa lebih baik dari tahun lalu. Jadi kami harap akan ada stimulus tak hanya untuk hybrid dan EV tapi juga ICE serta PHEV,” ungkap Henry Tanoto, Vice President at PT. Toyota-Astra Motor (26/01)
Menurutnya dengan adanya stimulus tersebut, diharapkan pasar otomotif Indonesia bisa kembali membaik.
“Karena yang penting adalah mendorong pasar agar bisa kembali tumbuh ke depan,” ungkapnya kemudian.
Perlu diketahui bahwa Toyota berhasil menjadi pabrikan dengan penjualan tertinggi di Indonesia. Mereka mempimpin pasar baik untuk wholesales maupun retailsales,
Tercatat pada 2025 Toyota mencatatkan angka penjualan retail sebesar 258.923 unit atau turun 34.865 unit dibanding tahun sebelumnya. Ketika itu mereka berhasil melepas 293.788 unit atau 11,9 persen lebih banyak.
Demikian pula market share Toyota alami penurunan dari sebelumya 33 persen menjadi hanya 31,1 persen.
Sementara itu untuk wholesales, Toyota juga mengalami koreksi cukup besar. Tercatat mereka hanya mampu melepas 250.431 unit dari pabrik ke diler. Jumlah itu turun 38,551 unit atau turun 33,4 persen lebih rendah dari 2024.
Pada tahun tersebut, pabrikan berhasil mencatatkan angka pengiriman sebesar 288.982 unit. MPV pun masih menjadi jenis kendaraan yang paling banyak diminati dengan berkontribusi 59 persen dari total penjualan.
Kombinasi Toyota Kijang Innova Zenix dan Reborn pun menjadi kontributor terbesar dengan penjualan ke konsumen sebesar 62.500 unit sepanjang tahun.
Penurunan ini pun berdampak pada jumlah kendaraan yang diproduksi Toyota selama 2025. Tercatat mereka hanya mampu memproduksi mobil sebanyak 511.248 unit.
Tekanan pun diharapkan bisa mengalami perbaikan di 2026. Sehingga Indonesia masih bisa memiliki daya tarik buat disambangi oleh pabrikan global.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
24 April 2026, 15:00 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
22 April 2026, 12:31 WIB
21 April 2026, 07:00 WIB
20 April 2026, 21:19 WIB
Terkini
27 April 2026, 19:00 WIB
BYD Sealion 8 berpeluang jadi penantang baru Hyundai Palisade Hybrid di Indonesia, NJKB-nya terdaftar
27 April 2026, 17:24 WIB
Changan Group mengumumkan strategi dan visi perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan dan citra
27 April 2026, 13:00 WIB
Motul dan Kawasaki bekerjasama untuk lebih mengembangkan sayap dalam hal layanan after sales di Indonesia
27 April 2026, 11:00 WIB
SUV kompak yang kerap menjadi andalan anak muda Tanah Air merujuk pada Wuling New Alvez karena fiturnya
27 April 2026, 09:10 WIB
Marco Bezzecchi tidak tergoyahkan di persaingan papan atas klasemen sementara MotoGP 2026 usai seri Spanyol
27 April 2026, 06:14 WIB
ETLE statis maupun mobile akan mendukung operasional ganjil genap Jakarta haari ini untuk mengurai kemacetan
27 April 2026, 06:01 WIB
Menjelang akhir April, SIM keliling Jakarta masih melayani perpanjangan SIM seperti biasa di lima lokasi
27 April 2026, 06:00 WIB
Kehadiran SIM keliling Bandung menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk mengurus dokumen berkendara