Toyota Siapkan 3 Mobil Elektrifikasi di IIMS 2026
27 Januari 2026, 11:00 WIB
Toyota berharap pemerintah tetap memberi insentif ke industri otomotif tanpa membedakan teknologi guna tingkatkan pasar
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski masih menjadi pabrikan mobil terbesar di Indonesia, PT Toyota Astra Motor mengakui bahwa pasar otomotif Tanah Air masih penuh tantangan. Pasalnya penjualan kendaraan di 2025 mengalami penurunan dibanding pencapaian di tahun sebelumnya.
Situasi tersebut membuat mereka berharap pemerintah memberikan insentif pada industri otomotif. Tak hanya hybrid dan ICE tapi juga kendaraan berteknologi konvensional.
“Kalau kita lihat market, harapannya memang agar bisa lebih baik dari tahun lalu. Jadi kami harap akan ada stimulus tak hanya untuk hybrid dan EV tapi juga ICE serta PHEV,” ungkap Henry Tanoto, Vice President at PT. Toyota-Astra Motor (26/01)
Menurutnya dengan adanya stimulus tersebut, diharapkan pasar otomotif Indonesia bisa kembali membaik.
“Karena yang penting adalah mendorong pasar agar bisa kembali tumbuh ke depan,” ungkapnya kemudian.
Perlu diketahui bahwa Toyota berhasil menjadi pabrikan dengan penjualan tertinggi di Indonesia. Mereka mempimpin pasar baik untuk wholesales maupun retailsales,
Tercatat pada 2025 Toyota mencatatkan angka penjualan retail sebesar 258.923 unit atau turun 34.865 unit dibanding tahun sebelumnya. Ketika itu mereka berhasil melepas 293.788 unit atau 11,9 persen lebih banyak.
Demikian pula market share Toyota alami penurunan dari sebelumya 33 persen menjadi hanya 31,1 persen.
Sementara itu untuk wholesales, Toyota juga mengalami koreksi cukup besar. Tercatat mereka hanya mampu melepas 250.431 unit dari pabrik ke diler. Jumlah itu turun 38,551 unit atau turun 33,4 persen lebih rendah dari 2024.
Pada tahun tersebut, pabrikan berhasil mencatatkan angka pengiriman sebesar 288.982 unit. MPV pun masih menjadi jenis kendaraan yang paling banyak diminati dengan berkontribusi 59 persen dari total penjualan.
Kombinasi Toyota Kijang Innova Zenix dan Reborn pun menjadi kontributor terbesar dengan penjualan ke konsumen sebesar 62.500 unit sepanjang tahun.
Penurunan ini pun berdampak pada jumlah kendaraan yang diproduksi Toyota selama 2025. Tercatat mereka hanya mampu memproduksi mobil sebanyak 511.248 unit.
Tekanan pun diharapkan bisa mengalami perbaikan di 2026. Sehingga Indonesia masih bisa memiliki daya tarik buat disambangi oleh pabrikan global.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 Januari 2026, 11:00 WIB
27 Januari 2026, 09:00 WIB
26 Januari 2026, 10:00 WIB
25 Januari 2026, 17:00 WIB
24 Januari 2026, 13:00 WIB
Terkini
27 Januari 2026, 14:00 WIB
Dengan Desmosedici GP26, Francesco Bagnaia percaya diri untuk mengarungi MotoGP 2026 yang akan segera berjalan
27 Januari 2026, 13:00 WIB
Changan Lumin merupakan mobil listrik mungil dengan tampilan unik yang menggugah selera konsumen Tanah Air
27 Januari 2026, 12:10 WIB
Kapal pengangkut mobil listrik ini diklaim menjadi yang terbesar di dunia dan mengalahkan yang sudah ada
27 Januari 2026, 11:00 WIB
Toyota siap luncurkan model baru di segmen elektrifikasi guna memenuhi kebutuhan berkendara pelanggan
27 Januari 2026, 10:00 WIB
Motul memperluas kerjasama dengan McLaren di ajang balap ketahanan international sebagai bukti komitmen
27 Januari 2026, 09:00 WIB
Toyota minta maaf karena pelanggan harus menunggu lama buat mendapatkan Veloz Hybrid yang tampil di GJAW 2025
27 Januari 2026, 08:00 WIB
Audio Plus Indonesia tidak merasakan dampak dari turunnya penjualan mobil baru pada periode 2025 lalu
27 Januari 2026, 07:00 WIB
Geely EX2 memiliki beberapa kelebihan, sebab dirancang untuk mobilitas kaum urban yang ada di daerah perkotaan