Simpang Siur Insentif Motor Listrik, ESDM: Perlu Perpres
03 September 2026, 07:00 WIB
Toyota berharap pemerintah tetap memberi insentif ke industri otomotif tanpa membedakan teknologi guna tingkatkan pasar
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski masih menjadi pabrikan mobil terbesar di Indonesia, PT Toyota Astra Motor mengakui bahwa pasar otomotif Tanah Air masih penuh tantangan. Pasalnya penjualan kendaraan di 2025 mengalami penurunan dibanding pencapaian di tahun sebelumnya.
Situasi tersebut membuat mereka berharap pemerintah memberikan insentif pada industri otomotif. Tak hanya hybrid dan ICE tapi juga kendaraan berteknologi konvensional.
“Kalau kita lihat market, harapannya memang agar bisa lebih baik dari tahun lalu. Jadi kami harap akan ada stimulus tak hanya untuk hybrid dan EV tapi juga ICE serta PHEV,” ungkap Henry Tanoto, Vice President at PT. Toyota-Astra Motor (26/01)
Menurutnya dengan adanya stimulus tersebut, diharapkan pasar otomotif Indonesia bisa kembali membaik.
“Karena yang penting adalah mendorong pasar agar bisa kembali tumbuh ke depan,” ungkapnya kemudian.
Perlu diketahui bahwa Toyota berhasil menjadi pabrikan dengan penjualan tertinggi di Indonesia. Mereka mempimpin pasar baik untuk wholesales maupun retailsales,
Tercatat pada 2025 Toyota mencatatkan angka penjualan retail sebesar 258.923 unit atau turun 34.865 unit dibanding tahun sebelumnya. Ketika itu mereka berhasil melepas 293.788 unit atau 11,9 persen lebih banyak.
Demikian pula market share Toyota alami penurunan dari sebelumya 33 persen menjadi hanya 31,1 persen.
Sementara itu untuk wholesales, Toyota juga mengalami koreksi cukup besar. Tercatat mereka hanya mampu melepas 250.431 unit dari pabrik ke diler. Jumlah itu turun 38,551 unit atau turun 33,4 persen lebih rendah dari 2024.
Pada tahun tersebut, pabrikan berhasil mencatatkan angka pengiriman sebesar 288.982 unit. MPV pun masih menjadi jenis kendaraan yang paling banyak diminati dengan berkontribusi 59 persen dari total penjualan.
Kombinasi Toyota Kijang Innova Zenix dan Reborn pun menjadi kontributor terbesar dengan penjualan ke konsumen sebesar 62.500 unit sepanjang tahun.
Penurunan ini pun berdampak pada jumlah kendaraan yang diproduksi Toyota selama 2025. Tercatat mereka hanya mampu memproduksi mobil sebanyak 511.248 unit.
Tekanan pun diharapkan bisa mengalami perbaikan di 2026. Sehingga Indonesia masih bisa memiliki daya tarik buat disambangi oleh pabrikan global.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 September 2026, 07:00 WIB
02 September 2026, 15:00 WIB
02 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
Terkini
17 September 2026, 17:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS siap berlanjut ke Semarang di akhir September 2026, ada promo pembelian tiket
17 September 2026, 15:00 WIB
Merek mobil mewah di RI alami kenaikan penjualan sepanjang periode Agustus 2026, termasuk BMW dan Lexus
17 September 2026, 13:00 WIB
Kei car bertenaga listrik Suzuki e Sky punya peluang hadir di Indonesia sebagai perkenalan atau bahan studi
17 September 2026, 11:00 WIB
Penjualan landai, GWM percaya diri kehadiran produk baru masih bisa bantu tumbuhkan penjualan di 2026
17 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai tampaknya tengah menyiapkan versi baru dari Stargazer Cartenz, PT HMID masih enggan buka suara
17 September 2026, 07:41 WIB
Changan Deepal S05 hadir di Indonesia sebagai kendaraaan dengan jenis penggera REEV pertama di Tanah Air
17 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini ada di dua lokasi, agar bisa lebih mudah ditemukan oleh para pengendara
17 September 2026, 06:00 WIB
Selain mengandalkan ETLE statis dan mobile, sistem Ganjil Genap Jakarta juga dibantu oleh para petugas