Tren Penurunan Penjualan Mobil Baru di 2026 Masih Akan Berlanjut
12 Juni 2026, 07:00 WIB
Penjualan mobil pikap di 2025 tumbuh berkat pemintaan di semester kedua yang terus mengalami peningkatan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Penjualan mobil di 2025 mengalami tekanan cukup besar. Berdasarkan data Gaikindo, jumlah kendaraan yang terjual hanya 833.712 unit atau turun dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 889.680 unit.
Hampir semua segmen kendaraan mengalami penurunan. Namun situasi tersebut tidak berlaku buat mobil pikap dengan Gross Vehicle Weight (GVW) kurang dari 5 ton.
Pasalnya sepanjang 2025, retail sales pada segmen ini justru mengalami peningkatan cukup tinggi. Penjualan di Januari hingga Desember 2025 mencapai 110.574 unit atau setara 13,3 persen.
Angka tersebut 6.681 unit lebih banyak ketimbang retail sales 2024. Ketika itu mobil pikap hanya terjual 103.893 unit atau setara 11,7 persen dari total pasar nasional.
Tingginya angka penjualan ini disebabkan stabilnya penjualan di semester 2025. Pada Juli 2025, penjualan mobil pikap mencapai 8.726 unit.
Angka tersebut kemudian terus naik hingga puncaknya di Desember 2025 terjual 12.381 unit.
Selain itu wholesales pikap juga mengalami pertumbuhan cukup tinggi. Sedikitnya ada 107.008 unit berhasil dikirimkan dari pabrik ke diler sepanjang 2025 atau setara dengan 13,3 persen dari pasar mobil nasional.
Sementara di 2024, pengiriman pikap dari pabrik ke diler hanya sebesar 101.572 unit atau sekitar 11,7 persen dari pasar nasional. Itu artinya wholesales di segmen ini berhasil tumbuh 5.436 unit.
Sama seperti retailsales, penjualan mobil pikap di semester kedua juga terbilang cukup kuat. Hal ini terlihat dari terus tumbuhnya jumlah kendaraan yang dikirim dari pabrik ke diler.
Pada Juli 2025, pengiriman kendaraan adalah sebesar 8.502 unit. Angka tersebut lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang Cuma 7.114 unit.
Angka itu kemudian terus tumbuh di bulan-bulan berikutnya dan mencapai puncaknya di Desember 2025. Setidaknya ada 13.219 unit yang telah dikirim ke diler dari pabrik.
Pertumbuhan ini tentunya bisa terus bertambah di tahun 2026. Terlebih pemerintah, melalui Kementerian Keuangan menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,4 persen.
Untuk mencapai itu sejumlah sektor yang stagnan seperti manufaktur dan energi diharapkan bisa tumbuh. Sehingga ekonomi bisa bergerak positif dibanding tahun lalu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 13:00 WIB
04 Juni 2026, 07:37 WIB
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Terkini
17 Juni 2026, 11:00 WIB
Jaecoo menjadi merek mobil Cina dengan penjualan retail terlaris sepanjang Mei 2026, berada di atas BYD
17 Juni 2026, 09:00 WIB
E5 Plus jadi SUV PHEV perdana DFSK di pasar Indonesia, klaim daya jelajah komprehensifnya 1.300 kilometer
17 Juni 2026, 07:00 WIB
GWM Ora 7 merupakan mobil listrik hasil kolaborasi dengan BMW, ubah arah desain seri Ora di masa mendatang
17 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini akan mengincar mobil dengan pelat nomor berakhiran genap terutama di jam sibuk
17 Juni 2026, 06:00 WIB
Setelah libur Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, SIM keliling Jakarta kembali melayani masyarakat hari ini
16 Juni 2026, 19:00 WIB
Kiandra Ramadhipa mengaku sering berdiskusi, demi bisa mendapatkan ilmu balapan dari Veda Ega dan Mario Aji
16 Juni 2026, 18:11 WIB
Rencana penyesuaian tarif Transjakarta, pemerintah hanya menyasar rute jauh seperti Blok M - Bandara Soetta
16 Juni 2026, 10:00 WIB
Langkah berani dilakukan Nissan untuk bisa kembali bersaing dalam industri otomotif global yang cukup ketat