TAF Optimis Momen Lebaran Bisa Gairahkan Penjualan Mobil
26 Februari 2026, 13:00 WIB
Penjualan mobil pikap di 2025 tumbuh berkat pemintaan di semester kedua yang terus mengalami peningkatan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Penjualan mobil di 2025 mengalami tekanan cukup besar. Berdasarkan data Gaikindo, jumlah kendaraan yang terjual hanya 833.712 unit atau turun dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 889.680 unit.
Hampir semua segmen kendaraan mengalami penurunan. Namun situasi tersebut tidak berlaku buat mobil pikap dengan Gross Vehicle Weight (GVW) kurang dari 5 ton.
Pasalnya sepanjang 2025, retail sales pada segmen ini justru mengalami peningkatan cukup tinggi. Penjualan di Januari hingga Desember 2025 mencapai 110.574 unit atau setara 13,3 persen.
Angka tersebut 6.681 unit lebih banyak ketimbang retail sales 2024. Ketika itu mobil pikap hanya terjual 103.893 unit atau setara 11,7 persen dari total pasar nasional.
Tingginya angka penjualan ini disebabkan stabilnya penjualan di semester 2025. Pada Juli 2025, penjualan mobil pikap mencapai 8.726 unit.
Angka tersebut kemudian terus naik hingga puncaknya di Desember 2025 terjual 12.381 unit.
Selain itu wholesales pikap juga mengalami pertumbuhan cukup tinggi. Sedikitnya ada 107.008 unit berhasil dikirimkan dari pabrik ke diler sepanjang 2025 atau setara dengan 13,3 persen dari pasar mobil nasional.
Sementara di 2024, pengiriman pikap dari pabrik ke diler hanya sebesar 101.572 unit atau sekitar 11,7 persen dari pasar nasional. Itu artinya wholesales di segmen ini berhasil tumbuh 5.436 unit.
Sama seperti retailsales, penjualan mobil pikap di semester kedua juga terbilang cukup kuat. Hal ini terlihat dari terus tumbuhnya jumlah kendaraan yang dikirim dari pabrik ke diler.
Pada Juli 2025, pengiriman kendaraan adalah sebesar 8.502 unit. Angka tersebut lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang Cuma 7.114 unit.
Angka itu kemudian terus tumbuh di bulan-bulan berikutnya dan mencapai puncaknya di Desember 2025. Setidaknya ada 13.219 unit yang telah dikirim ke diler dari pabrik.
Pertumbuhan ini tentunya bisa terus bertambah di tahun 2026. Terlebih pemerintah, melalui Kementerian Keuangan menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,4 persen.
Untuk mencapai itu sejumlah sektor yang stagnan seperti manufaktur dan energi diharapkan bisa tumbuh. Sehingga ekonomi bisa bergerak positif dibanding tahun lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
26 Februari 2026, 13:00 WIB
24 Februari 2026, 11:01 WIB
19 Februari 2026, 12:00 WIB
19 Februari 2026, 11:00 WIB
19 Februari 2026, 10:00 WIB
Terkini
27 Februari 2026, 18:00 WIB
Zeekr kembali ke RI di bawah naungan Geely Auto Indonesia dan bakal segera dirakit lokal di masa mendatang
27 Februari 2026, 16:06 WIB
Isuzu berhasil mempertahankan kinerja mereka sepanjang tahun lalu meski banyak rintangan yang menghadang
27 Februari 2026, 14:00 WIB
Ganjil genap Puncak kembali diterapkan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan khususnya di jalur utama
27 Februari 2026, 12:00 WIB
Dishub DIY memperkirakan ada 8 juta mobilitas saat arus mudik Lebaran 2026 sehingga mereka siapkan rekayasa lalu lintas
27 Februari 2026, 11:00 WIB
Jaecoo siapkan 14 bengkel siaga saat arus mudik Lebaran 2026 yang bakal segera berlangsung di Tanah Air
27 Februari 2026, 09:00 WIB
SUV Ladder Frame seperti Mitsubishi Pajero Sport bisa diandalkan untuk menempuh berbagai medan menanatang
27 Februari 2026, 08:00 WIB
AHM bersedia memenuhi permintaan atau kebutuhan motor baru jika ada permintaan dari Agrinas Pangan Nusantara
27 Februari 2026, 07:00 WIB
Ekspor mobil CBU di Indonesia pada 2025 mengoptimalkan kemampuan produksi di RI yakni 2,59 juta unit per tahun