Toyota Gandeng Tiga Perusahaan Cina buat Bantu Pengembangan EV

Agar tetap bisa bersaing di era elektrifikasi, Toyota menggandeng tiga perusahaan guna kembangkan inovasi

Toyota Gandeng Tiga Perusahaan Cina buat Bantu Pengembangan EV
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Manufaktur otomotif asal Cina saat ini dikenal karena lini kendaraan ramah lingkungannya yang beragam. Meskipun ditawarkan dengan harga terjangkau, EV (Electric Vehicle) Tiongkok punya fitur berlimpah.

Di Cina, akhirnya banyak pabrikan Jepang bekerja sama dengan produsen lokal agar tidak ketinggalan di era elektrifikasi.

Oleh karena itu, joint venture Toyota dan GAC di Tiongkok menggandeng sejumlah perusahaan ternama lain yaitu Huawei, Xiaomi dan Momenta buat mengembangkan mobil ramah lingkungan.

Dilansir dari Carnewschina, Kamis (12/05) dalam ajang Technology Day 2025, mereka memperkenalkan dua platform NEV (New Energy Vehicle), platform kendaraan listrik generasi terbaru dan sistem hybrid anyar.

Toyota bZ7 Diperkenalkan, Modal Lawan BYD Harga Rp 300 Jutaan
Photo : Toyota

Kemudian mereka sepakat berkolaborasi dalam lokalisasi ekosistem AI di bawah inisiasi China R&D (Research and Development) 2.0.

Platform hasil pengembangan tersebut nantinya dapat digunakan untuk mobil listrik, PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) sampai EREV (Extended Range Electric Vehicle) dengan panjang maksimum 5.300 mm.

Model pertama yang akan dibangun di atas platform itu adalah sedan listrik bZ7, dijadwalkan meluncur Maret 2026.

Lalu Toyota bakal meluncurkan teknologi PHEV terbaru untuk disematkan pada produk di pasar Cina di 2027, yakni Sienna dan Highlander.

Bersama Xiaomi, nanti berbagai gawai pintar dari merek itu bakal terintegrasi ke lini kendaraan Toyota di Tiongkok sehingga operasional fitur kendaraan semakin mudah dan bebas hambatan.

Huawei bakal menyuplai software Harmony OS 5.0, Kirin Chip dan layar infotainment 15,6 inci untuk sedan listrik bZ7.

Terakhir, Momenta akan mendukung ADAS (Advance Driver Assistant System) untuk model bZ3X dan menghadirkan 50 fitur baru untuk mobil listrik Toyota tersebut.

Sistem tersebut nantinya diklaim dapat beradaptasi dengan kondisi berkendara yang kompleks, sampai memprediksi perilaku pengemudi melalui data.

Toyota
Photo : GAC Toyota

Per 2028, model-model Toyota di Tiongkok bakal punya sensor yang dapat mendeteksi secara komprehensif postur dan kondisi pengemudi saat lengah atau kelelahan berkendara.

Berbagai perusahaan Cina itu juga akan mulai mengambil alih tanggung jawab terhadap desain kendaraan Toyota.

D masa mendatang, generasi terbaru dari Camry, Sienna dan Highlander akan didesain oleh para insinyur negeri tirai bambu.


Terkini

modifikasi
Mobil listrik

Permintaan Mobil Listrik Diprediksi Meningkat Dampak Perang Iran

Meningkatnya harga BBM karena perang Iran, mendorong masyarakat beralih menggunakan mobil listrik saat ini

mobil
Mitsubishi Xpander Hybrid

Mitsubishi Xpander Hybrid Facelift Meluncur, Fitur Makin Lengkap

Mitsubishi Xpander Hybrid facelift resmi meluncur di Thailand dengan beragam ubahan dari sisi teknologi dan fitur

news
Mudik Lebaran 2026

Kepolisian Ungkap Masih Banyak Pemudik Belum Kembali ke Jakarta

Kepolisian ungkap masih banyak pemudik belum kembali ke Jakarta yang berpotensi sebabkan kemacetan di akhir pekan

mobil
BYD Atto 3 Facelift

Desain BYD Atto 3 Facelift Terdaftar di Indonesia, Makin Sporti

Desain mobil identik dengan BYD Atto 3 Facelift terdaftar di laman DJKI, ada sejumlah ubahan eksterior

news
BBM

Pemerintah Bakal Terapkan Kebijakan WFH Demi Menghemat BBM

Kebijakan WFH yang akan dijalankan disebut bisa mengurangi konsumsi BBM hingga 20 persen di tengah perang Iran

news
Arus mudik

Kepolisian Resmi Hentikan Operasi Ketupat 2026

Kepolisian akhirnya resmi hentikan operasi Ketupat 2026 yang sudah dilaksanakan selama 13 tanpa henti

mobil
Hyundai Palisade Hybrid

Ribuan Hyundai Palisade Ditarik Ulang, Ini Penyebabnya

Sekitar 60 ribu unit SUV Hyundai Palisade ditarik kembali atau recall karena ada kendala pada power seat

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 26 Maret 2026, Ketat Meski Ada Kebijakan WFA

Aturan ganjil genap Jakarta tetap diberlakukan meski pemerintah tengah menerapkan Work From Anywhere