Ambisi Bos Chery Saingi Toyota dan Tesla Demi Kuasai Pasar Global
30 April 2026, 15:00 WIB
Tesla hadir di Malaysia mulai 20 Juli 2023 dan diperkirakan akan ada investasi lanjutan di masa depan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Tesla hadir di Malaysia pada Kamis, (20/07) dengan membawa salah satu model kendaraannya. Hal ini terlihat dari akun Instagram @Tesla.Malaysia.
Meski demikian banyak yang percaya bahwa kehadiran pabrikan mobil asal Amerika Serikat tersebut bukan hanya untuk berjualan atau membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tetapi bisa lebih dari itu.
Pertimbangan tersebut sangat masuk akal karena Anwar Ibrahim, Perdana Menteri berencana untuk melakukan pertemuan dengan Elon Musk, CEO Tesla. Agenda akan dilakukan pada akhir pekan ini.
“Minggu depan Elon Musk minta berunding dengan saya untuk membahas kemungkinan penambahan investasi di Malaysia,” kata Anwar (0707).
Sementara itu Tengku Datuk Seri Zafrul Aziz, Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri mengatakan bahwa kerjasama antara Malaysia dengan Tesla akan meluas ke berbagai sektor.
“Ada lebih dari sekedar Electric Vehicle yang kita bicarakan dalam kolaborasi potensial ini,” ungkapnya dilansir dari Carlist (11/07).
Selama ini Malaysia dan Indonesia memang bersaing untuk mendapatkan investasi dari Tesla. Maklum, pabrikan otomotif asal Amerika Serikat itu memang tengah berupaya meningkatkan penjualan serta produksinya.
Pemerintah melalui Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pun telah bertemu langsung dengan Elon Musk. Pertemuan tersebut berlangsung pada April 2022 serta menyampaikan besarnya potensi pasar otomotif di Indonesia khususnya untuk kendaraan listrik.
Pemerintah bahkan kini sudah memberi insentif agar masyarakat semakin tertarik untuk menggunakan mobil listrik. Berkat bantuan tersebut maka harga jual kendaraan listrik akan menjadi jauh lebih murah dibanding sebelumnya.
Namun tidak semua mobil listrik bisa menikmati insentif karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah unit harus diproduksi di Indonesia dan mengandung TKDN sebesar 40 persen.
Ketatnya aturan pun membuat hanya ada tiga pabrikan mobil yang bisa menikmatinya yaitu Wuling, DFSK dan Hyundai. Namun jumlah tersebut diyakini akan bertambah karena Seres serta Mitsubishi sudah berkomitmen untuk memproduksi kendaraan listrik di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 April 2026, 15:00 WIB
06 April 2026, 18:00 WIB
22 Februari 2026, 07:00 WIB
01 Februari 2026, 09:00 WIB
08 Januari 2026, 18:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat