Insentif Mobil Hybrid Berpeluang Dorong Penjualan ke 1 Juta Unit
30 Oktober 2026, 17:00 WIB
Teknologi Nissan e-Power yang menggunakan motor listrik dan mesin bensin jelas masuk dalam kategori hybrid, ini penjelasannya
Oleh Arie Prasetya
TRENOTO – Teknologi e-Power Nissan belakangan memberikan warna baru dalam kendaraan elektrifikasi. Teknologi ini diperkenalkan di Indonesia sekitar 1 tahun lalu tepatnya September 2020 bersama produk mereka bernama Nissan Kicks e-Power.
Untuk diketahui, e-Power memiliki prinsip kerja motor listrik yang langsung bekerja menjadi penggerak kendaraan. Sementara sumber tenaga motor listrik sendiri berasal dari mesin bensin berkapasitas 1.200 cc.
Menurut Bagus Susanto, Nissan Representative Director PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI), e-Power memiliki arsitektur teknologi yang memang mengadopsi langsung dari mobil full baterai alias EV. e-Power adalah jawaban engineer Nissan karena keterbatasan infrakstruktur charger EV yang masih jarang di beberapa negara atau daerah-daerah tertentu namun masih menginginkan pengalaman berkendara seperti mobil listrik.
"e-Power 100 persen digerakkan oleh motor listrik, sementara mesin bensin digunakan untuk melakukan charging baterai saja," jelas Bagus.
Ia juga menambahkan, hal ini berbeda dengan arsitektur teknologi dari hybrid konvensional. Karena mesin bensin yang ada juga bekerja menggerakkan kendaraan, bergantian dengan motor listrik.
"Teknologi hybrid arsitektur teknologinya mengadopsi mesin konvensional atau bensin. Mesin mobil konvensional dimasukkan motor listrik dan baterai yang bisa menggerakkan mobil dengan kurun waktu tertentu. Jadi mobil bergerak kadang digerakkan oleh mesin bergantian dengan motor listrik, jadi jelas perbedaan arsitektur teknologinya dengan e-Power," jelas Bagus.
Lalu apakah dengan demikian mobil berteknologi e-Power langsung masuk dalam kategori mobil listrik? Tentu saja jawabannya tidak.
Berdasarkan klasifikasi kendaraan listrik, terdapat kategori hybrid, PHEV dan EV. Jadi selama masih menggunakan 2 penggerak yakni motor listrik dan mesin seperti teknologi e-Power tentu ini masuk dalam kategori hybrid.
"e-Power masuk dalam klasifikasi hybrid," kata Bagus.
NMDI juga menyebutkan akan mengandalkan teknologi e-Power seiring dengan rencana pemerintah yang terus mengakselerasi keberadaan kendaraan elektrik di Indonesia. Tan Kim Piauw, Sales and Marketing Director NMDI mengatakan bahwa teknologi mereka ini paling cocok untuk kondisi pasar di Indonesia dan siap mendatangkan kendaraan berteknologi e-Power.
"Berbicara strategi atau rencana menuju era elektrifikasi, kita sudah mendukung program pemerintah. Sekarang yang harus dilakukan pemerintah juga terus memberikan rangsangan agar konsumen tertarik membeli mobil seperti ini. Kami juga akan terus membawa produk-produk dengan teknologi e-Power selain Kicks (Serena, Xtrail) dan produk lainnya juga EV di masa mendatang," katanya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 Oktober 2026, 17:00 WIB
21 Oktober 2026, 11:00 WIB
01 Oktober 2026, 19:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
02 November 2026, 07:00 WIB
Yamaha Gear Ultima edisi Kicau Mania hadir perdana di gelaran Umi Kasum Cup VI, jadi inspirasi modifikasi
01 November 2026, 20:29 WIB
iCar Indonesia membuka diler di dalam mal pertamanya di Jakarta untuk mendekatkan diri dengan konsumen
01 November 2026, 17:37 WIB
Di bulan ini sejumlah SPBU di Indonesia nampak menahan harga BBM mereka, mulai dari RON 92 sampai jenis diesel
01 November 2026, 15:07 WIB
Marc Marquez berhasil meraih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026 dan mendapat poin untuk menjauh dari Martin
01 November 2026, 10:13 WIB
Bappenas menjelaskan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia perlu kolaborasi berbagai pihak
01 November 2026, 07:00 WIB
Peluang kolaborasi dari AISI terbuka lebar untuk merek-merek sepeda motor Cina yang mulai masuk Indonesia
31 Oktober 2026, 22:37 WIB
Absennya Jorge Martin menjadi kesempatan berharga bagi Marquez untuk raih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026
31 Oktober 2026, 18:12 WIB
Deus ex Machina kembali ikut serta dalam acara tahunan yang mengumpulkan berbagai hobi maupun kesenian