Suzuki Siapkan Teknologi REEV Light, Modal di Era Elektrifikasi
01 Oktober 2026, 19:00 WIB
Saat ini pemerintah memberikan insentif mobil hybrid sebesar tiga persen, sedangkan buat BEV di 10 persen
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah memberikan insentif mobil hybrid untuk sejumlah model yang telah memenuhi persyaratan, salah satunya TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) minimal 40 persen.
Jika dibandingkan, insentif mobil hybrid diberikan berupa potongan pajak sebesar tiga persen. Sedangkan mobil listrik lebih besar di 10 persen.
Sempat ada produsen menginginkan kenaikan insentif mobil hybrid agar banderolnya semakin kompetitif.
Karena HEV (Hybrid Electric Vehicle) dinilai sebagai jembatan yang tepat bagi masyarakat sebelum beralih ke mobil listrik murni.
Namun tampaknya pemerintah tidak akan menambah lagi besaran insentif mobil hybrid karena pertimbangan tertentu.
“Kalau hybrid kan sama rantai pasoknya (melibatkan bensin). Ditambah (komponen) ada baterai,” kata Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dia mengungkapkan saat ini mengurangi penggunaan bahan bakar minyak jadi salah satu cara yang tengah dilakukan buat mengejar target dekarbonisasi pemerintah.
Data dari Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI menunjukkan bahwa konsumsi bensin mobil hybrid masih tinggi. Sementara pada BEV (Battery Electric Vehicle) angkanya nol.
“Emisi dari mobil listrik secara general lebih rendah dibandingkan kendaraan ICE (Internal Combustion Vehicle) sepanjang siklus penggunaannya,” tulis laporan tersebut.
Ditambah lagi, penggunaan bahan bakar minyak untuk transportasi di dalam negeri mencapai 30 persen per 2023.
Meskipun persentasenya dinilai kecil, pemberian insentif mobil hybrid mampu memikat beberapa produsen asal Cina.
PT CSI (Chery Sales Indonesia) meluncurkan mobil hybrid perdana mereka, Tiggo 8 CSH dan direncanakan buat ikut program insentif.
Chery juga disinyalir akan meluncurkan produk HEV lain untuk pasar Indonesia, diduga Tiggo Cross Hybrid.
Berbeda dari Tiggo 8 yang merupakan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle), Tiggo Cross dibekali teknologi hybrid konvensional.
Merek lain yakni GWM telah mendaftarkan model SUV hybrid seperti Jolion Ultra untuk menerima subsidi pajak dari pemerintah.
Sedangkan model dari merek Jepang jauh lebih banyak. Di antaranya Toyota Kijang Innova Zenix HEV, Yaris Cross HEV, Suzuki Ertiga Hybrid sampai Fronx Hybrid.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Oktober 2026, 19:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia