Harga Jetour T1 i-DM Resmi Diumumkan, Mulai Rp 300 Jutaan
03 Juni 2026, 14:03 WIB
Saat ini pemerintah memberikan insentif mobil hybrid sebesar tiga persen, sedangkan buat BEV di 10 persen
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah memberikan insentif mobil hybrid untuk sejumlah model yang telah memenuhi persyaratan, salah satunya TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) minimal 40 persen.
Jika dibandingkan, insentif mobil hybrid diberikan berupa potongan pajak sebesar tiga persen. Sedangkan mobil listrik lebih besar di 10 persen.
Sempat ada produsen menginginkan kenaikan insentif mobil hybrid agar banderolnya semakin kompetitif.
Karena HEV (Hybrid Electric Vehicle) dinilai sebagai jembatan yang tepat bagi masyarakat sebelum beralih ke mobil listrik murni.
Namun tampaknya pemerintah tidak akan menambah lagi besaran insentif mobil hybrid karena pertimbangan tertentu.
“Kalau hybrid kan sama rantai pasoknya (melibatkan bensin). Ditambah (komponen) ada baterai,” kata Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dia mengungkapkan saat ini mengurangi penggunaan bahan bakar minyak jadi salah satu cara yang tengah dilakukan buat mengejar target dekarbonisasi pemerintah.
Data dari Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI menunjukkan bahwa konsumsi bensin mobil hybrid masih tinggi. Sementara pada BEV (Battery Electric Vehicle) angkanya nol.
“Emisi dari mobil listrik secara general lebih rendah dibandingkan kendaraan ICE (Internal Combustion Vehicle) sepanjang siklus penggunaannya,” tulis laporan tersebut.
Ditambah lagi, penggunaan bahan bakar minyak untuk transportasi di dalam negeri mencapai 30 persen per 2023.
Meskipun persentasenya dinilai kecil, pemberian insentif mobil hybrid mampu memikat beberapa produsen asal Cina.
PT CSI (Chery Sales Indonesia) meluncurkan mobil hybrid perdana mereka, Tiggo 8 CSH dan direncanakan buat ikut program insentif.
Chery juga disinyalir akan meluncurkan produk HEV lain untuk pasar Indonesia, diduga Tiggo Cross Hybrid.
Berbeda dari Tiggo 8 yang merupakan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle), Tiggo Cross dibekali teknologi hybrid konvensional.
Merek lain yakni GWM telah mendaftarkan model SUV hybrid seperti Jolion Ultra untuk menerima subsidi pajak dari pemerintah.
Sedangkan model dari merek Jepang jauh lebih banyak. Di antaranya Toyota Kijang Innova Zenix HEV, Yaris Cross HEV, Suzuki Ertiga Hybrid sampai Fronx Hybrid.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Juni 2026, 14:03 WIB
25 Mei 2026, 18:54 WIB
25 Mei 2026, 09:00 WIB
24 Mei 2026, 17:10 WIB
24 Mei 2026, 15:13 WIB
Terkini
04 Juni 2026, 11:00 WIB
Perusahaan asuransi sebut klaim kerusakan mobil listrik atau EV lebih tinggi dari kendaraan konvensional
04 Juni 2026, 09:00 WIB
Jetour T1 i-DM hadir untuk memenuhi kebutuhan mobilitas para konsumen yang tengah mencari mobil PHEV
04 Juni 2026, 07:37 WIB
Asuransi Astra mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah dan naiknya suku bunga berdampak pada bisnis asuransi
04 Juni 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM bisa dilakukan dengan mudah di fasilitas SIM keliling Jakarta, berikut lokasinya
04 Juni 2026, 06:00 WIB
Hari ini kepolisian mengoperasikan SIM keliling Bandung di dua tempat berbeda agar lebih mudah ditemukan
03 Juni 2026, 20:37 WIB
Forwot baru saja merayakan hari jadi yang ke-23 dengan menggelar kompetisi padel diikuti berbagai pihak
03 Juni 2026, 14:03 WIB
Demi memanjakan para konsumen di Indonesia, ada harga khusus untuk pembelian 500 Jetour T1 i-DM pertama
03 Juni 2026, 11:05 WIB
Seres berkolaborasi dengan Volcano Engine untuk menyiapkan mobil baru bermerek Chongqing Saidou Technology