Penjualan Mobil Hybrid Naik, Menko Airlangga Kasih Isyarat
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
Saat ini pemerintah memberikan insentif mobil hybrid sebesar tiga persen, sedangkan buat BEV di 10 persen
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah memberikan insentif mobil hybrid untuk sejumlah model yang telah memenuhi persyaratan, salah satunya TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) minimal 40 persen.
Jika dibandingkan, insentif mobil hybrid diberikan berupa potongan pajak sebesar tiga persen. Sedangkan mobil listrik lebih besar di 10 persen.
Sempat ada produsen menginginkan kenaikan insentif mobil hybrid agar banderolnya semakin kompetitif.
Karena HEV (Hybrid Electric Vehicle) dinilai sebagai jembatan yang tepat bagi masyarakat sebelum beralih ke mobil listrik murni.
Namun tampaknya pemerintah tidak akan menambah lagi besaran insentif mobil hybrid karena pertimbangan tertentu.
“Kalau hybrid kan sama rantai pasoknya (melibatkan bensin). Ditambah (komponen) ada baterai,” kata Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dia mengungkapkan saat ini mengurangi penggunaan bahan bakar minyak jadi salah satu cara yang tengah dilakukan buat mengejar target dekarbonisasi pemerintah.
Data dari Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI menunjukkan bahwa konsumsi bensin mobil hybrid masih tinggi. Sementara pada BEV (Battery Electric Vehicle) angkanya nol.
“Emisi dari mobil listrik secara general lebih rendah dibandingkan kendaraan ICE (Internal Combustion Vehicle) sepanjang siklus penggunaannya,” tulis laporan tersebut.
Ditambah lagi, penggunaan bahan bakar minyak untuk transportasi di dalam negeri mencapai 30 persen per 2023.
Meskipun persentasenya dinilai kecil, pemberian insentif mobil hybrid mampu memikat beberapa produsen asal Cina.
PT CSI (Chery Sales Indonesia) meluncurkan mobil hybrid perdana mereka, Tiggo 8 CSH dan direncanakan buat ikut program insentif.
Chery juga disinyalir akan meluncurkan produk HEV lain untuk pasar Indonesia, diduga Tiggo Cross Hybrid.
Berbeda dari Tiggo 8 yang merupakan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle), Tiggo Cross dibekali teknologi hybrid konvensional.
Merek lain yakni GWM telah mendaftarkan model SUV hybrid seperti Jolion Ultra untuk menerima subsidi pajak dari pemerintah.
Sedangkan model dari merek Jepang jauh lebih banyak. Di antaranya Toyota Kijang Innova Zenix HEV, Yaris Cross HEV, Suzuki Ertiga Hybrid sampai Fronx Hybrid.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
10 Agustus 2026, 20:00 WIB
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
Terkini
04 September 2026, 13:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam terselenggara di pusat perbelanjaan atas beberapa masukan dari para konsumen
04 September 2026, 11:00 WIB
Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan
04 September 2026, 09:00 WIB
Pameran IEE Series 2026 memasuki Energy Week, ikut dukung ekosistem kendaraan energi terbarukan di Indonesia
04 September 2026, 07:00 WIB
AUKSI memanfaatkan momentum hari pelanggan nasional untuk memberikan persembahan istimewa bagi peserta lelang
04 September 2026, 06:00 WIB
Masih ada lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
04 September 2026, 06:00 WIB
Salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang melayani pada pengendara sejak pagi, ada di BPR KS Wastu Kencana
04 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengendalikan jumlah kendaraan pribadi
03 September 2026, 16:46 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat menyambangi kota Batam dengan segala keunggulan masyarakat untuk bermobilitas