Pertimbangan Mitsubishi Luncurkan Xforce Hybrid Ketimbang Xpander
19 Juli 2026, 10:38 WIB
Saat ini pemerintah memberikan insentif mobil hybrid sebesar tiga persen, sedangkan buat BEV di 10 persen
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah memberikan insentif mobil hybrid untuk sejumlah model yang telah memenuhi persyaratan, salah satunya TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) minimal 40 persen.
Jika dibandingkan, insentif mobil hybrid diberikan berupa potongan pajak sebesar tiga persen. Sedangkan mobil listrik lebih besar di 10 persen.
Sempat ada produsen menginginkan kenaikan insentif mobil hybrid agar banderolnya semakin kompetitif.
Karena HEV (Hybrid Electric Vehicle) dinilai sebagai jembatan yang tepat bagi masyarakat sebelum beralih ke mobil listrik murni.
Namun tampaknya pemerintah tidak akan menambah lagi besaran insentif mobil hybrid karena pertimbangan tertentu.
“Kalau hybrid kan sama rantai pasoknya (melibatkan bensin). Ditambah (komponen) ada baterai,” kata Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dia mengungkapkan saat ini mengurangi penggunaan bahan bakar minyak jadi salah satu cara yang tengah dilakukan buat mengejar target dekarbonisasi pemerintah.
Data dari Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI menunjukkan bahwa konsumsi bensin mobil hybrid masih tinggi. Sementara pada BEV (Battery Electric Vehicle) angkanya nol.
“Emisi dari mobil listrik secara general lebih rendah dibandingkan kendaraan ICE (Internal Combustion Vehicle) sepanjang siklus penggunaannya,” tulis laporan tersebut.
Ditambah lagi, penggunaan bahan bakar minyak untuk transportasi di dalam negeri mencapai 30 persen per 2023.
Meskipun persentasenya dinilai kecil, pemberian insentif mobil hybrid mampu memikat beberapa produsen asal Cina.
PT CSI (Chery Sales Indonesia) meluncurkan mobil hybrid perdana mereka, Tiggo 8 CSH dan direncanakan buat ikut program insentif.
Chery juga disinyalir akan meluncurkan produk HEV lain untuk pasar Indonesia, diduga Tiggo Cross Hybrid.
Berbeda dari Tiggo 8 yang merupakan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle), Tiggo Cross dibekali teknologi hybrid konvensional.
Merek lain yakni GWM telah mendaftarkan model SUV hybrid seperti Jolion Ultra untuk menerima subsidi pajak dari pemerintah.
Sedangkan model dari merek Jepang jauh lebih banyak. Di antaranya Toyota Kijang Innova Zenix HEV, Yaris Cross HEV, Suzuki Ertiga Hybrid sampai Fronx Hybrid.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Juli 2026, 10:38 WIB
16 Juli 2026, 12:41 WIB
13 Juli 2026, 09:00 WIB
11 Juli 2026, 09:00 WIB
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Terkini
21 Juli 2026, 23:36 WIB
Fitur V2L pada Chery Tiggo 9 CSH bisa berguna saat rumah tengah mengalami pemadaman listrik secara massal
21 Juli 2026, 21:23 WIB
Changan Deepal S05 resmi dipasarkan untuk para konsumen di Indonesia, mobil ini dipasarkan dalam dua varian
21 Juli 2026, 13:00 WIB
Helm pembalap tampil semakin istimewa dan mudah dikenali dengan penambahan livery maupun corak khusus
21 Juli 2026, 11:00 WIB
Mitsubishi XForce Hybrid tidak disarankan menggunakan BBM dengan RON 90 atau setara Pertalite dari Pertamina
21 Juli 2026, 09:47 WIB
Penjualan motor listrik Honda disebut masih stagnan, adopsinya di masyarakat belum bisa dibilang maksimal
21 Juli 2026, 07:00 WIB
SUV kompak Geely Coolray masuk Indonesia secara impor, namun jumlahnya terbatas mengikuti permintaan konsumen
21 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini masih berlaku untuk memecah kebuntuan pada arus lalu lintas Ibu Kota di jam padat
21 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hadir untuk melayani masyarakat yang ingin mengurus masa berlaku dokumen berkendara