Suzuki Sebut Rupiah yang Terus Melemah Seperti Pedang Bermata Dua

Menurut Suzuki melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika membawa dua sisi berbeda bagi mereka

Suzuki Sebut Rupiah yang Terus Melemah Seperti Pedang Bermata Dua
Satrio Adhy

KatadataOTONilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah. Pada Selasa (22/04) sore menyentuh angka Rp 16.859 per dolar.

Angka tersebut turun 53 poin atau minus 0,32 persen jika dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

SIS (Suzuki Indomobil Sales) melihat kondisi ini seperti pedang bermata dua. Pertama mereka merasa hal tersebut menyulitkan.

“Kalau berlangsung lama tentu akan ada dampak-dampak setelahnya yang kami perlu pelajari lebih lanjut,” ungkap Dony Saputra, Deputy Managing Director 4W SIS ketika ditemui di Karawang, Selasa (22/04).

Suzuki Carry Bakal Digunakan untuk Armada Makan Bergizi Gratis
Photo : KatadataOTO

Dony menjelaskan bahwa meski Suzuki 80 persen penjualan mereka produk lokal. Namun masih ada sejumlah komponen yang dibawa dari luar negeri.

Oleh sebab itu melemahnya rupiah terhadap dolar yang sudah berlangsung sejak awal bulan tentu akan menyulitkan pabrikan asal Jepang tersebut.

“Apakah ini berdampak terhadap biaya produksi atau tidak? Apakah nanti juga akan mengerek biaya distribusi atau tidak? Nanti kami harus liat,” lanjut Dony.

Kendati demikian melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga disebut-sebut membawa keuntungan bagi Suzuki Indomobil Sales.

“Di sisi lain kami juga pelaku ekspor, dengan kondisi seperti ini justru mendorong revenue Suzuki untuk tumbuh dan lebih tinggi,” tutur dia.

Dengan begitu kondisi yang sedang berlangsung sekarang ini, malah memberikan berkah tersendiri. Jadi dapat menghadirkan angin segar untuk mereka.

Sebagai informasi, Suzuki mengapalkan beberapa produk ke sejumlah negara. Ambil contoh ke Meksiko dan sekitarnya untuk XL7, Ertiga sampai Carry.

Jadi melemahnya rupiah terhadap dollar Amerika Serikat justru membuat pendapatan mereka bertambah beberapa waktu belakangan.

“Ini juga mendorong pertumbuhan penerimaan atau revenue kami berkaitan dengan ekspor yang kita lakukan,” Dony menegaskan.

Harga Mobil Hybrid April 2025, Suzuki XL7 Turun Rp 4 Jutaan
Photo : PT SIS

Sekadar mengingatkan jika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus melemah bakal membawa banyak dampak bagi industri otomotif nasional.

Seperti contoh kenaikan harga mobil maupun motor baru. Sebab para manufaktur harus menyesuaikan dengan biaya produksi.

Jika hal tersebut terus terjadi maka daya beli masyarakat dapat menurun juga. Sehingga penjualan kendaraan roda empat maupun dua bisa kurang maksimal di 2025.


Terkini

mobil
Jaecoo

10 Merek Mobil Cina Terlaris Mei 2026, Jaecoo Memimpin

Jaecoo menjadi merek mobil Cina dengan penjualan retail terlaris sepanjang Mei 2026, berada di atas BYD

mobil
DFSK E5 Plus PHEV

Bocoran Spesifikasi DFSK E5 Plus PHEV, Bisa Dipesan Bulan Ini

E5 Plus jadi SUV PHEV perdana DFSK di pasar Indonesia, klaim daya jelajah komprehensifnya 1.300 kilometer

mobil
GWM Ora 7

GWM Gandeng BMW Bikin Mobil Listrik Ora 7

GWM Ora 7 merupakan mobil listrik hasil kolaborasi dengan BMW, ubah arah desain seri Ora di masa mendatang

news
Ganjil Genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 17 Juni 2026 Masih Didukung ETLE

Ganjil genap Jakarta hari ini akan mengincar mobil dengan pelat nomor berakhiran genap terutama di jam sibuk

news
SIM Keliling Jakarta

Catat Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini, Rabu 17 Juni 2026

Setelah libur Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, SIM keliling Jakarta kembali melayani masyarakat hari ini

otosport
Kiandra Ramadhipa

Kiandra Ramadhipa Kerap Berguru ke Veda Ega dan Mario Suryo Aji

Kiandra Ramadhipa mengaku sering berdiskusi, demi bisa mendapatkan ilmu balapan dari Veda Ega dan Mario Aji

news
Transjakarta

Kenaikan Tarif Transjakarta Sasar Rute Jauh Blok M - Soetta

Rencana penyesuaian tarif Transjakarta, pemerintah hanya menyasar rute jauh seperti Blok M - Bandara Soetta

mobil
Nissan

Nissan Adopsi Sistem Pabrikan Cina Dalam Kembangkan Skyline

Langkah berani dilakukan Nissan untuk bisa kembali bersaing dalam industri otomotif global yang cukup ketat