Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro Sapa GIIAS 2026, Harga Rp 333,8 Juta
02 Agustus 2026, 18:20 WIB
Menurut Suzuki melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika membawa dua sisi berbeda bagi mereka
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah. Pada Selasa (22/04) sore menyentuh angka Rp 16.859 per dolar.
Angka tersebut turun 53 poin atau minus 0,32 persen jika dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
SIS (Suzuki Indomobil Sales) melihat kondisi ini seperti pedang bermata dua. Pertama mereka merasa hal tersebut menyulitkan.
“Kalau berlangsung lama tentu akan ada dampak-dampak setelahnya yang kami perlu pelajari lebih lanjut,” ungkap Dony Saputra, Deputy Managing Director 4W SIS ketika ditemui di Karawang, Selasa (22/04).
Dony menjelaskan bahwa meski Suzuki 80 persen penjualan mereka produk lokal. Namun masih ada sejumlah komponen yang dibawa dari luar negeri.
Oleh sebab itu melemahnya rupiah terhadap dolar yang sudah berlangsung sejak awal bulan tentu akan menyulitkan pabrikan asal Jepang tersebut.
“Apakah ini berdampak terhadap biaya produksi atau tidak? Apakah nanti juga akan mengerek biaya distribusi atau tidak? Nanti kami harus liat,” lanjut Dony.
Kendati demikian melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga disebut-sebut membawa keuntungan bagi Suzuki Indomobil Sales.
“Di sisi lain kami juga pelaku ekspor, dengan kondisi seperti ini justru mendorong revenue Suzuki untuk tumbuh dan lebih tinggi,” tutur dia.
Dengan begitu kondisi yang sedang berlangsung sekarang ini, malah memberikan berkah tersendiri. Jadi dapat menghadirkan angin segar untuk mereka.
Sebagai informasi, Suzuki mengapalkan beberapa produk ke sejumlah negara. Ambil contoh ke Meksiko dan sekitarnya untuk XL7, Ertiga sampai Carry.
Jadi melemahnya rupiah terhadap dollar Amerika Serikat justru membuat pendapatan mereka bertambah beberapa waktu belakangan.
“Ini juga mendorong pertumbuhan penerimaan atau revenue kami berkaitan dengan ekspor yang kita lakukan,” Dony menegaskan.
Sekadar mengingatkan jika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus melemah bakal membawa banyak dampak bagi industri otomotif nasional.
Seperti contoh kenaikan harga mobil maupun motor baru. Sebab para manufaktur harus menyesuaikan dengan biaya produksi.
Jika hal tersebut terus terjadi maka daya beli masyarakat dapat menurun juga. Sehingga penjualan kendaraan roda empat maupun dua bisa kurang maksimal di 2025.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Agustus 2026, 18:20 WIB
30 Juli 2026, 07:25 WIB
10 Juli 2026, 11:00 WIB
23 Mei 2026, 09:57 WIB
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Terkini
02 Agustus 2026, 23:40 WIB
Geely menggandeng Garasi Drift untuk memodifikasi Coolray dengan mengusung gaya motorsport di GIIAS 2026
02 Agustus 2026, 20:04 WIB
Wuling Aira ev hadir di GIIAS 2026 dengan menawarkan sejumlah keunggulan buat konsumen, simak penjelasannya
02 Agustus 2026, 20:00 WIB
Nissan Indonesia hadirkan Fairlady Z di GIIAS 2026 dan konsumen bisa langsung memesan dengan cara terbatas
02 Agustus 2026, 19:00 WIB
Konsumen bisa mendapatkan sejumlah penawaran menarik dari OLXMobbi di GIIAS 2026, bisa tukar tambah mobil
02 Agustus 2026, 18:20 WIB
Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro sebagai kasta tertinggi SUV kompak merek berlambang S, meluncur di GIIAS 2026
02 Agustus 2026, 18:00 WIB
MG ZS Hybrid+ diklaim mampu mencetak efisiensi bahan bakar mencapai 27,7 km per liter sehingga menguntungkan
02 Agustus 2026, 16:47 WIB
Toyota Hybrid System sangat cocok diandalkan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas konsumen di Indonesia
02 Agustus 2026, 16:44 WIB
Toyota Veloz Hybrid bisa jadi opsi jika para pengunjung GIIAS 2026 yang sedang mencari mobil ramah lingkungan