Suzuki Siapkan Teknologi REEV Light, Modal di Era Elektrifikasi
01 Oktober 2026, 19:00 WIB
Terdapat beberapa skema bantuan yang bisa diterapkan oleh pemerintah dalam memberikan insentif mobil hybrid
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Agus Gumiwang, Menperin (Menteri Perindustrian) kembali mengusulkan mobil hybrid diberikan insentif. Ia menilai hal ini penting dilakukan oleh pemerintah.
Sebab subsidi yang dikucurkan bisa membuat para produsen kendaraan roda empat tidak memindahkan fasilitas produksinya ke negara lain.
Akan tetapi wacana tersebut masih sebatas usulan. Belum diputuskan kapan mulai diterapkan, termasuk mengenai bentuk bantuan bakal diberikan.
Apakah sama seperti subsidi mobil listrik, pemerintah memberikan potongan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar sepuluh persen atau yang lain.
Berangkat dari hal di atas, sejumlah pihak coba memberikan saran ke pemerintah terkait insentif kendaraan roda empat hybrid yang bakal diluncurkan ke masyarakat.
“Menurut saya kombinasi potongan PPN dan pajak karbon berbasis emisi merupakan pendekatan paling ideal,” ujar Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif sekaligus akademisi ITB (Institut Teknologi Bandung) kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Yannes menjelaskan kalau diskon PPN menjadi stimulus bagi konsumen. Sehingga bisa meningkatkan daya beli masyarakat.
Kemudian untuk pajak karbon berguna mendorong pengembangan teknologi hybrid yang lebih efisien serta ramah lingkungan.
Lebih jauh Yannes juga menyarankan pemerintah agar mau mempertimbangkan bantuan non-fiskal. Hal ini bisa dilakukan dengan menggandeng sejumlah pihak di daerah.
“Misal prioritas atau diskon parkir khusus di area strategis. Seperti menetapkan zona tersendiri di dalam kota yang hanya mobil hybrid bisa diberikan akses ke sana,” Yannes menambahkan.
Ia menuturkan kebijakan di atas dapat dilakukan dengan berkoordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah kota, manufaktur sampai ke pengelola infrastruktur parkir pertokoan.
“Hal ini dapat meningkatkan daya tarik mobil hybrid serta mempercepat transisi menuju transportasi yang lebih berkelanjutan,” tegasnya.
Sebelumnya Yannes menjelaskan jika pemerintah mau mengucurkan subsidi maka harga mobil hybrid semakin terjangkau. Kemudian menstimulus masyarakat memboyong kendaraan satu ini.
Sehingga lebih banyak orang yang menggunakan kendaraan ramah lingkungan. Dengan begitu bisa menurunkan kadar emisi gas buang.
“Selanjutnya subsidi dapat menjadi insentif bagi pabrikan untuk tetap berinvestasi dan memproduksi mobil hybrid di Indonesia,” tutur Yannes.
Oleh sebab itu insentif mobil hybrid sudah tepat jika ingin diterapkan di Tanah Air. Demi mencegah para manufaktur melirik negara lain yang menawarkan bantuan lebih menarik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Oktober 2026, 19:00 WIB
30 September 2026, 15:34 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
28 September 2026, 17:49 WIB
25 September 2026, 17:23 WIB
Terkini
03 Oktober 2026, 15:50 WIB
Lepas Asco Fatmawati siap melayani kebutuhan masyarakat di Ibu Kota akan kendaraan yang ramah lingkungan
03 Oktober 2026, 13:59 WIB
Berlangsung sengit, Diogo Moreira perdana naik podium sprint race MotoGP Jepang 2026 bersama Marc Marquez
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
Para pengunjung GIIAS Semarang 2026, bisa langsung mencoba motor dan mobil incaran selama pameran berlangsung
02 Oktober 2026, 17:22 WIB
Mazda masih akan menggunakan sejumlah model mobil listrik Changan sebagai basis, Deepal S05 jadi kandidat
02 Oktober 2026, 14:26 WIB
Diyakini kalah gugatan dari PT Worcas Nusantara Abadi, BYD mengumumkan pergantian nama Denza jadi Danza
02 Oktober 2026, 08:13 WIB
AHM baru saja memberikan opsi warna maupun grafis baru pada moge mereka, yakni Honda CRF1100L Africa Twin
02 Oktober 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan salah satu fasilitas untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara
02 Oktober 2026, 06:00 WIB
Setelah dievaluasi, kebijakan Ganjil Genap Jakarta terbukti mampu mengatur arus lalu lintas di Ibu Kota