Cara Hyundai Bikin Nyaman dan Tenang Konsumen
17 April 2026, 07:42 WIB
Kepadatan energi baterai pada sebuah EV menawarkan beberapa keunggulan, seperti efisiensi biaya yang diperlukan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penggunaan motor dan mobil listrik semakin masif. Memaksa para produsen untuk terus melakukan inovasi.
Seperti dengan membuat beragam model baterai mobil dan motor listrik, mulai dari Lithium Iron Phosphate (LFP) sampai solid state battery.
Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Seperti contoh untuk perihal kepadatan energi atau energy density.
Melansir Flux Energy pada Rabu (07/01), kepadatan energi baterai adalah seberapa banyak energi yang terkandung dalam penampung daya kendaraan.
Biasanya diukur dalam satuan Wh/L atau watt hour per liter. Kemudian ada juga Wh/kg atau watt hour per kilogram.
Secara sederhana, energy density mengukur berapa banyak energi yang dapat ditampung baterai terhadap ukuran serta bobotnya.
“Baterai dengan kepadatan energi tinggi memiliki waktu pengoperasian yang lebih lama,” tulis Flux di laman resminya.
Disebutkan bahwa penampung daya memiliki kepadatan energi tinggi, mampu memberikan jumlah energi yang sama dengan ukuran lebih kecil.
Sementara itu, menurut Relion Battery kepadatan energi sangat penting bagi sebuah motor atau mobil listrik.
Ambil contoh mengenai efisiensi sebuah baterai di electric vehicle (EV), seperti dijelaskan di atas. Penampung daya dengan kepadatan energi tinggi membutuhkan ruang atau bobot lebih sedikit untuk menyimpan daya.
“Sehingga membuatnya lebih efisien dan praktis untuk berbagai aplikasi,” tulis laman tersebut.
Kemudian dalam hal transportasi, sebuah kendaraan dengan baterai berdensitas tinggi dapat menempuh jarak lebih jauh.
Lalu durasi pemakaian jadi cukup lama, dibandingkan dengan penampung daya yang kepadatan energinya rendah.
Oleh sebab itu, baterai dengan densitas tinggi bakal menjadi pilihan utama para produsen dalam membangun sebuah produk.
Apalagi waktu pengecasan dibutuhkan makin singkat. Sehingga sangat cocok bagi kendaraan di kota-kota urban.
Perlu diketahui, cara menghitung kepadatan energi baterai mobil dan motor listrik dengan rumus voltase x kapasitas baterai (Ah) dibagi berat baterai (kg) sama dengan jumlah densitas pada penampung daya.
Contoh Wuling Air ev varian terendah, dilengkapi baterai bervoltase 115 V x 150 Ah / 147 kg jadi densitas penampung daya itu adalah 116 ribuan Wh/kg.
Berkat perhitungan di atas, bisa menjadi landasan bagi Anda yang sedang mencari sebuah kendaraan ramah lingkungan.
Bisa disesuaikan kapasitas baterai dengan kebutuhan mobilitas serta dana yang dimiliki. Jadi dapat memboyong motor atau mobil listrik sesuai keinginan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
17 April 2026, 07:42 WIB
16 April 2026, 07:56 WIB
14 April 2026, 19:30 WIB
14 April 2026, 16:40 WIB
14 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
17 April 2026, 14:33 WIB
Ajang reli ini untuk pertama kalinya dihelat di Jakarta, sirkuit Ancol bakal disulap jadi trek Rallycross
17 April 2026, 09:00 WIB
Bos Ford menilai kehadiran mobil Cina di pasar otomotif Amerika Serikat bisa mengganggu bisnis mereka
17 April 2026, 07:42 WIB
Hyundai menyiapkan mobil pengganti untuk konsumen yang kendaraannya harus menginap di bengkel resmi mereka
17 April 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung hadir demi memfasilitasi kebutuhan para pengendara di Kota Kembang
17 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih diterapkan meski Aparatur Sipil Negara tengah menjalankan kebijakan Work From Home
17 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta masih menjadi salah satu alternatif jika masyarakat ingin mengurus dokumen berkendara
16 April 2026, 23:19 WIB
Melalui gelaran Toyota Eco Youth, pelajar diajak mengidentifikasi dan mencari solusi permasalahan lingkungan
16 April 2026, 16:15 WIB
Di tengah penurunan, BYD jadi salah satu merek mobil terlaris yang catatkan tren positif penjualan Maret 2026