BYD Flash Charging Diluncurkan, Ngecas EV Hanya Lima Menit
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
Kepadatan energi baterai pada sebuah EV menawarkan beberapa keunggulan, seperti efisiensi biaya yang diperlukan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penggunaan motor dan mobil listrik semakin masif. Memaksa para produsen untuk terus melakukan inovasi.
Seperti dengan membuat beragam model baterai mobil dan motor listrik, mulai dari Lithium Iron Phosphate (LFP) sampai solid state battery.
Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Seperti contoh untuk perihal kepadatan energi atau energy density.
Melansir Flux Energy pada Rabu (07/01), kepadatan energi baterai adalah seberapa banyak energi yang terkandung dalam penampung daya kendaraan.
Biasanya diukur dalam satuan Wh/L atau watt hour per liter. Kemudian ada juga Wh/kg atau watt hour per kilogram.
Secara sederhana, energy density mengukur berapa banyak energi yang dapat ditampung baterai terhadap ukuran serta bobotnya.
“Baterai dengan kepadatan energi tinggi memiliki waktu pengoperasian yang lebih lama,” tulis Flux di laman resminya.
Disebutkan bahwa penampung daya memiliki kepadatan energi tinggi, mampu memberikan jumlah energi yang sama dengan ukuran lebih kecil.
Sementara itu, menurut Relion Battery kepadatan energi sangat penting bagi sebuah motor atau mobil listrik.
Ambil contoh mengenai efisiensi sebuah baterai di electric vehicle (EV), seperti dijelaskan di atas. Penampung daya dengan kepadatan energi tinggi membutuhkan ruang atau bobot lebih sedikit untuk menyimpan daya.
“Sehingga membuatnya lebih efisien dan praktis untuk berbagai aplikasi,” tulis laman tersebut.
Kemudian dalam hal transportasi, sebuah kendaraan dengan baterai berdensitas tinggi dapat menempuh jarak lebih jauh.
Lalu durasi pemakaian jadi cukup lama, dibandingkan dengan penampung daya yang kepadatan energinya rendah.
Oleh sebab itu, baterai dengan densitas tinggi bakal menjadi pilihan utama para produsen dalam membangun sebuah produk.
Apalagi waktu pengecasan dibutuhkan makin singkat. Sehingga sangat cocok bagi kendaraan di kota-kota urban.
Perlu diketahui, cara menghitung kepadatan energi baterai mobil dan motor listrik dengan rumus voltase x kapasitas baterai (Ah) dibagi berat baterai (kg) sama dengan jumlah densitas pada penampung daya.
Contoh Wuling Air ev varian terendah, dilengkapi baterai bervoltase 115 V x 150 Ah / 147 kg jadi densitas penampung daya itu adalah 116 ribuan Wh/kg.
Berkat perhitungan di atas, bisa menjadi landasan bagi Anda yang sedang mencari sebuah kendaraan ramah lingkungan.
Bisa disesuaikan kapasitas baterai dengan kebutuhan mobilitas serta dana yang dimiliki. Jadi dapat memboyong motor atau mobil listrik sesuai keinginan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
14 Oktober 2026, 16:12 WIB
14 Oktober 2026, 11:00 WIB
Terkini
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Shooting brake perdana dari BYD, Danza Z9GT resmi diluncurkan ke konsumen dengan harga Rp 2,25 miliar
14 Oktober 2026, 16:12 WIB
Pasar mobil listrik kembali kedatangan produk baru, kali ini new Danza D9 dan Z9 GT diluncurkan di Tanah Air
14 Oktober 2026, 11:00 WIB
Leapmotor B03 incar konsumen urban, mobil listrik berukuran kompak yang incar konsumen area perkotaan
14 Oktober 2026, 09:00 WIB
Federal Oil terus melakukan berbagai pendekatan untuk mengembangkan pasar dengan konsistensi inovasi
14 Oktober 2026, 07:00 WIB
Aion UT Urban mengisi celah kosong tipe Standard dan Premium, jadi sesusai kebutuhan konsumen di Indonesia