Impresi Pertama Changan Nevo Q05: Praktis buat Mobilitas Urban
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
Kepadatan energi baterai pada sebuah EV menawarkan beberapa keunggulan, seperti efisiensi biaya yang diperlukan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penggunaan motor dan mobil listrik semakin masif. Memaksa para produsen untuk terus melakukan inovasi.
Seperti dengan membuat beragam model baterai mobil dan motor listrik, mulai dari Lithium Iron Phosphate (LFP) sampai solid state battery.
Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Seperti contoh untuk perihal kepadatan energi atau energy density.
Melansir Flux Energy pada Rabu (07/01), kepadatan energi baterai adalah seberapa banyak energi yang terkandung dalam penampung daya kendaraan.
Biasanya diukur dalam satuan Wh/L atau watt hour per liter. Kemudian ada juga Wh/kg atau watt hour per kilogram.
Secara sederhana, energy density mengukur berapa banyak energi yang dapat ditampung baterai terhadap ukuran serta bobotnya.
“Baterai dengan kepadatan energi tinggi memiliki waktu pengoperasian yang lebih lama,” tulis Flux di laman resminya.
Disebutkan bahwa penampung daya memiliki kepadatan energi tinggi, mampu memberikan jumlah energi yang sama dengan ukuran lebih kecil.
Sementara itu, menurut Relion Battery kepadatan energi sangat penting bagi sebuah motor atau mobil listrik.
Ambil contoh mengenai efisiensi sebuah baterai di electric vehicle (EV), seperti dijelaskan di atas. Penampung daya dengan kepadatan energi tinggi membutuhkan ruang atau bobot lebih sedikit untuk menyimpan daya.
“Sehingga membuatnya lebih efisien dan praktis untuk berbagai aplikasi,” tulis laman tersebut.
Kemudian dalam hal transportasi, sebuah kendaraan dengan baterai berdensitas tinggi dapat menempuh jarak lebih jauh.
Lalu durasi pemakaian jadi cukup lama, dibandingkan dengan penampung daya yang kepadatan energinya rendah.
Oleh sebab itu, baterai dengan densitas tinggi bakal menjadi pilihan utama para produsen dalam membangun sebuah produk.
Apalagi waktu pengecasan dibutuhkan makin singkat. Sehingga sangat cocok bagi kendaraan di kota-kota urban.
Perlu diketahui, cara menghitung kepadatan energi baterai mobil dan motor listrik dengan rumus voltase x kapasitas baterai (Ah) dibagi berat baterai (kg) sama dengan jumlah densitas pada penampung daya.
Contoh Wuling Air ev varian terendah, dilengkapi baterai bervoltase 115 V x 150 Ah / 147 kg jadi densitas penampung daya itu adalah 116 ribuan Wh/kg.
Berkat perhitungan di atas, bisa menjadi landasan bagi Anda yang sedang mencari sebuah kendaraan ramah lingkungan.
Bisa disesuaikan kapasitas baterai dengan kebutuhan mobilitas serta dana yang dimiliki. Jadi dapat memboyong motor atau mobil listrik sesuai keinginan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Terkini
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan pihak aparat untuk membendung jumlah kendaraan di jam sibuk
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan di lima lokasi berbeda hari ini
27 Agustus 2026, 15:00 WIB
Changan memboyong sejumlah model andalan dari berbagai sub merek, tawarkan variasi produk buat konsumen
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Untuk pasar India, Honda ADV 160 kini pakai mesin bensin yang dapat menenggak bahan bakar campuran etanol
27 Agustus 2026, 09:00 WIB
Baru-baru ini beredar isu kenaikan tarif parkir untuk mobil di Jakarta menjadi Rp 60 ribu yang menuai kontra
27 Agustus 2026, 07:00 WIB
Marini dan Aldeguer akhirnya menentukan masa depan mereka dan mengisi susunan sementara pembalap MotoGP 2027
27 Agustus 2026, 06:07 WIB
Di hari ini SIM keliling Bandung beroperasi sejak pagi dan mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang