Voltron Hub Puri Indah Dibuka, Akomodir Pengguna Mobil Listrik
18 Juli 2026, 21:09 WIB
Kepadatan energi baterai pada sebuah EV menawarkan beberapa keunggulan, seperti efisiensi biaya yang diperlukan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penggunaan motor dan mobil listrik semakin masif. Memaksa para produsen untuk terus melakukan inovasi.
Seperti dengan membuat beragam model baterai mobil dan motor listrik, mulai dari Lithium Iron Phosphate (LFP) sampai solid state battery.
Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Seperti contoh untuk perihal kepadatan energi atau energy density.
Melansir Flux Energy pada Rabu (07/01), kepadatan energi baterai adalah seberapa banyak energi yang terkandung dalam penampung daya kendaraan.
Biasanya diukur dalam satuan Wh/L atau watt hour per liter. Kemudian ada juga Wh/kg atau watt hour per kilogram.
Secara sederhana, energy density mengukur berapa banyak energi yang dapat ditampung baterai terhadap ukuran serta bobotnya.
“Baterai dengan kepadatan energi tinggi memiliki waktu pengoperasian yang lebih lama,” tulis Flux di laman resminya.
Disebutkan bahwa penampung daya memiliki kepadatan energi tinggi, mampu memberikan jumlah energi yang sama dengan ukuran lebih kecil.
Sementara itu, menurut Relion Battery kepadatan energi sangat penting bagi sebuah motor atau mobil listrik.
Ambil contoh mengenai efisiensi sebuah baterai di electric vehicle (EV), seperti dijelaskan di atas. Penampung daya dengan kepadatan energi tinggi membutuhkan ruang atau bobot lebih sedikit untuk menyimpan daya.
“Sehingga membuatnya lebih efisien dan praktis untuk berbagai aplikasi,” tulis laman tersebut.
Kemudian dalam hal transportasi, sebuah kendaraan dengan baterai berdensitas tinggi dapat menempuh jarak lebih jauh.
Lalu durasi pemakaian jadi cukup lama, dibandingkan dengan penampung daya yang kepadatan energinya rendah.
Oleh sebab itu, baterai dengan densitas tinggi bakal menjadi pilihan utama para produsen dalam membangun sebuah produk.
Apalagi waktu pengecasan dibutuhkan makin singkat. Sehingga sangat cocok bagi kendaraan di kota-kota urban.
Perlu diketahui, cara menghitung kepadatan energi baterai mobil dan motor listrik dengan rumus voltase x kapasitas baterai (Ah) dibagi berat baterai (kg) sama dengan jumlah densitas pada penampung daya.
Contoh Wuling Air ev varian terendah, dilengkapi baterai bervoltase 115 V x 150 Ah / 147 kg jadi densitas penampung daya itu adalah 116 ribuan Wh/kg.
Berkat perhitungan di atas, bisa menjadi landasan bagi Anda yang sedang mencari sebuah kendaraan ramah lingkungan.
Bisa disesuaikan kapasitas baterai dengan kebutuhan mobilitas serta dana yang dimiliki. Jadi dapat memboyong motor atau mobil listrik sesuai keinginan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
18 Juli 2026, 21:09 WIB
16 Juli 2026, 07:00 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
14 Juli 2026, 22:00 WIB
13 Juli 2026, 21:00 WIB
Terkini
18 Juli 2026, 21:09 WIB
Stasiun pengisian kendaraan listrik Voltron Hub Puri Indah menawarkan opsi ultra fast charging ke konsumen
18 Juli 2026, 21:06 WIB
Pangsa pasar Daihatsu di Juni 2026 berhasil tembus 17,1 persen, naik dari capaian di tahun sebelumnya
17 Juli 2026, 18:00 WIB
Diler perdana Leapmotor dibuka di kawasan PIK, gabung deretan grup brand Stellantis lain seperti Citroen
17 Juli 2026, 16:23 WIB
PUBG Mobile menjalin kerja sama dengan Ferrari dan Scuderia Ferrari HP, tawarkan pengalaman baru buat pemain
17 Juli 2026, 09:00 WIB
Selama PRJ 2026 Wahana mencatatkan penjualan positif, sebab ada 6.500 motor Honda yang terpesan di sana
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta merupakan salah satu sistem andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengurangi kemacetan
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung menjadi opsi terbaik untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara
17 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima tempat berbeda hari ini sebelum akhir pekan, simak informasinya