Aspek Penentu Tercapainya Target Penjualan Mobil Baru di 2026
20 Februari 2026, 08:00 WIB
Kepadatan energi baterai pada sebuah EV menawarkan beberapa keunggulan, seperti efisiensi biaya yang diperlukan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penggunaan motor dan mobil listrik semakin masif. Memaksa para produsen untuk terus melakukan inovasi.
Seperti dengan membuat beragam model baterai mobil dan motor listrik, mulai dari Lithium Iron Phosphate (LFP) sampai solid state battery.
Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Seperti contoh untuk perihal kepadatan energi atau energy density.
Melansir Flux Energy pada Rabu (07/01), kepadatan energi baterai adalah seberapa banyak energi yang terkandung dalam penampung daya kendaraan.
Biasanya diukur dalam satuan Wh/L atau watt hour per liter. Kemudian ada juga Wh/kg atau watt hour per kilogram.
Secara sederhana, energy density mengukur berapa banyak energi yang dapat ditampung baterai terhadap ukuran serta bobotnya.
“Baterai dengan kepadatan energi tinggi memiliki waktu pengoperasian yang lebih lama,” tulis Flux di laman resminya.
Disebutkan bahwa penampung daya memiliki kepadatan energi tinggi, mampu memberikan jumlah energi yang sama dengan ukuran lebih kecil.
Sementara itu, menurut Relion Battery kepadatan energi sangat penting bagi sebuah motor atau mobil listrik.
Ambil contoh mengenai efisiensi sebuah baterai di electric vehicle (EV), seperti dijelaskan di atas. Penampung daya dengan kepadatan energi tinggi membutuhkan ruang atau bobot lebih sedikit untuk menyimpan daya.
“Sehingga membuatnya lebih efisien dan praktis untuk berbagai aplikasi,” tulis laman tersebut.
Kemudian dalam hal transportasi, sebuah kendaraan dengan baterai berdensitas tinggi dapat menempuh jarak lebih jauh.
Lalu durasi pemakaian jadi cukup lama, dibandingkan dengan penampung daya yang kepadatan energinya rendah.
Oleh sebab itu, baterai dengan densitas tinggi bakal menjadi pilihan utama para produsen dalam membangun sebuah produk.
Apalagi waktu pengecasan dibutuhkan makin singkat. Sehingga sangat cocok bagi kendaraan di kota-kota urban.
Perlu diketahui, cara menghitung kepadatan energi baterai mobil dan motor listrik dengan rumus voltase x kapasitas baterai (Ah) dibagi berat baterai (kg) sama dengan jumlah densitas pada penampung daya.
Contoh Wuling Air ev varian terendah, dilengkapi baterai bervoltase 115 V x 150 Ah / 147 kg jadi densitas penampung daya itu adalah 116 ribuan Wh/kg.
Berkat perhitungan di atas, bisa menjadi landasan bagi Anda yang sedang mencari sebuah kendaraan ramah lingkungan.
Bisa disesuaikan kapasitas baterai dengan kebutuhan mobilitas serta dana yang dimiliki. Jadi dapat memboyong motor atau mobil listrik sesuai keinginan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Februari 2026, 08:00 WIB
19 Februari 2026, 16:27 WIB
19 Februari 2026, 15:00 WIB
19 Februari 2026, 09:00 WIB
19 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
22 Februari 2026, 17:00 WIB
Michelin Indonesia bakal meluncurkan produk baru untuk sepeda motor setelah Lebaran untuk perluas pangsa pasarnya
22 Februari 2026, 15:00 WIB
Francesco Bagnaia tengah santer dihubungkan dengan Aprilia Racing pada MotoGP 2027 untuk menggantikan Martin
22 Februari 2026, 13:00 WIB
Honda mengungkapkan Brio Satya S CVT jadi salah satu kontributor utama di pameran otomotif IIMS 2026
22 Februari 2026, 11:00 WIB
Jumlah pemudik saat Lebaran 2026 diprediksi mengalami penurunan cukup besar bila dibandingkan tahun lalu
22 Februari 2026, 09:00 WIB
Sule, artis dan pelawak Tanah Air memiliki sederet koleksi mobil dan diketahui merupakan penyuka Jeep
22 Februari 2026, 07:00 WIB
Mobil Amerika mendapat karpet merah setelah Perjanjian Perdagangan Timbal Balik di setujui dua negara
21 Februari 2026, 21:00 WIB
Isuzu merupakan salah satu produsen kendaraan niaga yang sudah merakit lokal truk dan mobil pikap di RI
21 Februari 2026, 19:00 WIB
Pemerintah telah menyiapkan 10 tol fungsional untuk beroperasi saat mudik Lebaran 2026 agar mengurangi kemacetan