AHY Pastikan Penindakan Truk ODOL Dimulai pada 2027, Tak Ditunda
09 Oktober 2025, 15:00 WIB
Ratusan sopir truk melakukan unjuk rasa protes akan aturan razia truk ODOL yang tengah gencar dilakukan belakangan
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Ratusan sopir truk melakukan unjuk rasa atau demonstrasi di Kabupaten Kudus. Adapun para pengemudi truk tersebut menolak adanya aturan tentang ODOL (Over Dimension Over Loading).
Aksi mereka diwarnai dengan menutup akses jalan lingkar Selatan Kudus, Jawa Tengah. Adapun lokasi ini juga berada tepat di depan Terminal Induk Jati, Kudus.
Sedangkan ruas jalan satunya lagi dijadikan lahan parkir trus yang kebetulan melintas. Sehingga pada pukul 10.10 WIB kedua ruas jalan tidak bisa digunakan karena adanya penutupan oleh ratusan sopir truk.
Dilansir Antara, aksi tersebut di atas masih berlangsung dan menunggu hasil audiensi dengan perwakilan pendemo dengan DPRD setempat.
“Tuntutan kami, aturan soal ODOL harus direvisi dan jangan buat aturan yang merugikan masyarakat kecil,” kata Muh Ali Ikhsan, salah satu sopir truk peserta unjuk rasa Kudus.
Menurutnya hamppir semua truk ketika mengangkut barang mengalami kelebihan muatan. Hal ini dikarenakan selama ini tarifnya tergolong murah.
Karena untuk biaya operasional, kapasitas muatannya juga harus disesuaikan.
Lebih jauh dikatakan aturan normalisasi ODOL atau zero ODOL yang dilakukan Pemerintah belakangan ini tidak tepat. Karena dengan adanya normalisasi, akan berdampak pada kenaikan harga harga berbagai kebutuhan masyarakat.
Kenaikan harga barang dinilai selaras dengan mahalnya jasa tarif angkutan barang.
Ia mencontohkan bahwa selama ini tarif pengangkutan pasir untuk truk Colt Diesel tarifnya Rp2.5 juta untuk 16 ton. Maka dengan aturan baru, tarif yang sama seperti di atas hanya bisa mengangkut 4.5 ton pasir.
Sementara di tengah protes aturan ODOL, para sopir juga menyoroti adanya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum aparat. Praktek ini tentunya semakin merugikan para sopir.
“Sopir itu manut, dengan adanya aturan justru kendaraan lebih awet dan aman. Tapi disayangkan ada sopir yang memberikan mel (suap) terus diloloskan,” ucap Slamet salah satu sopir truk.
Hingga berita ini diturunkan, masih ada audiensi terkait aturan ODOL di berbagai wilayah Jawa Tengah. Menurut berbagai sumber, disebutkan bahwa jalur Pantura (Pantai Utara) lumpuh akibat aksi demo ini.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Oktober 2025, 15:00 WIB
08 Oktober 2025, 12:00 WIB
07 Oktober 2025, 07:00 WIB
01 Oktober 2025, 20:00 WIB
11 September 2025, 09:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat